Berita Terbaru
BAZNAS Kutai Timur Raih Penghargaan dari BKKBN Kaltim Dalam Program Cegah Stunting
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada ajang Apresiasi Orangtua Asuh Program Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting yang digelar oleh BKKBN Provinsi Kalimantan Timur di IKN pada 05 Desember 2025, Baznas Kutai Timur berhasil meraih penghargaan untuk kategori Mitra LSM/Komunitas.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kepedulian Baznas Kutai Timur dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di daerah. Melalui program penanganan stunting yang rutin dijalankan, Baznas Kutai Timur setiap bulan menyalurkan 180 paket bantuan untuk keluarga berisiko stunting yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Kutai Timur. Total nilai bantuan yang digulirkan mencapai Rp54 juta setiap bulan dan penyalurannya dilakukan bekerja sama dengan DPPKB Kutim. Ini adalah salah satu program BAZNAS Kutim dalam mendukung 50 program unggulan prioritas pemerintah.
Atas pencapaian ini, Baznas Kutai Timur diharapkan dapat terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas dari stunting.
Terimakasih banyak kepada seluruh Muzakki dan pihak-pihak yang terlibat sehingga BAZNAS Kutai Timur dapat terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kutai Timur yang membutuhkan.
BERITA05/12/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Bantuan Korban Kebakaran Kecamatan Muara Bengkal
MUARA BENGKAL - 13 November 2025 Ketua BAZNAS Kabupaten Kutai Timur bersama Bupati dan Kepala Dinas Sosial Kutim menyalurkan paket bantuan kepada korban yang terdampak kebakaran di Kecamatan Muara Bengkal. Kolaborasi ini berupa dana bantuan dari BAZNAS Kutai Timur, sedangkan Paket Sembako hingga seragam sekolah dari Dinas Sosial.
Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan menjadi pahala bagi para Muzakki. aamiin
BERITA19/11/2025 | Humas BAZNAS Kutim
ISBAT NIKAH KECAMATAN BATU AMPAR
BAZNAS Kabupaten Kutai Timur bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kutim melakukan agenda Isbat Nikah Massal di Kecamatan Batu Ampar. Menindaklanjuti arahan Bupati untuk melakukan Isbat Nikah kepada pasangan yang belum terdaftar secara resmi pernikahannya oleh negara yang dapat memengaruhi anak-anak dalam proses pendaftaran sekolah karena tidak memiliki akte kelahiran dan semacamnya. Maka, BAZNAS Kutai timur bersama Pengadilan Agama, dan KUA melakukan verifikasi data dan dinyatakan ada 61 pasangan nikah massal yang terdaftar.Pada 17 November 2025 Ketua BAZNAS Kutim Drs. KH. Masnip Sofwan didampingi Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. menyerahkan bantuan produk nikah dan simbolisasi buku nikah kepada pasangan baru sebagai bentuk telah legalnya perkawinan dan administrasi kependudukan mereka.Agenda juga dimeriahkan Festival Rakyat dengan Bazar UMKM dari berbagai jenis olahan makanan maupun minuman untuk para tamu yang hadir.
BERITA17/11/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Bantuan Korban Penganiayaan
Ketua BAZNAS Kutai Timur bersama Kepala Polres Kutim berkunjung langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta untuk menjenguk sekaligus memberikan bantuan biaya pengobatan kepada Ibu dan Anak korban dari penganiayaan suami asal kecamatan Sangatta Selatan yang mengalami luka bakar hingga nyaris 90%.
BERITA13/11/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Mahasiswa STAIS Menjadikan BAZNAS Kutim Bahan Penelitian
SANGATTA - 12 November 2025 Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Arya Nuraini berkunjung ke Kantor BAZNAS Kutai Timur sekaligus melakukan wawancara untuk bahan penelitian guna penyelesaian Tugas Mata Kuliah Pengantar Mikro Syariah. Wawancara tersebut berlangsung dengan Kepala Pelaksana Bapak Lukman Affandi, S.H.I., M.H. untuk mendiskusikan terkait kegunaan zakat.
BERITA12/11/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Terapkan Sertifikasi Online, Dorong Pemerataan Kualitas Amil Zakat di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI menghadirkan Sertifikasi Jarak Jauh (SJJ) atau online bagi para amil zakat di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pemerataan kualitas dan profesionalisme amil di berbagai daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Optimalisasi Perjuangan Amil Dengan Sertifikasi Online” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (4/11/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Kepala LSP BAZNAS RI Dr. Muhammad Choirin, Lc, M.A., serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang hadir secara daring.
Pimpinan BAZNAS RI, Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, menyambut baik kebijakan baru dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memungkinkan LSP BAZNAS menyelenggarakan Sertifikasi Jarak Jauh. Menurutnya, langkah ini menjadi solusi efisien sekaligus meringankan beban biaya bagi para calon peserta sertifikasi yang selama ini terkendala transportasi dan akomodasi ke kota besar.
“Ini kabar baik bagi para amil di daerah, karena sertifikasi online memungkinkan mereka mengikuti uji kompetensi tanpa harus hadir secara fisik, dengan tetap mengacu pada standar pengawasan BNSP sehingga tidak mengurangi kualitas penilaiannya,” ujar Nadratuzzaman.
Lebih lanjut, ia berharap agar langkah ini menjadi lompatan penting dalam mewujudkan profesionalisme para amil dan amilat. Dengan sertifikasi online ini, profesi amil tidak hanya diakui secara resmi, tetapi juga mendapatkan legitimasi personal yang kuat.
"Kita sudah memiliki Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sehingga akan terasa kurang lengkap jika menjadi anggota AAZRI tanpa memiliki sertifikat profesi amil,” ujar Nadratuzzaman.
Nadratuzzaman juga berharap, ke depannya, LSP BAZNAS RI bersama Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS bisa menyiapkan program pelatihan jarak jauh, seperti video pembelajaran yang mendukung sistem sertifikasi ini. "Dengan begitu, peserta sudah paham materinya sejak awal. Jadi ketika diskusi, bisa lebih fokus dan mendalam,” ujar Nadratuzzaman.
“Profesi amil adalah profesi yang disebut langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Karena itu, jangan sampai Allah sudah mengakuinya, tapi manusia belum. Agar pengakuan itu lengkap, amil perlu mengikuti sertifikasi di LSP BAZNAS RI. Dengan begitu, akan bertemulah dua pengakuan: pengakuan ilahiyah dan pengakuan duniawi,” ucap Nadratuzzaman.
Sementara itu, Kepala LSP BAZNAS RI Dr. Muhammad Choirin, Lc, M.A., menjelaskan, izin pelaksanaan Sertifikasi Jarak Jauh telah diperoleh melalui SK Ketua BNSP No. KEP.2251/BNSP/IX/2025. Ia menegaskan, meski dilakukan secara daring, proses asesmen tetap mengikuti ketentuan dan standar mutu yang ketat, termasuk penggunaan kamera pengawas selama ujian berlangsung.
"Latar belakang sertifikasi online ini tidak terlepas dari kebijakan BNSP yang semula dikembangkan saat pandemi COVID-19. Setelah sempat dimoratorium, izin pelaksanaan kembali dibuka untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin tetap memperoleh sertifikasi secara efisien," ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya biaya transportasi dan akomodasi selama ini menjadi hambatan utama bagi calon peserta di daerah. Berdasarkan data 2025, pelaksanaan sertifikasi di luar Jakarta baru menjangkau kota besar seperti Semarang, Makassar, dan Pekanbaru. Akibatnya, jumlah amil tersertifikasi dari daerah dengan ongkos transportasi tinggi masih rendah.
“Dengan sertifikasi online, amil dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan yang jauh dari kota besar, dapat mengikuti sertifikasi tanpa harus datang ke lokasi ujian. Ini akan membuka kesempatan lebih luas bagi pemerataan kualitas amil di seluruh tanah air,” ujarnya.
Lebih lanjut, Choirin mengatakan, LSP BAZNAS telah menerbitkan 3.295 sertifikat profesi amil dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2018–2025). Meski demikian, Choirin mengakui bahwa peta sebaran peserta masih tersentralisasi di Pulau Jawa. "Melalui program Sertifikasi Jarak Jauh, kami menargetkan peningkatan signifikan di wilayah luar Jawa dengan membuka klaster-klaster sertifikasi baru," kata Choirin.
Choirin menjelaskan, saat ini sekitar 15 persen asesor di LSP BAZNAS berasal dari kalangan ahli, termasuk komisioner bidang zakat dan wakaf, profesor ekonomi syariah, hingga praktisi berpengalaman di lembaga zakat nasional. “Dengan pengalaman dan kredibilitas asesor yang tinggi, kami optimistis penyelenggaraan SJJ tetap menjaga kualitas asesmen,” katanya.
-------------
Informasi Pusdiklat 0822-2706-0666
BERITA04/11/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Salurkan Kaki Prostetik Bantu Penyandang Disabilitas di Kepulauan Seribu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kaki prostetik kepada seorang penyandang disabilitas, Suryani, warga Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, di Klinik Tuna Daksa, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Suryani kehilangan kaki kanannya akibat komplikasi diabetes yang dideritanya. Selama empat bulan terakhir, ia harus menggunakan tongkat dan bergantung pada bantuan orang lain untuk beraktivitas. Kini, dengan bantuan kaki prostetik dari BAZNAS, Suryani mulai kembali berlatih berjalan dan beradaptasi dengan alat bantu barunya.
Sekretaris Utama BAZNAS, H. Subhan Cholid, menyampaikan bahwa bantuan berupa pemberian kaki prostetik tersebut merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan agar dapat hidup lebih mandiri.
“Kami di BAZNAS meyakini bahwa setiap mustahik memiliki hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Bantuan kaki prostetik ini bukan hanya alat bantu berjalan, tetapi juga simbol semangat agar penerima dapat kembali percaya diri, mandiri, dan produktif,” ujar Subhan di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Ia menegaskan, program bantuan alat bantu berjalan merupakan bagian dari misi BAZNAS dalam menebar manfaat zakat secara luas dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang hidup di daerah kepulauan dan sulit dijangkau.
“BAZNAS terus berupaya menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, termasuk wilayah Kepulauan Seribu. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada mustahik yang terlewat dari perhatian, di mana pun mereka berada,” ucap Subhan.
Subhan menambahkan, dukungan terhadap penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial.
“Kami ingin kehadiran BAZNAS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan seperti ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat dapat mengembalikan harapan dan membuka peluang baru bagi para penerima,” kata Subhan.
Sementara itu, Suryani mengaku sangat bersyukur atas bantuan kaki prostetik dari BAZNAS. Dengan kaki prostetik tersebut, ia merasa memiliki semangat baru untuk beraktivitas dan tidak lagi terlalu bergantung pada orang lain.
BERITA03/11/2025 | Humas Baznas RI
DAY 3 SIMULASI PELATIHAN BTB SE-KALTIM
Hari terakhir dalam Agenda Pelatihan BAZNAS Tanggap Bencana Se-Kaltim yaitu diisi oleh satu materi dari Pak Dede Nurjaman Staf BTB BAZNAS RI, kemudian dilanjut pengarahan sekaligus memimpin Simulasi Bencana oleh Pak Anda Staf BTB BAZNAS RI.Agenda outdoor yang dengan target untuk menyelamatkan 7 korban terluka, namun dikarenakan simulasi tetap diselingi tawa canda oleh para peserta agar tidak terlalu kaku dan meningkatkan bounding antar peserta.Walaupun dengan kondisi area yang cukup luas dan korban yang "bersembunyi" sehingga cukup sulit ditemukan, alhamdulillah 7 korban tersebut berhasil diselamatkan.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
PENUTUPAN & PENGUKUHAN PELATIHAN BAZNAS TANGGAP BENCANA SE-KALTIM
SANGATTA - 31 Oktober 2025 dilakukan penutupan sekaligus pengukuhan kepada para peserta Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Se-Kalimantan Timur dan Kecamatan Kutai Timur. Agenda ini ditutup langsung oleh Ketua BAZNAS Kutai Timur, Drs. KH. Masnip Sofwan bersama Jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur, BAZNAS Provinsi Kaltim dan Tim BTB BAZNAS RI.
Agenda yang dilakukan di Halaman Masjid Agung Al Faruq yang juga satu wilayah dengan Kantor BAZNAS Kab. Kutai Timur ini diharapkan sebagai pembentukan sistem relawan tanggap bencana yang mandiri dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota, dapat bergerak cepat, dan terkoordinasi, untuk memberikan bantuan dan siap digerakkan kapan saja.
"BAZNAS Kutai Timur mengucapkan terimakasih banyak kepada Tim BTB BAZNAS RI, Baznas Provinsi Kaltim, Baznas Kabupaten/Kota Se-Kaltim, dan rekan-rekan dari Kecamatan se-Kutai Timur. Semoga dengan adanya kegiatan ini kita dapat saling berkesinambungan saling berkoordinasi melalui grup yang sudah ada untuk saling menginfokan apabila terdapat bencana yang ada di daerah masing-masing. Kami mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama acara ini dilaksanakan, sampai ketemu di lain waktu. Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil'alamin Pelatihan Dasar Tanggap Bencana dinyatakan di tutup." tutup Ketua BAZNAS Kutim.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang Cisolok Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Sejak Senin (27/10/2025), tim relawan BAZNAS telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan aksi tanggap darurat dan pelayanan kemanusiaan. Tim yang terdiri atas personel BTB dan relawan lokal melakukan berbagai kegiatan mulai dari aksi bersih-bersih (Aksi Resik), pendirian dapur air, hingga distribusi makanan siap saji bagi para penyintas dan relawan di lapangan.
Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat para relawan yang langsung turun membantu masyarakat sejak hari pertama sebagai wujud nyata dari komitmen BAZNAS untuk selalu hadir bersama masyarakat dalam situasi darurat.
“Kita tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tapi juga memastikan warga mendapat dukungan moral dan pelayanan dasar yang layak,” ujar Imdadun di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, koordinasi antara BAZNAS, relawan, dan para pemangku kepentingan di daerah menjadi kunci keberhasilan penanganan awal bencana.
“Sinergi ini penting agar setiap langkah penanganan lebih efektif dan tepat sasaran. Kita juga terus melakukan asesmen kebutuhan agar bantuan lanjutan bisa diberikan sesuai kondisi lapangan,” ucap Imdadun.
Imdadun mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, BAZNAS Tanggap Bencana bersama relawan menyalurkan bantuan melalui dapur air yang melayani hingga 200 porsi per hari, serta mendistribusikan makanan siap saji kepada warga di titik-titik pengungsian.
“Selain itu, tim juga melakukan asesmen di Kampung Pamokohan, Desa Sukarame, yang terdampak longsor,” jelasnya.
Sementara itu, relawan BAZNAS Tanggap Bencana, Ade Hilman menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di Cisolok dan siap menambah dukungan bila situasi masih membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para penyintas dan mendukung program-program kemanusiaan BAZNAS agar penanganan bencana bisa berjalan berkelanjutan,” katanya.
BERITA30/10/2025 | Humas Baznas RI
DAY 2 PELATIHAN MANAJEMEN TINGKAT DASAR BTB SE-KALTIM
SANGATTA - 30 Oktober 2025 Pada hari kedua Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana Se-Kaltim diisi langsung oleh Tim BTB BAZNAS RI yaitu Ibu Dian Aditya Mandana Putri selaku Kepala Divisi, Pak Anda dan Pak Dede Nurjaman.
Agenda yang disampaikan mulai dari pengenalan tentang BTB, bentuk-bentuk bantuan darurat, cara menyalurkan bantuan, bagaimana cara mendokumentasikan dan menyampaikan hasil
Disetiap materi diadakan diskusi tanya jawab yang antusias dari para peserta terkait kejadian yang sering dialami, selain itu dilakukan pula praktik secara langsung mulai dari menerima informasi bencana, mendokumentasikan dan memberitakan bantuan hingga penyaluran. Agenda ini diharapkan sebagai pembentukan sistem tanggap bencana yang mandiri dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota, dapat bergerak cepat, dan terkoordinasi, untuk memberikan bantuan dan siap digerakkan kapan saja.
BERITA30/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
APEL KESIAPSIAGAAN DAN PEMBUKAAN PELATIHAN BTB SE-KALTIM
SANGATTA - 29 Oktober 2025 telah dibuka secara resmi Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana Se-Kaltim oleh Bupati Kutai Timur, Drs. KH. Masnip Sofwan yang diikuti oleh 59 peserta terdiri dari 6 BAZNAS Kab/Kota di Kaltim (BAZNAS Paser, Berau, Bontang, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara) dan 13 Kecamatan Kabupaten Kutai Timur (Muara Bengkal, Kombeng, Bengalon, Teluk Pandan, Sangatta Utara, Sangkulirang, Karangan, Muara Ancalong, Rantau Pulung, Sangatta Selatan, Long Mesangat, Busang, Batu Ampar)Apel kesiapsiagaan dan pembukaan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Pimpinan BAZNAS Kab. Kutim, BAZNAS Provinsi Kaltim, Kepala Divisi dan Staf Baznas Tanggap Bencana BAZNAS RI, Kapolres Kutai Timur, Perwakilan Kodim 0909/Kutim, LANAL, Damkar, Kepala Pelaksana BPBD Kutim, Dewan Pengawas BAZNAS Kutim, hingga Perwakilan Camat Sangatta Utara dan Selatan.Agenda ini diharapkan sebagai pembentukan sistem tanggap bencana yang mandiri dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota, dapat bergerak cepat, dan terkoordinasi, untuk memberikan bantuan dan siap digerakkan kapan saja.
BERITA29/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
DAY 1 PELATIHAN BAZNAS TANGGAP BENCANA SE-KALTIM
Hari pertama agenda Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) diisi dengan materi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur Ibu Dr. Hj.Sulastin, S.Sos.,M.Kes.,M.M.,M.AP. dilanjut dengan Koordinator Pos BASARNAS Kutim Bapak Arief Setiawan, S.T., lalu dari Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sangatta Bapak Ahmad Fadli, S.Pd. dan ditutup oleh Ibu Dian Aditya Kepala Pelaksana BTB BAZNAS RI.Disetiap materi diadakan diskusi tanya jawab yang antusias dari para peserta terkait kejadian yang sering dialami, selain itu dilakukan pula praktik pertolongan pertama pada korban.Agenda ini diharapkan sebagai pembentukan sistem tanggap bencana yang mandiri dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota, dapat bergerak cepat, dan terkoordinasi, untuk memberikan bantuan dan siap digerakkan kapan saja.
BERITA28/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Menerima Infak Palestina Rp701 Juta dari Syafana Islamic School
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran infak Kemanusiaan Palestina Tahap 2 dari siswa-siswi Syafana Islamic School sebesar Rp 701.100.000, di gedung Secondary Syafana Islamic School yang berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Selasa (28/10/2025).
Turut hadir dalam acara penyaluran infak ini Direktur Layanan BAZNAS RI H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA, CFRM, Chairperson Syafana Islamic School Hj. Ummu Latifah, Managing Director Syafana Islamic School, Dr. H. Nanang Firdaus Masduki, Lc., MM.
“Hari ini kami bersyukur sekali melakukan kerja sama dan mendapatkan kepercayaan dari para siswa-siswi dan orang tua dari Syafana Islamic School yang telah menyalurkan donasi untuk Palestina,” ujar Rulli di gedung Syafana Islamic School, BSD, Tangerang Selatan.
Menurut Rulli, penyaluran donasi kemanusiaan yang dilakukan oleh Syafana Islamic School merupakan bentuk kepedulian para siswa-siswa, orang tua serta para guru dan karyawan dalam membantu saudara-saudara di Palestina.
Kepedulian ini kata Rulli, harus terus dipupuk dan dijaga apalagi di kalangan anak remaja, di mana permasalahan tentang kesehatan mental kerap menjadi topik utama.
“Kepedulian itu ternyata secara signifikan dapat menyembuhkan kesehatan mental, artinya problem mental isu yang banyak dibicarakan itu ternyata solusinya adalah kepedulian dan ini sudah digerakkan di sekolah ini,” kata Rulli menyampaikan apresiasinya.
Rulli menjelaskan, dana bantuan kemanusiaan untuk Palestina saat ini telah terkumpul sebanyak Rp300 miliar lebih dan telah memasuki tahap kedua, yakni tahap rekonstruksi. Pada fase rekonstruksi ini, BAZNAS RI ingin membangun kembali Gaza, rumah-rumah warga, fasilitas kesehatan, masjid, sekolah, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya.
“Kita ingin membangun ulang Gaza, agar masyarakat Gaza bisa kembali hidup layak dan normal. Fase pemulihan ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama bukan hanya 1-2 tahun. Ini proses yang panjang sekali, oleh karena itu kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkannya,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Syafana Islamic School, Dr. H. Nanang Firdaus Masduki, Lc., MM. menyampaikan, dana sebesar Rp701.100.000 merupakan hasil gerakan donasi yang berasal dari para siswa-siswa, orang tua murid, guru, dan staf Syafana Islamic School. Nanang berharap, donasi tersebut dapat membantu rakyat Palestina untuk bisa memulai kembali kehidupan yang layak pasca perang.
Oleh karena itu kata dia, penggalangan dana ini merupakan bentuk pembelajaran bagi siswa siswa Syafana untuk menumbuhkan rasa kepedulian mereka terhadap isu-isu kemanusiaan.
Karenanya ia berharap, Syafana Islamic School bukan hanya menjadi wadah para siswa untuk belajar dan wadah para guru untuk mentransfer ilmu, tapi juga sebagai tempat untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kemanusiaan. “Nilai inilah yang kami bangun di Syafana,” ujarnya.
Nanang berharap kerja sama dengan BAZNAS ini dapat mewujudkan cita-cita Syafana Islamic School untuk ikut terlibat dalam pembangunan kembali Gaza. Selain itu juga untuk menjaga kepercayaan para orang tua siswa yang turut berpartisipasi menyalurkan donasi untuk Palestina.
“Kami mempercayai BAZNAS karena BAZNAS secara konsisten, transparan, dan saya menyaksikan langsung ketika penyerahan bantuan lewat Mesir ke Gaza karena kebetulan saya sedang ada di Mesir saat itu. Jadi ini penting untuk membangun kepercayaan para parent dan lingkungan masyarakat kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Osis Syafana Islamic School, Adzra Ashila Alifiya Prabowo (G11 Science 1) mengungkapkan, bantuan kemanusiaan yang telah dikumpulkan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan luka dan kerugian yang dialami oleh rakyat Palestina. Namun demikian ia berharap donasi dari sekolahnya ini dapat memberikan manfaat dan kehidupan yang lebih terang dan berkah bagi rakyat Palestina.
“Penggalangan dana ini bukan sekadar mengumpulkan uang tapi juga menggali kepedulian teman-teman kami di Syafana untuk saudara-saudara kita di Palestina yang masih bertahan dalam kondisi sulit. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan untuk kita semua juga untuk Syafana Islamic School,” ujarnya.
BERITA28/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Ajak Masyarakat Indonesia Perkuat Solidaritas Bantu Rehabilitasi Gaza Pasca Gencatan Senjata
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak bersama membantu masyarakat Palestina melalui penggalangan donasi guna mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascaperang secara terarah dan berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Membangun Kembali Gaza Pasca Gencatan Senjata”, yang selenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, pada Selasa (28/10/2025). Hadir, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Mohamad Arifin Purwakananta, serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang hadir secara daring.
Dalam paparannya, Nadratuzzaman Hosen menegaskan, komitemen BAZNAS untuk berperan aktif dalam upaya rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina. Menurutnya, upaya membangun kembali Gaza membutuhkan sinergi dan kepedulian bersama. Selain doa, langkah konkret berupa pengumpulan dana kemanusiaan menjadi hal yang mendesak dilakukan.
Ia menambahkan, di tengah gencatan gencatan senjata, BAZNAS juga terus berupaya menggerakkan kembali semangat penggalangan dana (fundraising) nasional agar kepedulian terhadap masyarakat Gaza tidak meredup. “Kita ingin membangun kembali semangat teman-teman di daerah untuk menggerakkan masyarakat membantu Gaza. Kita tidak bisa mengelak dari tanggung jawab moral sebagai umat Islam yang memiliki rasa persaudaraan dengan saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.
Untuk itu, Nadratuzzaman mengimbau seluruh BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota agar membuka kanal donasi seluas-luasnya, sehingga masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan mudah dan transparan.
Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Mohamad Arifin Purwakananta, menjelaskan bahwa pemulihan Gaza akan difokuskan pada empat bidang utama, yakni pemulihan rumah dan infrastruktur, pemulihan ekonomi dan pasar, pemulihan air dan lingkungan, serta pemulihan sosial dan pendidikan.
“Bidang-bidang ini sangat krusial. Banyak rumah, sekolah, rumah sakit, dan masjid yang hancur. Pemulihan ekonomi juga menjadi prioritas agar masyarakat bisa kembali berusaha dan menghidupkan pasar lokal. Selain itu, perlu juga dukungan untuk pemulihan trauma, pemberian beasiswa bagi anak yatim, serta pelatihan kerja,” jelas Arifin.
Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan, kontribusi masyarakat Indonesia untuk Gaza selama ini sangat besar. BAZNAS telah menyalurkan 23 rombongan besar bantuan, disertai berbagai tambahan dukungan kemanusiaan lainnya.
“Bantuan dari BAZNAS bukan hanya bersifat insidental, melainkan bagian dari upaya panjang yang telah dilakukan sejak lama. Sejak awal berdirinya, BAZNAS telah aktif menyalurkan bantuan hingga ke Gaza. Ini bukan sekadar aksi kemanusiaan, tetapi juga bentuk diplomasi kemanusiaan Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, momentum saat ini menjadi waktu yang tepat bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali bergerak membantu Gaza. “Kami mengajak masyarakat, komunitas, hingga pelaku usaha untuk bersama-sama menggalang donasi. Tidak perlu menunggu kondisi sempurna untuk berbuat baik. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi rakyat Gaza,” katanya.
Arifin mendorong BAZNAS pusat dan daerah untuk terus menggelorakan kampanye solidaritas bagi Palestina di sekolah, masjid, hingga komunitas sosial. “Kolaborasi antara BAZNAS pusat dan daerah menjadi kunci. Dengan sinergi ini, bantuan dari masyarakat Indonesia dapat tersalurkan tepat sasaran kepada saudara-saudara kita di Gaza,” ujarnya.
BERITA28/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Selenggarakan Bootcamp dan Grand Final Santripreneur 2025 Klaster Usaha Peternakan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses menggelar Bootcamp dan Grand Final Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Usaha Peternakan di Kopontren Al Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI, Sedekah Konsumen Alfamidi, dan Kopontren Al Ittifaq sebagai mitra pelaksana dalam mendukung kemandirian ekonomi santri di bidang peternakan.
Program BAZNAS Santripreneur menjadi salah satu inisiatif unggulan BAZNAS RI untuk mencetak santri yang mandiri dan berdaya saing. Fokus program ini adalah pengembangan usaha produktif pesantren melalui pelatihan, pendampingan, dan permodalan.
Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah memberdayakan 1.485 mustahik di 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota. Tahun ini, sebanyak 50 peserta terbaik dari 2.902 pendaftar mengikuti bootcamp selama lima hari untuk memperdalam pengetahuan, membuat rencana bisnis, serta mengikuti penjurian grand final dengan total bantuan usaha hingga Rp500 juta.
Kepala Departemen Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. Nayif Sujudi, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kompetisi yang dinilai efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi santri.
“Kegiatan Santripreneur ini sangat efektif untuk meningkatkan daya perekonomian di pesantren. Harapan kami, kegiatan ini menjadi pilar penting dalam mencetak generasi santri yang tangguh dan adaptif terhadap era digital,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya mencetak santri yang unggul secara spiritual, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi umat.
“Kami berharap para santri tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan, tetapi berani melangkah untuk berinovasi, mengembangkan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru. Santri bukan hanya ahli mengaji, tapi juga harus tangguh dan profesional di bidang ekonomi,” tambah Dr. Nayif.
Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Sugeng Santoso, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai inisiatif BAZNAS sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan Santripreneur ini memiliki semangat yang sama dengan program pemerintah seperti kemandirian pangan dan penguatan koperasi desa. Santri pelaku usaha peternakan bisa menjadi bagian dari rantai pasok pangan nasional. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar hasilnya memberi dampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Setia Irawan selaku CEO Kopontren Al Ittifaq, menegaskan pentingnya menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi umat.
“Program ini bukan sekadar lomba, tapi proses belajar yang berkelanjutan. Santri perlu terus mengasah kemampuan, membangun jejaring, dan menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya. Santri yang kuat bukan hanya pandai mengaji, tapi juga mampu berwirausaha dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam penutupan kegiatan.
Acara penutupan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini turut dihadiri perwakilan dari Kemenko Pangan RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kota Bandung, serta Divisi Ekonomi Perkotaan dan Divisi PUC BAZNAS RI. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan simbolis bantuan usaha kepada para pemenang dan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat dan dedikasi mereka selama bootcamp.
Melalui program BAZNAS Santripreneur, BAZNAS RI terus berkomitmen mencetak santri yang berdaya, inovatif, dan mandiri secara ekonomi. Pesantren diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual sekaligus penggerak ekonomi umat di berbagai sektor, termasuk peternakan, pertanian, kuliner, dan industri kreatif, guna mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA28/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Raih Penghargaan Top Excellent Award 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan “Top Excellent Award 2025 - 5 Pilar Media” sebagai Trusted Zakat Fundraising in Innovative Social Responsibility Programs.
Top Excellence Award 2025 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Five Pilar Event Management dan 5 Pilar Media Communication, bekerja sama dengan National Awarding Research Center serta diliput oleh 5 Pilar YouTube Channel.
Penghargaan ini ditujukan bagi lembaga pendidikan, perusahaan, dan profesional yang berhasil menciptakan inovasi serta menjaga kredibilitas dan integritas di bidangnya masing-masing. Tujuannya, untuk mendorong para pelaku pendidikan dan profesional di Indonesia agar terus meningkatkan kualitas dan kepercayaan publik.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Ia menegaskan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta dukungan para muzaki yang terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa tata kelola zakat di BAZNAS semakin diakui publik, terutama dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan inovasi program sosial. Kami terus berkomitmen agar setiap rupiah zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ujar Kiai Noor, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10/2025).
Ia menambahkan, inovasi menjadi kunci penting dalam menjaga relevansi dan efektivitas pengelolaan zakat di era modern. Menurutnya, BAZNAS terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk dunia usaha dan komunitas, melalui pendekatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan program zakat.
“Kolaborasi dengan mitra strategis merupakan langkah nyata dalam memperluas dampak zakat. Melalui sinergi ini, BAZNAS tidak hanya menjadi lembaga penyalur dana sosial, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Penghargaan ini diserahkan dalam acara yang berlangsung di Sunlake Waterfront Sunter Hotel, Jakarta, dan diterima oleh Kepala Divisi Pengumpulan CSR BAZNAS RI.
Apa yang kita lakukan semata-mata untuk kemaslahatan umat dan menjalankan tanggung jawab moral dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran. Penghargaan ini menjadi penyemangat agar kami terus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
BAZNAS RI dalam beberapa tahun terakhir secara aktif menghadirkan berbagai inovasi program seperti Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Layanan Kesehatan Kapal Bergerak RSB, Santripreneur, Balai Ternak, ZChicken, Zmart, Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), juga berbagai program lainnya. Seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
BERITA27/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kutim Raih Penghargaan Menyukseskan Penurunan Stunting dari DPPKB
SANGATTA - 28 Oktober 2025 dalam agenda Launching Cap Jempol Stop Stunting Strategi Kolaborasi Penanganan KRS (Keluarga Risiko Stunting) BAZNAS Kabupaten Kutai Timur meraih penghargaan apresiasi Kerjasama Organisasi Mitra/DUDI/Lembaga Dalam Menyukseskan Program Bangga Kencana & Percepatan Penurunan Stunting.
Pada penyerahan penghargaan tersebut Ketua BAZNAS Kutim, Drs. KH. Masnip Sofwan menerima secara langsung piagam yang diserahkan oleh Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. didampingi oleh Ketua DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B. S.H., M.Si.
BAZNAS Kutai Timur menerima penghargaan tersebut bersama 9 instansi lain yaitu PT. KPC, PT. Indominco Mandiri, PT. PAMA, PT. DSN Group, PT. Ganda Alam Makmur, PT. Indexim Coalindo, PT. Bara Tabang, TP PKK Kutai Timur serta PDAM Kutai Timur.Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat mendukung BAZNAS Kutai Timur sehingga kami dapat terus menyalurkan bantuan kepada keluarga risiko stunting di 18 kecamatan se-kutai timur.
BERITA27/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Raih Opini WTP Laporan Keuangan Tahun 2024
Opini WTP dalam audit laporan keuangan BAZNAS oleh KAP AR Utomo telah diraih BAZNAS RI sejak pertama audit laporan keuangan tahun 2002 hingga laporan tahun 2024.
Pencapaian ini disampaikan dalam konferensi pers di kantor BAZNAS RI, Jakarta, yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Saidah Sakwan, MA, Sestama BAZNAS RI dan H. Subhan Cholid, Kamis (23/10/2025).
Dalam dokumen audit laporan keuangan, BAZNAS RI berhasil mencatat kinerja keuangan dengan total pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mencapai Rp1,108 triliun, dengan rincian Rp874,1 miliar berasal dari zakat dan Rp254,9 miliar dari infak/sedekah.
Sementara realisasi penyaluran sebesar Rp1,066 triliun untuk berbagai program pemberdayaan umat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti konkret integritas pengelolaan keuangan BAZNAS yang didukung oleh angka-angka kinerja yang transparan.
Torehan ini menjadi komitmen akuntabilitas keuangan publik BAZNAS RI, yang mengelola dana ZIS dengan prinsip transparansi dan kehati-hatian.
"Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini merupakan pertanggungjawaban kami kepada seluruh masyarakat, khususnya muzaki, mustahik, dan mitra LAZ di seluruh Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa dana yang dipercayakan kepada kami, yang berhasil dihimpun sebesar Rp1,108 triliun dengan komposisi zakat Rp 874,1 miliar dan infak/sedekah Rp 254,9 miliar, dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Alhamdulillah, dana sebesar Rp1,066 triliun telah kami salurkan untuk program-program pemberdayaan umat," ujar Kiai Noor.
Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran amilin amilat BAZNAS dan tim audit.
"Pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian dan besarnya amanah yang berhasil dikelola ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen kolektif seluruh pimpinan, deputi, sekretaris utama, direktur, kepala biro, kadiv, kabag serta amil dan amilat BAZNAS. Kami bertekad untuk terus menjaga dan meningkatkan standar akuntabilitas ini ke depannya," tambahnya.
Kiai Noor menjelaskan bahwa proses audit dilakukan secara sangat komprehensif dan terperinci, mencakup seluruh realisasi pengumpulan dan penyaluran dana.
"Tim audit telah menelaah semua data dengan cermat, termasuk komposisi penerimaan zakat dan infak/sedekah. Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini mencerminkan kondisi yang sebenarnya, alamiah, dan bebas dari manipulasi apa pun. Dengan demikian, diharapkan kepercayaan publik kepada BAZNAS akan terus meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat peran kami dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan," ujar Noor.
Sejalan dengan hal tersebut, Managing Partner KAP AR Utomo, Ahmad Toha, menjelaskan bahwa Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini diterbitkan setelah melalui proses audit yang ketat dan berstandar tinggi terhadap seluruh transaksi keuangan, termasuk nilai pengumpulan dan penyaluran yang signifikan.
"Proses audit kami mematuhi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, termasuk PSAK No. 109 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah. Kami menerbitkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian setelah penelaahan mendalam selama berbulan-bulan. Kami memperoleh keyakinan memadai bahwa Laporan Keuangan BAZNAS RI bebas dari kesalahan material," jelas Ahmad Toha.
"Atas nama KAP AR Utomo, kami mengucapkan selamat kepada BAZNAS RI. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik," katanya.
BERITA23/10/2025 | Humas Baznas RI
Bersama Mendagri, BAZNAS RI Serahkan Dua Kapal Layanan Kesehatan Bergerak RSB bagi Kepulauan Sangihe dan Talaud
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan sistem pengelolaan zakat nasional melalui integrasi fikih zakat klasik dan kontemporer. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan zakat di Indonesia tetap berpijak pada prinsip syariah sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan ekonomi masyarakat modern.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH Achmad Sudrajat LC, MA, CFRM, saat menjadi narasumber dalam forum internasional bertajuk Sistem Zakat dalam Madzhab Malik: Dimensi Budaya dan Pembangunan di Tengah Tantangan Kontemporer yang digelar di Ain Defla, Aljazair, Selasa (21/10/2025).
Menurut Achmad Sudrajat, fikih zakat klasik seperti yang dikembangkan oleh Imam Syafi’i dan Imam Malik memuat prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman umat Islam, sementara fikih kontemporer membantu menyesuaikan prinsip-prinsip tersebut dengan kebutuhan dan perubahan zaman.
“Fikih klasik memberikan pijakan syar’i, sementara fikih kontemporer memberi ruang inovasi. Dengan keduanya, pengelolaan zakat bisa tetap sah secara agama tapi juga relevan dengan kondisi modern,” kata Achmad Sudrajat.
Ia menjelaskan, kajian fikih Imam Malik memiliki relevansi penting dalam konteks Indonesia yang mayoritas bermazhab Imam Syafi’i. Terdapat banyak titik temu antara kedua mazhab tersebut yang dapat memperkaya kebijakan dan praktik pengelolaan zakat di Indonesia secara kontekstual dan aplikatif.
Ia mencontohkan pandangan mazhab Imam Malik yang memperbolehkan pembayaran zakat sebelum genap satu tahun (haul) jika ada kemaslahatan. Prinsip ini sejalan dengan praktik zakat penghasilan di Indonesia yang bisa ditunaikan saat menerima pendapatan.
Achmad Sudrajat juga menyoroti perkembangan fatwa zakat kontemporer di Indonesia. Menurutnya, sejumlah keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti zakat profesi, zakat saham, zakat perusahaan, hingga zakat bagi pelaku ekonomi digital seperti youtuber dan selebgram, menunjukkan bahwa hukum Islam terus berkembang seiring dengan perubahan ekonomi dan teknologi.
"Banyak sumber penghasilan baru muncul mulai dari konten kreator, influencer, hingga pelaku ekonomi kreatif lainnya dan semua itu perlu diatur secara fikih agar zakatnya jelas dan sah. Dengan demikian, zakat bisa menjangkau sektor-sektor baru tanpa kehilangan esensi spiritual dan sosialnya,” ujar Achmad Sudrajat.
Menurut Achmad Sudrajat, integrasi antara fikih klasik dan kontemporer menjadi fondasi bagi modernisasi tata kelola zakat nasional. Melalui prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, BAZNAS berupaya memastikan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sah secara hukum Islam, tetapi juga sesuai peraturan negara dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.
Lebih lanjut, Achmad Sudrajat menyebutkan, penguatan fikih zakat kontemporer juga mendukung program strategis BAZNAS seperti Rumah Sehat BAZNAS, Desa Zakat, Santripreneur, dan BAZNAS Microfinance, dan program BAZNAS lainnya. Program-program tersebut menjadi bentuk nyata penerapan maqashid syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan potensi zakat di Indonesia yang mencapai sekitar Rp327 triliun per tahun, pedoman fikih dari mazhab Imam Malik dan Imam Syafi’i, serta fatwa-fatwa kontemporer, diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan zakat mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian,” ujar Achmad Sudrajat.
“fikih zakat klasik memberi arah, fikih zakat kontemporer memberi langkah. Bila keduanya berjalan seiring, zakat tidak hanya menjadi kewajiban individual, tetapi juga kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat,” ujarnya.
BERITA22/10/2025 | Humas Baznas RI

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
