Berita Terbaru
Zakat dan Solidaritas Sosial: Senjata Ampuh Melawan Kemiskinan
Oleh: Inayatullah A. Hasyim
Ketua LAZ Islamic Relief Indonesia.
Dalam pusaran zaman yang kian kompleks, kemiskinan tetap menjadi duri dalam daging kemanusiaan. Ia bukan hanya sekadar persoalan angka dan statistik, melainkan luka mendalam yang menggerus martabat dan, dalam tingkat yang ekstrem, dapat menggerus keyakinan. Islam memandang kemiskinan sebagai ujian sekaligus tantangan kolektif yang harus dihadapi dengan kekuatan iman, akal, dan sistem yang berkeadilan. Nabi Muhammad Saw. telah mengingatkan kita akan bahaya laten dari kemelaratan melalui sabdanya yang tajam:
"Hampir saja kemiskinan itu menjadi kekafiran." (HR. Al-Baihaqi).
Peringatan Nabi ini bukanlah hukuman bagi mereka yang tertimpa kesulitan hidup, melainkan sirene peringatan bagi segenap komunitas, terlebih para pemangku amanah, tentang efek domino yang diakibatkan oleh kemiskinan. Saat seseorang dicekik oleh kesulitan hidup yang akut, benteng imannya bisa goyah. Keputusasaan dapat menjadi gerbang menuju tindakan di luar batas, bahkan kealpaan terhadap Sang Pemberi Rezeki. Maka, membiarkan saudara sebangsa terbelit kemiskinan adalah bentuk kelalaian terhadap ancaman yang mengintai fondasi akidah umat.
Gema peringatan Nabi ini bergaung lantang dalam ucapan Sang Pelindung Kaum Mustadh'afin, Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah, yang dengan semangat membara menyatakan:
"Seandainya kemiskinan itu adalah seorang manusia, niscaya akan aku bunuh dia."
Ini adalah deklarasi perang. Sebuah tekad bulat untuk tidak berkompromi dengan musuh kemanusiaan yang bernama kemiskinan. Ali melihat kemiskinan sebagai lawan yang harus dihadapi dan dikalahkan, bukan ditakuti atau diratapi. "Membunuh" kemiskinan berarti membangun peradaban yang memanusiakan manusia, mengembalikan hak mereka untuk hidup layak, dan memberdayakan potensi mereka yang terpasung. Dalam konteks kekinian, ini diterjemahkan sebagai komitmen total untuk menata ulang sistem ekonomi yang timpang, memperkuat jaring pengaman sosial, dan memastikan akses keadilan bagi semua.
Lalu, bagaimanakah Islam merancang strategi ofensif untuk "membunuh" kemiskinan ini? Di sinilah kita menyelami kedalaman fikih zakat dan solidaritas sosial yang menjadi pilar ekonomi Islam. Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawi, dalam karyanya yang monumental, "Daur al-Qiyam wa al-Akhlaq fi al-Iqtishad al-Islami" (Peran Nilai dan Moral dalam Ekonomi Islam), dengan cermat menjelaskan hakikat zakat yang sesungguhnya. Beliau menulis:
"Maka zakat itu bukanlah sedekah sukarela, bukan pula pemberian yang bersifat pilihan. Ia adalah hak yang diwajibkan, sebuah kewajiban yang pasti, yang disyariatkan oleh (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, untuk hikmah-hikmah yang agung dan kemaslahatan yang besar. Di dalamnya terdapat penyucian bagi jiwa orang-orang kaya dari sifat pelit dan kikir, dan di dalamnya pula terdapat pembersihan bagi jiwa orang-orang miskin dari rasa dendam dan iri hati. Serta, di dalamnya terdapat penguatan bagi ikatan persaudaraan antara berbagai lapisan masyarakat."
Kutipan Al-Qardhawi ini menerangi jalan. Zakat bukan sekadar ritual pemindahan harta, melainkan sebuah rekayasa sosial-ilahiah yang brilian. Ia adalah instrumen aktif untuk melakukan redistribusi kekayaan secara sistematis, mencegah penumpukan kapital (QS. Al-Hasyr: 7), dan pada saat yang bersamaan, melakukan terapi spiritual bagi kedua belah pihak: si kaya dan si miskin. Zakat membersihkan hati yang kaya dari karat cinta dunia dan membersihkan hati yang miskin dari api dengki. Pada akhirnya, ia merajut benang-benang persaudaraan yang mungkin putus akibat kesenjangan.
Namun, bagi Al-Qardhawi, zakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan sistem ekonomi yang beretika. Ekonomi Islam bukanlah ekonomi bebas nilai, melainkan ekonomi yang digerakkan oleh nilai-nilai luhur seperti keadilan, amanah, dan kepedulian. Konsep 'iffah (menjaga kehormatan) mendorong si miskin untuk berusaha mandiri, sementara konsep sakh?' (kedermawanan) dan mas'uliyyah (tanggung jawab) mendorong si kaya untuk bergerak aktif mengentaskan kemiskinan.
Dalam konteks Indonesia, potensi zakat, infak, dan sedekah adalah lautan ketakwaan yang belum sepenuhnya digali. Dengan populasi muslim terbesar di dunia, jika kesadaran berzakat dikelola dengan profesionalitas dan integritas tinggi, dana yang terkumpul akan menjadi modal sosial yang dahsyat. Dana ini harus dialihkan dari pola karitatif yang bersifat temporer menuju pendekatan pemberdayaan yang transformatif: membuka akses pendidikan dan kesehatan, menyediakan modal usaha bagi sektor riil, dan melatih keterampilan yang dibutuhkan zaman.
Oleh sebab itu, perang melawan kemiskinan adalah jihad peradaban. Ia memerlukan tiga senjata utama: pertama, senjata spiritual dengan menghidupkan kesadaran akan bahaya kemiskinan dan keutamaan solidaritas. Kedua, senjata sistemik dengan memperkuat lembaga zakat dan wakaf menjadi lembaga modern yang transparan dan berdaya dampak. Ketiga, senjata kebijakan dengan memastikan negara hadir menciptakan ekosistem yang adil, di mana kesenjangan dapat dipersempit dan mobilitas sosial terbuka lebar.
Dengan merenungkan hadis Nabi, meneladani semangat Ali bin Abi Thalib, dan mendalami pandangan Syaikh Al-Qardhawi, kita diingatkan bahwa membunuh kemiskinan adalah tugas suci kita bersama. Zakat dan solidaritas sosial adalah senjata ampuh warisan Nabi yang terbukti keandalannya. Mari bergabung bersama Islamic Relief, sebuah Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Agama untuk menjadi bagian dari pengentasan kemiskinan tersebut. Kami punya beragam program, antara lain, Islamic Ultra Poor Graduation yang diharapkan bisa menjadi wasilah mengangkat orang dari kubangan kemiskinan. Hanya dengan cara seperti itulah kita dapat mewujudkan masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur — negeri yang baik dan mendapat ampunan Tuhan.
Wallahu a'lam bish-shawab.
BERITA03/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Zakat melalui Program ZCD untuk Pemberdayaan Kelompok Mustahik Hortikultura
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi umat melalui penyaluran bantuan zakat produktif. Kali ini, bantuan disalurkan melalui program Zakat Community Development (ZCD) kepada kelompok mustahik di sektor hortikultura.
Program ZCD ini menyasar masyarakat kurang mampu yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan, seperti sayuran tomat, cabai, kacang panjang dan komoditas lokal lainnya. Ketua BAZNAS Kutim menyampaikan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik, agar mereka dapat naik kelas menjadi muzaki di masa depan, minimal menjadi orang yang berinfak atau munfik.
Program ZCD BAZNAS menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi instrumen penting dalam pembangunan ekonomi umat. Dengan pendekatan komunitas dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan para mustahik tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga mampu tumbuh secara ekonomi dan sosial.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Rehab Rumah
Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dengan salah satu agendanya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung program penanggulangan kemiskinan, telah disalurkan bantuan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Muara Ancalong dan Kombeng. Program ini bertujuan untuk membantu khususnya lansia yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang tidak layak huni agar dapat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.Terimakasih seluruh Muzaki dan untuk pemerintah setempat yang telah membantu melakukan penyerahan dan mendampingi proses rehab yang akan berlangsung selama 40 hari ke depan.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Siapkan ICONZ ke-9 sebagai Pusat Inovasi dan Kolaborasi Zakat Dunia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mematangkan persiapan penyelenggaraan International Conference on Zakat (ICONZ) ke-9. Forum tahunan ini akan menjadi ajang strategis untuk memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mendorong pengembangan filantropi, serta meningkatkan kesejahteraan umat di tingkat global.
International Conference on Zakat (ICONZ) ke-9 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Desember 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia.
ICONZ ke-9 yang bertema “Penguatan Kebijakan dan Inovasi Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat” akan mempertemukan pemangku kepentingan zakat, filantropi, dan akademisi dari berbagai negara. Melalui forum ini, diharapkan lahir terobosan baru yang memperkuat kontribusi zakat dalam mengatasi persoalan kemiskinan dunia.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menilai ICONZ sebagai forum yang konsisten berkontribusi dalam penguatan khazanah keilmuan zakat.
“ICONZ telah dirancang sejak beberapa tahun lalu dan kini memasuki penyelenggaraan ke-9. Hasilnya luar biasa, sepanjang perjalanan itu, forum ini berhasil melahirkan banyak gagasan besar dan menjadikan Indonesia bagian penting dalam kajian zakat, infak, dan sedekah di tingkat global,” kata Kiai Noor dalam sambutannya pada Road to ICONZ ke-9 yang digelar virtual dan disiarkan di kanal YouTube BAZNAS TV, Kamis (2/10/2025).
Kiai Noor menegaskan empat poin utama dari ICONZ ke-9. Pertama, forum ini menjadi wadah penggalian ilmu zakat dari berbagai perspektif. Kedua, ICONZ membuka ruang untuk memperkuat hubungan antarnegara yang memiliki organisasi zakat. Ketiga, forum ini diharapkan memperluas kerja sama dengan filantropi global, tidak terbatas pada negara berpenduduk muslim.
"Dengan demikian, ICONZ tidak membatasi peserta hanya dari negara-negara yang memiliki organisasi zakat, tetapi juga bisa mengundang filantropi global lainnya. Kita tahu bahwa saat ini banyak filantropi berkembang di negara-negara Barat, misalnya Bill Gates dan lainnya. Harapan kami, ICONZ dapat bekerja sama dan melibatkan mereka dalam aksi-aksi kemanusiaan maupun filantropi internasional," jelasnya
Lebih lanjut, Kiai Noor menyebut poin keempat yakni memastikan misi ICONZ ke-9 berjalan dengan semangat kebersamaan. Termasuk di dalamnya aksi kemanusiaan untuk Palestina maupun negara lain yang membutuhkan. “Zakat untuk dunia, bukan hanya untuk dunia Islam,” tegasnya.
Ia menambahkan, perubahan sosial yang cepat, perkembangan teknologi disruptif, serta tuntutan akuntabilitas dan transparansi yang semakin tinggi, menuntut pengelolaan zakat dilakukan dengan cara yang lebih modern.
“Inovasi adalah kunci, dan kolaborasi adalah bahan bakarnya. Untuk itu BAZNAS menginisiasi forum ini sebagai rumah besar, Laboratorium Manajemen Zakat (LMZ),” ujarnya.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir rekomendasi kebijakan inovatif yang memperkuat tata kelola zakat nasional, terjalin kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah, dan lembaga zakat, meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan zakat yang modern dan profesional, serta menjadi jembatan untuk mempromosikan ICONZ ke-9 sebagai ajang kolaborasi global dan pusat inovasi zakat dunia,” ujar Kiai Noor.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, SE., M.Ec., menegaskan, posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menjadikan forum ini sangat penting.
“Kehidupan perzakatan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Zakat yang terkumpul dari umat Islam bisa berdampingan dengan rencana anggaran belanja pemerintah nasional dalam mensejahterakan masyarakat,” katanya.
Zainulbahar menargetkan agar zakat dapat berkontribusi lebih signifikan dalam pengentasan kemiskinan. “Harapan kita, dengan langkah-langkah baru, jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia yang kini sekitar 2 juta orang dapat dientaskan pada 2030, sehingga menuju Indonesia Emas 2045, tingkat kemiskinan bisa 0 persen,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si., menegaskan zakat memiliki posisi strategis dalam pembangunan sosial nasional.
Ia menekankan, strategi percepatan pengentasan kemiskinan memerlukan sinergi semua pihak, baik APBN, APBD, maupun filantropi. Bantuan sosial dipandang hanya sebagai intervensi sementara, sementara program pemberdayaan menjadi kunci agar masyarakat miskin bisa naik kelas.
"Pengelolaan zakat nasional memberi dampak nyata. Pada 2024, jumlah mustahik yang berhasil keluar dari kemiskinan meningkat 133 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini memperlihatkan potensi zakat yang dihimpun dengan baik dapat membawa perubahan besar," ucapnya.
BERITA02/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Pangan bagi Penyintas Kebakaran di Tamansari Jakarta Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, pendirian tenda pelayanan dapur air, hingga penyediaan air mineral untuk warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin (30/9/2025) malam itu menghanguskan pemukiman padat penduduk. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik dari sebuah kipas angin. Akibat musibah tersebut, sebanyak 316 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.256 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.
Menanggapi kejadian tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menyampaikan rasa keprihatinannya. Ia menegaskan, BAZNAS hadir untuk membantu meringankan beban para korban melalui aksi nyata di lapangan.
“BAZNAS hadir melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk meringankan beban para korban kebakaran. Bantuan ini adalah wujud kepedulian umat yang disalurkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Kami berharap, apa yang diberikan bisa membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Saidah mengatakan, dalam kondisi darurat seperti kebakaran, penyediaan minuman dan makanan siap saji sangat diperlukan bagi para pengungsi. Karena itu, lanjutnya, BAZNAS mengutamakan bantuan pangan cepat dan praktis sebagai langkah awal dalam mendampingi warga yang terdampak.
"Kebutuhan air dan makanan siap saji tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga dapat dirancang agar tetap mengandung nutrisi yang seimbang," jelas Saidah
Menurutnya, selama masa pengungsian, ketersediaan pangan sangat terbatas di lokasi kejadian. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian utama BAZNAS dalam penyaluran bantuan di lokasi bencana.
Ia menambahkan, Tim BTB BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat kelurahan, serta pihak terkait untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif. “Kolaborasi ini penting agar masyarakat terdampak segera mendapatkan hak mereka dengan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
“Bencana ini bukan hanya menghilangkan rumah, tapi juga harapan dan sumber penghidupan. BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir menjadi bagian dari solusi agar masyarakat terdampak bisa segera pulih,” ucap Saidah.
Hingga kini, penanganan korban kebakaran masih terus berjalan, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Bersama MBAStack Limited Distribusikan Paket Logistik Keluarga untuk Masyarakat Ekonomi Rentan di Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama mitra MBAStack Limited (Singkatan: MBA) menyalurkan bantuan kepada 100 keluarga rentan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi sulit secara ekonomi.
Saidah menjelaskan, bantuan tersebut diberikan untuk masyarakat rentan di wilayah Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Sasaran utama adalah keluarga dengan penghasilan tidak tetap serta kelompok yang terdampak langsung akibat melemahnya daya beli masyarakat.
“Paket Logistik Keluarga ini juga kami distribusikan di Kampung Pemulung, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Lokasi ini dipilih karena banyak warganya yang berprofesi sebagai pemulung, dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu,” ucap Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Saidah menjelaskan, penerima bantuan di Kampung Pemulung didominasi oleh janda, yatim piatu, dan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan dari BAZNAS benar-benar sampai kepada mereka yang sangat membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita,” ucapnya.
Saidah juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada MBA yang telah bersinergi dengan BAZNAS. “Mudah-mudahan kerja sama ke depan dapat terus berlanjut dan berkembang.”
Sementara itu, perwakilan MBA Tuan Stephen Francis menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan BAZNAS dalam program ini. Menurutnya, kerja sama ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara lembaga dan mitra mampu menghasilkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. “Kami merasa senang dapat ikut berkontribusi dalam upaya membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
“Kami berharap masyarakat yang menerima bantuan bisa merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan ingin melihat mereka bangkit,” ungkapnya.
Selain itu, pihak MBA juga menegaskan kolaborasi sosial semacam ini akan terus mereka dorong di masa depan. “Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan BAZNAS dalam program-program pemberdayaan yang berkesinambungan, sehingga manfaatnya bisa lebih luas dan dirasakan oleh masyarakat rentan di berbagai wilayah,” jelasnya.
BERITA02/10/2025 | Humas Baznas RI
Kerahkan BTB ke Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, BAZNAS RI Salurkan Bantuan Rp300 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengerahkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan menyalurkan bantuan senilai Rp300 juta untuk membantu rekonstruksi ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Peristiwa tragis itu terjadi saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah. Di saat bersamaan, tengah berlangsung pengecoran lantai atas bangunan musala. Diduga beban berlebih menyebabkan konstruksi tidak mampu menahan tekanan hingga akhirnya runtuh.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut dan menegaskan, BAZNAS akan hadir mendampingi pesantren dalam masa darurat hingga pemulihan.
“Peristiwa ini sangat mengguncang, apalagi terjadi di tengah ibadah. Kami hadir langsung ke lokasi sebagai bentuk empati dan komitmen BAZNAS untuk mendampingi para korban dan pihak pesantren. Bantuan awal Rp300 juta kami salurkan hari ini, dan Tim BTB sudah bergerak sejak awal kejadian,” ujar Noor Achmad saat mengunjungi Musala Ponpes Al Khoziny, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, tenaga medis, dan relawan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan optimal.
“Fokus utama kami saat ini adalah membantu penyelamatan dan penanganan korban luka-luka. Selanjutnya, kami akan pastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan pesantren dan para santri,” tambahnya.
Kiai Noor juga menegaskan pentingnya penerapan standar keamanan dalam pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan. Menurutnya, keselamatan para santri harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembangunan.
“Meskipun demikian, kita tidak menyalahkan siapapun atas musibah tersebut karena pembangunan pesantren seringkali berjalan karena semangat keberaamaan yang besar,” tegas Kiai Noor.
“Kami ikut belasungkawa yang mendalam atas wafatnya korban dan semoga korban yang masih tertimbun dapat segera dievakuasi dalam keadaan selamat, dan kami berharap keluarga yang ditinggalkan dapat sabar dan tawakal,” ucapnya.
Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., beserta jajaran.
BERITA01/10/2025 | Humas Baznas RI
Label Taat Zakat BAZNAS RI Perkuat Reputasi Perusahaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Fundraising Forum kembali memperkenalkan label “Taat Zakat” sebagai apresiasi bagi perusahaan yang menunaikan zakat. Label ini diharapkan mampu memperkuat reputasi dan kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Acara yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (30/9/2025), diikuti 100 mitra zakat perusahaan, regulator, asosiasi, hingga praktisi zakat, dengan berfokus diskusi pada aspek regulasi, fikih, dan muamalah zakat perusahaan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menjelaskan BAZNAS berperan sebagai fasilitator sekaligus katalisator dalam pengelolaan zakat perusahaan. Ia juga memperkenalkan label “Taat Zakat” sebagai bentuk apresiasi bagi perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
“Konsepnya mirip label halal. Kalau label halal menandakan produk bersih dan baik, label Taat Zakat menunjukkan perusahaan bersih secara syariah karena telah dibersihkan dengan zakat. Dari hasil riset kami, label ini berdampak positif bagi perusahaan, mulai dari peningkatan branding, kepercayaan publik, reputasi, hingga manfaat perpajakan,” jelas Rizaludin.
Rizaludin menjelaskan, label Taat Zakat tersebut berlaku satu tahun dan memuat logo BAZNAS beserta nomor khusus yang dapat ditampilkan perusahaan di berbagai media promosi.
“Label ini tidak dijual. Perusahaan yang menunaikan zakat berapapun itu jumlahnya, baik Rp10 juta maupun ratusan miliar tetap mendapat label yang sama. Tujuannya untuk menegaskan bahwa zakat adalah gaya hidup korporasi sekaligus pelindung harta,” ujarnya.
Selain itu, Rizaludin menjelaskan, zakat perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS dapat diarahkan sesuai preferensi perusahaan. “Mau untuk Papua, atau daerah lain, semua bisa. BAZNAS punya jaringan 34 provinsi dan 450 kabupaten/kota. Jadi zakat benar-benar bisa disalurkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Melalui forum ini, lanjut Rizaludin, BAZNAS berharap terjalin kolaborasi yang semakin solid dalam pengelolaan zakat perusahaan. Dengan demikian, zakat tidak hanya memperkuat kepedulian sosial, tetapi juga mendorong tercapainya kesejahteraan umat.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menekankan pentingnya kesadaran perusahaan dalam menunaikan zakat. Menurutnya, zakat tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem korporasi atau perusahaan.
"BAZNAS selalu memberikan support kepada teman-teman terutama korporasi dalam menunaikan zakat perusahaannya karena dana zakat yang disalurkan akan memperkuat ekosistem perusahaan," kata Saidah
Lebih lanjut, Saidah mencontohkan praktik zakat yang dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui BAZNAS, zakat BSI telah memberikan beasiswa kepada 5.000 calon pemimpin muda Indonesia. “Artinya, zakat tidak hanya bermanfaat bagi mustahik, tetapi juga memperkuat perusahaan itu sendiri karena bisa merekrut talenta terbaik yang lahir dari dana zakat,” tambahnya.
Saidah menegaskan, BAZNAS berkomitmen memastikan dana zakat perusahaan terkelola secara aman dari sisi syariah, regulasi, maupun keberlanjutan bisnis.
“Program-program yang ada di BAZNAS terbuka untuk kolaborasi dengan zakat-zakat perusahaan. Kami pastikan zakat aman syar`i, aman regulasi, aman NKRI, dan juga aman untuk korporasi. Jadi zakat berdampak ini akan memberikan dampak secara pribadi maupun korporasi,” kata Saidah.
Pada kesempatan tersebut, Ahli Fikih Zakat dan Muamalah, Ustaz Oni Sahroni, yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya perusahaan memahami tata cara perhitungan zakat.
“Pertama, tentukan waktu berzakat, biasanya mengikuti periode akuntansi perusahaan. Kedua, hitung total aset dan pisahkan dana yang tidak wajib dizakati, misalnya wakaf atau dana dari non-muslim. Kalau mencapai nisab setara 85 gram emas, wajib dizakati 2,5 persen,” ujar Ustaz Oni.
Oni menekankan, zakat perusahaan adalah kewajiban syariah yang tak bisa ditunda. “Baik di sektor riil maupun pasar modal, selama aktivitasnya halal dan memenuhi kriteria, wajib zakat,” tegasnya.
BERITA01/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Stimulan Pendidikan Anak Kurang Mampu
BAZNAS Kutai Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyaluran bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Alhamdulillah bantuan yang diberikan adalah pelunasan biaya sekolah yang menunggak dikarenakan tidak cukupnya penghasilan keluarga. Program ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan yang layak.
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Penyerahan Bantuan Produktif Kepada Mustahik
Para mustahik setelah dilakukan survei satu-persatu, kemudian mereka dikumpulkan untuk diberikan pengarahan terkait pemanfaatan zakat, kejujuran dan keistiqomahan beribadah oleh Ketua BAZNAS Kutim Bapak Drs. KH. Masnip Sofwan. Bantuan disalurkan kepada 18 warga yang masuk kategori asnaf miskin atau kurang mampu namun memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk dapat mengembangkan usaha dan terus menjalankannya khususnya di daerah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.Tak lupa mendoakan pula para Muzakki yang telah menyetorkan zakat melalui BAZNAS Kutai Timur agar selalu diberikan kesehatan dan keberkahan rezeki. aamiin
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Umumkan Juara Kompetisi Santripreneur Digital Marketing Haji dan Umrah 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menutup kegiatan Bootcamp Santripreneur Kompetisi Digital Marketing Travel Haji dan Umrah 2025, serta mengumumkan peserta terbaik kompetisi tersebut, yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jawa Barat, Senin (29/9/2025).
Adapun tiga peserta terbaik Boothcamp Santripreneur Digital Marketing Haji dan Umrah BAZNAS RI 2025, juara pertama diraih oleh Haflatus Zahroh dari Pondok Pesantren Al-Muqri Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, posisi kedua ditempati oleh Wardah dari Pondok Pesantren Daru Tahfizh Al Qur’an Assyifa, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dan juara ketiga diraih oleh Siti Nur’azizah dari Pondok Pesantren Nurul Hasanah, Kabupaten Lebak, Banten.
Ketiga peserta terbaik Santripreneur BAZNAS 2025 tersebut mendapatkan bantuan modal usaha, pelatihan intensif melalui bootcamp serta pendampingan usaha.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., memberikan apresiasi kepada para peserta Santripreneur BAZNAS 2025. Menurutnya, program Santripreneur bukan hanya sebatas kompetisi, melainkan wadah untuk melahirkan wirausaha santri yang siap berkembang dan menjadi role model bagi ekosistem ekonomi pesantren.
"Tahun 2025, BAZNAS membuka kesempatan bagi 300 santripreneur dari tiga klaster utama, yakni travel haji dan umrah, peternakan, serta industri kreatif. Dari klaster travel haji dan umrah, tercatat ada 100 penerima manfaat yang berasal dari 94 pondok pesantren di 15 provinsi dan 65 kabupaten/kota," jelas Achmad.
Ia menambahkan, sejak 2022 program Santripreneur telah memberikan manfaat kepada 1.205 santri dan alumni di 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota. Para peserta mengembangkan usaha di berbagai bidang, mulai dari jasa, kuliner, industri kreatif, pertanian, hingga travel haji dan umrah.
“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari syiar zakat, membangun kemandirian pesantren, serta memperkuat peran santri dalam ekosistem ekonomi nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Penyusunan Strategi dan Tata Kelola pada Deputi Bidang Pengawasan, Pemantauan, dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji, Badan Penyelenggara Haji RI, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menilai program Santripreneur BAZNAS sangat relevan dengan besarnya potensi ekonomi haji dan umrah di Indonesia.
Ia menyampaikan, nilai ekonomi haji mencapai sekitar Rp30 triliun, sementara umrah jauh lebih besar hingga Rp600 triliun per tahun. "Ini peluang yang luar biasa, tapi masih banyak ruang kosong yang belum kita isi,” kata Chandra.
Melalui program ini, menurut Chandra, BAZNAS ikut membangun generasi muda yang mandiri dan mampu mengisi ruang-ruang tersebut. “Santri bisa menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih kuat,” tambahnya.
Chandra juga menyinggung peran ekonomi digital yang mulai digerakkan kembali sejak 2023. Menurutnya, langkah ini diharapkan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan Kementerian Haji, serta mendorong pemberdayaan santri secara optimal.
Pada kesempatan tersebut, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Bekasi, KH. Munib Maksum, turut mengapresiasi terselenggaranya program Santripreneur BAZNAS.
“Saya bangga BAZNAS mengadakan acara ini, terlebih karena melibatkan santri pada klaster haji dan Umrah. Kami juga bersyukur Asrama Haji Bekasi masih dipercaya untuk menjadi bagian dari program ini,” kata Munib.
Lebih lanjut, Munib mengatakan, santri penghafal Al-Qur’an tentu menjaga hafalan 30 juznya, tetapi jika tidak didukung dengan ekonomi yang memadai, akan menemui kesulitan. "Ini menjadi tantangan kita bersama," ucapnya.
Munib berharap, dengan adanya program Santripreneur, para santri bisa sukses sebagai pengusaha yang mampu menjaga akidah Islam dengan kuat, bisa menciptakan lapangan kerja, sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat.
BERITA29/09/2025 | Humas Baznas RI
Bersama Mensos RI, BAZNAS Resmikan Bantuan Masjid Cahaya Zakat dan ZCorner di Kampung Nelayan Indramayu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sosial RI meresmikan Masjid Cahaya Zakat dan ZCorner di kawasan Kampung Nelayan Sejahtera, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (29/9/2025).
Masjid Cahaya Zakat dibangun sebagai sarana spiritual di Kampung Nelayan Sejahtera, dan ZCorner hadir sebagai sentra kuliner dan usaha kreatif berbasis pemberdayaan mustahik, yang terdampak banjir rob.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya fasilitas pemberdayaan masyarakat ini.
“Alhamdulillah tadi saya masuk agak kaget, saya tidak menduga kalau hasilnya seperti ini. Dari sana ada Masjid Cahaya Zakat, kemudian juga ada halaman untuk para lansia, sebelahnya ada ZCorner yang di situ sudah dilaporkan oleh Ibu Dirjen ada banyak penjual dari para penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ZCorner akan menjadi sarana penting bagi penguatan ekonomi mustahik.
“Kalau nanti jamaah Masjid Cahaya Zakatnya bagus, akan kita kasih BAZNAS microfinance berbasis masjid, satu masjid Rp150 juta dialokasikan untuk pelaku usaha mikro kecil. Jadi kalau 150 juta dibagi 5 jutaan berarti 30 orang, kalau 3 jutaan berarti 50 orang. Inilah cara kita agar jamaah kuat, ekonomi mustahik tumbuh, dan ke depan mereka bisa menjadi muzaki,” tegasnya.
Pada program ini, BAZNAS memberikan kontribusi sebesar Rp5.030.497.000. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan Masjid Cahaya Zakat Rp2,4 miliar, Sentra UMKM Rp675 juta, serta upah tukang pembangunan rumah Rp1,9 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menekankan bahwa keberadaan ZCorner adalah simbol kolaborasi untuk memulihkan ekonomi pesisir.
“Bencana rob di Indramayu telah lama menjadi tantangan. Kehadiran ZCorner dan Kampung Nelayan Sejahtera ini adalah bukti kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, BAZNAS, dan mitra lainnya. Saya berharap fasilitas ini dijaga, karena ini adalah berkah sekaligus amanah,” ujarnya.
Hal ini pun disambut baik oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Ia turut memberikan apresiasi atas dukungan nyata Kementerian Sosial dan BAZNAS.
“Indramayu, khususnya Eretan, adalah wilayah yang kerap dilanda banjir rob. Kehadiran Masjid Cahaya Zakat, ZCorner, dan program Kampung Nelayan Sejahtera ini sangat membantu warga kami. Pemda siap mendukung dan menyiapkan lahan tambahan bila program ini diperluas,” ucapnya.
ZCorner di Kampung Nelayan Sejahtera diharapkan menjadi motor baru bagi kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan.
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, M.A., Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI Mira Riyati Kurniasih, serta Deputi II Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA29/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Berikan Layanan Kesehatan Gratis dan Edukasi PHBS bagi Pelajar di Sidoarjo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Al Chusnaini Sidoarjo melaksanakan kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemeriksaan kesehatan bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ihsan, di Desa Damarsih, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri sekaligus menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar. Sebanyak 712 siswa mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 347 siswa laki-laki dan 365 siswa perempuan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kesehatan generasi muda. Menurutnya, perhatian pada kesehatan anak sejak usia sekolah menjadi fondasi penting bagi pembangunan generasi mendatang.
"BAZNAS berupaya memberikan layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat secara luas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (29/9/2025).
"Dari hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan penyakit yang paling banyak diderita siswa yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), GERD (penyakit asam lambung), dan myalgia (nyeri otot)," kata Saidah.
"Selain pemeriksaan medis, para siswa juga mendapatkan penyuluhan mengenai praktik hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan mencuci tangan dengan benar dan menjaga pola makan. Edukasi ini diberikan kepada seluruh peserta dengan harapan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah," ujar Saidah.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Saidah menyampaikan, BAZNAS juga membagikan paket PHBS berupa sabun cuci tangan kepada 712 siswa. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh dokter RSB Al Chusnaini bersama perwakilan guru MI Al Ihsan.
Menurut Saidah, kolaborasi dengan sekolah menjadi langkah strategis dalam menjangkau kelompok usia anak. “Kami berharap kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan ini bisa terus diperluas, sehingga semakin banyak siswa yang mendapat manfaat layanan kesehatan dari BAZNAS,” katanya.
Lebih lanjut, Saidah menyampaikan, kegiatan serupa akan terus digalakkan oleh BAZNAS sebagai bagian dari program pendayagunaan zakat di bidang kesehatan dalam peningkatan kualitas kesehatan.
"Dengan adanya penyuluhan PHBS dan pemeriksaan kesehatan ini, kami berharap para siswa MI Al Ihsan semakin teredukasi dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih serta menjaga kesehatan, baik di sekolah maupun di rumah," ucap Saidah.
RSB merupakan program nasional yang diinisiasi oleh BAZNAS dengan tujuan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Hingga saat ini Program Rumah Sehat BAZNAS telah beroperasi di 25 titik yang tersebar di 16 provinsi seluruh Indonesia. BAZNAS juga tengah membangun enam Rumah Sehat BAZNAS baru di Provinsi Jambi, Sulawesi Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Gorontalo.
BERITA29/09/2025 | Humas Baznas RI
Pengarahan Kepada Mustahik Penerima Bantuan
SANGATTA - 29 September 2025 Para mustahik setelah dilakukan survei satu-persatu, kemudian mereka dikumpulkan untuk diberikan pengarahan terkait pemanfaatan zakat dan keistiqomahan dalam ibadah, dan menjelaskan terkait salah satu program BAZNAS berupa bantuan produktif agar dapat memberdayakan ekonomi secara mandiri sehingga manfaat berdampak panjang. Salah satu program produktif kami berbentuk modal usaha, bantuan alat produksi atau keterampilan yang memungkinkan Mustahik (penerima zakat) dapat memiliki pendapatan secara berkelanjutan yang langsung disampaikan oleh Bapak Drs. KH. Masnip Sofwan selaku Ketua BAZNAS Kabupaten Kutai Timur. Kemudian, ditutup dengan bersama-sama membacakan doa untuk para Muzakki yang telah menyetorkan zakat sehingga BAZNAS Kutai Timur bisa menyalurkan bantuan untuk berbagai .
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Mendukung Sidang Isbat Kecamatan Batu Ampar
Tim BAZNAS Kabupaten Kutai Timur yang diwakili Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Moh Abdullah, S.Pd.I., M.Pd. dan Kepala Pelaksana, Lukman Affandi, S.H.I., M.H. bersama Tim Pengadilan Agama Sangatta mendampingi sidang isbat nikah di Kecamatan Batu Ampar yang diikuti oleh ratusan pasangan warga setempat yang belum secara resmi menikah maupun secara resmi bercerai. Apabila pasangan yang menikah secara sirih atau tidak resmi itu memiliki anak nantinya akan sulit untuk menempuh pendidikan, dikarenakan tidak dapat membuat akte kelahiran yang mana adalah berkas wajib saat pendaftaran sekolah.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Pengobatan Penyakit Kulit
Sangatta – BAZNAS Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan. Pada Kamis, 25 September 2025 BAZNAS Kutim menyalurkan bantuan kesehatan kepada salah satu warga kurang mampu Kecamatan Sangkulirang atas nama ibu Wahidah yang menderita penyakit kulit di seluruh tubuhnya.
Kepala Desa Benua Baru Ulu, Sangkulirang Bapak Faturrahman menginformasikan bahwa ada warganya yang sangat memerlukan bantuan pengobatan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan ekonomi dalam menjalani pengobatan.
Ketua BAZNAS Kutim menyampaikan bahwa program bantuan kesehatan ini merupakan salah satu prioritas dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun sebagian besar dari ASN/P3K, pegawai swasta, pengusaha maupun aghnia.
"Kami tidak hanya fokus pada bantuan pendidikan atau ekonomi, tapi juga sangat peduli terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Banyak warga yang tidak mampu berobat karena kendala biaya. Di sinilah BAZNAS hadir sebagai solusi," ujarnya.
Penerima bantuan, yang telah lama menderita penyakit kulit dan tidak mampu menjalani pengobatan secara maksimal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap dengan pengobatan yang lebih layak, kondisinya bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Tim BAZNAS Kutim juga berkoordinasi dengan kepala desa agar memastikan pasien mendapatkan perawatan sesuai prosedur medis.
Dengan penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kutim berharap dapat meringankan beban keluarga mustahik dan meningkatkan kualitas hidup, khususnya di sektor kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar setiap individu.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Perluas Dakwah Inklusif Lewat Pengajaran Al-Qur’an Isyarat di SLB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan kegiatan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2024 di SLBN 4 Koja, Jakarta Utara.
Kegiatan ini diikuti oleh 52 murid tuna rungu dari tingkat SD hingga SMA, dengan pendampingan langsung oleh Ust. Achmad Mubarok, S.Pd.I., alumni Program ToT BAZNAS di Yayasan Pesantren Bina Cendekia, Jakarta. Turut hadir Wakil Kepala Sekolah SLBN 4, Nur Asiah, S.Pd., serta perwakilan Divisi Dakwah Pendidikan BAZNAS RI.
Pengimbasan ini menjadi langkah nyata BAZNAS dalam memperluas jangkauan dakwah inklusif, agar pembelajaran Al-Qur’an dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas rungu.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. menyatakan, pengembangan program ini didorong oleh kepedulian terhadap akses pembelajaran agama yang adil dan menyeluruh bagi semua kalangan.
“Kami ingin memastikan hak untuk belajar Al-Qur’an tidak berhenti di batas kemampuan fisik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong lahirnya ruang-ruang pembelajaran yang ramah bagi difabel, agar mereka pun bisa tumbuh sebagai generasi Qur’ani,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/8/2025).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, terdapat lebih dari 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia, dan sekitar 1,8 juta di antaranya adalah penyandang tuna rungu. Angka ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan akan pendidikan Islam yang inklusif sangat mendesak.
Mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari), Saidah menyampaikan, inisiatif ini adalah bagian dari semangat BAZNAS dalam memperluas syiar dakwah yang menyentuh semua kalangan, tanpa terkecuali.
Saidah memaparkan, sejak digulirkan pada tahun 2024, Program ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat telah menjangkau 34 titik di 28 provinsi, dengan total peserta mencapai 1.036 orang.
“Para peserta terdiri dari guru SLB, komunitas difabel, serta guru agama yang memiliki kepedulian terhadap penyebaran ilmu Al-Qur’an di kalangan difabel,” jelasnya.
“Kami berharap, program ini tidak hanya berhenti di ruang kelas. Tapi menjadi gerakan dakwah yang menumbuhkan kepedulian dan kesetaraan dalam pendidikan Islam,” tambah Saidah.
BAZNAS RI akan terus mendorong pelibatan masyarakat dalam mendukung dakwah inklusif melalui zakat, infak, dan sedekah. Program ini menjadi salah satu wujud dari peran zakat dalam membangun peradaban yang adil, terbuka, dan penuh kasih sayang.
BERITA23/09/2025 | Humas Baznas RI
Bupati Kutai Timur Lepas Penerima Beasiswa BAZNAS Kutim di IAI SEBI
Sangatta, 22 September 2025 malam hari Bupati Kutai Timur secara resmi melepas keberangkatan para penerima Beasiswa S1 BAZNAS Kutai Timur yang akan melanjutkan studi di Institut Agama Islam (IAI) SEBI, Depok. Acara pelepasan ini berlangsung khidmat di Kantor BAZNAS Kutim tepatnya di Halaman Masjid Agung Bukit Pelangi. Acara dihadiri oleh Bupati Kutai Timur, pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kutim serta orang tua/wali mahasiswa.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa sebagian besar dana yang digunakan bersumber dari zakat para ASN/P3K, beliau juga mengapresiasi dan mendukung penuh terhadap program beasiswa yang digagas BAZNAS Kutim. Ia berharap para penerima beasiswa dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan menjadi duta daerah yang membanggakan.
"Dana ini berasal dari para pegawai negeri sipil dan pegawai kontrak atau P3K yang disetorkan 2.5% tiap bulannya. Sehingga mampu memberikan kepada masyarakat baik kategori miskin yang termasuk lansia, anak yatim-piatu ataupun pondok-pondok pesantren. Kerjasama BAZNAS Kutim dan SEBI sudah cukup lama, kami sangat bangga dan mendukung penuh anak-anak Kutai Timur yang berjuang menuntut ilmu hingga ke luar daerah. Semoga sepulangnya nanti, mereka mampu membawa perubahan positif bagi daerah," ujar Bupati dalam sambutannya.
Usai acara pelepasan, para mahasiswa secara resmi diberangkatkan menuju IAI SEBI di Bekasi dan Depok. Keberangkatan mereka diantar langsung oleh tim dari BAZNAS Kutai Timur yang terdiri dari Ketua Drs. KH. Masnip Sofwan, Staf Keuangan Auditha Dwizha M., S.Ak. dan Staf Administrasi, SDM & Umum Al-kautsar T., S.Kom. sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan penuh terhadap kelancaran proses studi para penerima beasiswa.
Setibanya di Bekasi, rombongan mahasiswa disambut hangat oleh tim dari IAI SEBI. Pihak kampus mengapresiasi langkah BAZNAS Kutim dalam mendukung pendidikan generasi muda dan berkomitmen memberikan pembinaan serta pendampingan akademik secara optimal.
"BAZNAS Kutai Timur ini adalah salah satu lembaga terbaik yang totalitas dalam memberikan beasiswa karena teman-teman cukup bermodalkan keteguhan semangat dan istiqomah dalam menuntut ilmu, seluruh biaya dari UKT, Asrama, Keberangkatan dan Kepulangan, hingga uang saku telah diberikan." ujar Pak Aris SEBI SocialFund.
Program Beasiswa BAZNAS Kutai Timur ini merupakan upaya konkret dalam mencetak generasi unggul, berakhlak mulia, serta memiliki kompetensi di bidang ekonomi syariah dan keislaman. Dengan kerja sama antara BAZNAS dan institusi pendidikan seperti IAI SEBI, diharapkan akan lahir SDM yang siap membangun daerah dan bangsa di masa depan.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Luncurkan Program Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani di Banyuwangi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat dengan meluncurkan tiga program unggulan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Senin (22/09/2025).
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Bupati Kabupaten Banyuwangi Hj. Opuk Fiestiandani Azwar Anas, S.Pd., M.KP., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusan dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Kepala Unit Usaha Syariah PT PNM Tunas Haryanto, Managing Director PT Sumber Trijaya Lestari - Aksesmu Viendra Primadia l, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Lukman Hakim, M.HI, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa program yang diluncurkan di Banyuwangi adalah wujud nyata kehadiran zakat yang dikelola secara profesional untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama meluncurkan Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani. Semua ini adalah bukti konkret bahwa zakat mampu memberikan manfaat nyata, meningkatkan kemandirian mustahik, bahkan insyaAllah menjadikan mereka suatu saat menjadi muzaki,” ungkap Kiai Noor.
Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, Banyuwangi dipilih bukan tanpa alasan. Dengan wilayah yang luas dan potensi ekonomi rakyat yang besar, Banyuwangi dinilai strategis untuk mengembangkan program pemberdayaan.
“Kami ingin Banyuwangi menjadi contoh bagaimana zakat bisa bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi umat, sekaligus menghadirkan layanan sosial kemanusiaan yang lebih mudah dijangkau,” tambahnya.
“BAZNAS hadir untuk negeri. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, PT PNM, serta mitra lainnya, insyaAllah program-program ini membawa keberkahan, manfaat berkelanjutan, dan menjadikan Banyuwangi semakin maju serta masyarakatnya lebih sejahtera.” tutup Prof. Noor Achmad.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian dan dukungan BAZNAS RI bersama mitra kepada masyarakat Banyuwangi.
“Banyuwangi ini kabupaten terluas di Jawa Timur, dengan segala tantangan pelayanan masyarakat yang kompleks. Kehadiran program Balai Ternak, Zmart, dan Ambulance Madani sangat berarti bagi kami. Ini adalah bukti nyata kolaborasi yang dapat mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendorong ekonomi kerakyatan di Banyuwangi,” ucapnya.
Harapan serupa disampaikan Kepala Unit Usaha Syariah PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Tunas Haryanto, yang menegaskan akan pentingnya sinergi antara lembaga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi ini bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kemandirian masyarakat. Ambulance Madani, misalnya, akan membantu memperluas akses layanan kesehatan bagi warga, sementara program Zmart dapat memperkuat daya saing warung mikro di era digital,” jelasnya.
Peluncuran ini menghadirkan tiga program strategis BAZNAS RI untuk masyarakat Banyuwangi. Balai Ternak diperuntukkan bagi 20 peternak mustahik yang akan mendapatkan pendampingan intensif melalui pola pembibitan dan penggemukan, sehingga mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi.
Program Zmart diberikan kepada 50 pemilik warung kecil dengan dukungan renovasi, branding, permodalan, hingga digitalisasi rantai pasok agar lebih berdaya saing. Sementara itu, Ambulance Madani Gratis (AMBUMANIS) akan melayani masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan darurat tanpa biaya, terutama di wilayah pelosok.
Peluncuran program ini menandai babak baru sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan mitra strategis. Dengan mengusung semangat “Zakat untuk Negeri”, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.
BERITA22/09/2025 | Humas Baznas RI
Zawa Funwalk 2025: BAZNAS Hadirkan Produk Mustahik, Bukti Nyata Pemberdayaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menghadirkan berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik dalam kegiatan Zawa Funwalk 2025 bertema “Berkah Maulid Berdayakan Umat” yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Melalui booth ZCoffee, BAZNAS membagikan 350 cangkir kopi hasil panen petani binaan, serta mendistribusikan 150 paket ZChicken kepada pengunjung sebagai bentuk sosialisasi program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan 100 Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada mustahik, berisi bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, sarden, dan kornet.
Turut hadir Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, jajaran Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc ,Ph.D., Saidah Sakwan MA, KH. Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM., Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., beserta jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menekankan, penguatan zakat dan wakaf akan memberi dampak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan.
“Apalagi nanti kalau zakat wakaf itu sudah berdaya, maka sudah tidak ada lagi orang-orang miskin di Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan zakat dan wakaf bukan hanya kewajiban keagamaan, melainkan juga strategi pemberdayaan ekonomi umat. “Insya Allah ke depan bapak-ibu sekalian, carilah kiat-kiat bagaimana menampung zakat, bagaimana menampung wakaf produktif ini,” kata Menag.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan acara, melainkan menjadi bagian dari syiar zakat yang berdampak nyata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial dan ekonomi yang memberdayakan. Produk-produk yang kami bawa ke CFD ini adalah hasil dari proses panjang pembinaan mustahik,” ujar Kiai Noor.
Menurutnya, Zawa Funwalk menjadi ruang strategis untuk mengenalkan zakat dan wakaf dalam format yang dekat dengan masyarakat, sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya mendukung gerakan zakat produktif.
"Melalui kegiatan ini, syiar zakat dan wakaf diharapkan semakin meluas di tengah dan dapat menjadi penggerak tumbuhnya kesadaran berzakat di kalangan masyarakat Indonesia," ucap Kiai Noor.
Zawa Funwalk 2025 yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari hiburan Islami, talkshow edukatif, hingga pameran produk-produk berbasis zakat dan wakaf. Kegiatan yang dihadiri 1.400 peserta ini juga menjadi rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H/2026 M.
BERITA21/09/2025 | Humas Baznas RI

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
