WhatsApp Icon
Silaturrahim dan Monitoring Beasiswa BAZNAS Kutim di Ibnu Katsir Jember

Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur sejak 2023 telah mendanai beasiswa untuk Putra/i kebanggaan Kutai Timur dengan latar belakang ekonomi yang kurang beruntung untuk berkuliah S1 di IAI SEBI Depok, Ibnu Katsir Jember dan Universitas Al-Azhar. Pada kesempatan Selasa, 12 Mei 2026 lalu kami melakukan kegiatan monitoring evaluasi (Monev) untuk melihat perkembangan ataupun kendala yang dihadapi selama menempuh pendidikan sekaligus menjadi ajang silaturrahim antar Penerima Beasiswa dan tim BAZNAS Kutai Timur.

Setelah pada 08 Mei 2026 diadakan untuk penerima IAI SEBI dan Universitas Al-Azhar, pada 12 Mei dilanjut dengan Monev penerima yang berada di Ibnu Katsir Jember karena situasi pondok yang memungkinkan saat waktu tersebut. Untuk agenda ini dihadiri oleh 2 penerima Vita dan Zulfahmi. Semoga agenda rutin ini dapat terus terjaga dan mampu mencetak penerus Kutai Timur yang berlandaskan Qur'ani.

12/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kutim
Peringati Hari Kesiapsiagaan, BAZNAS Kutim Adakan Sekolah Tanggap Bencana

BAZNAS Kabupaten Kutai Timur memperingati Hari Kesiapsiagaan yang jatuh pada 26 April, kami mengadakan Sekolah Tanggap Bencana pada hari Senin, 11 Mei 2026, kegiatan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan bencana dilaksanakan di Pesantren MBS Putra, Sangatta Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 115 peserta yang terdiri dari santri dan tenaga pendidik dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

Materi pertama disampaikan oleh tim BAZNAS Kutai Timur, yakni Lukman Affandi, M.H. yang membawakan materi terkait kesiapsiagaan bencana. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran dini, langkah-langkah mitigasi, serta peran siswa ataupun masyarakat dalam menghadapi situasi darurat agar dampak bencana dapat diminimalisir.

Selanjutnya, materi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur disampaikan oleh bapak Suryadhi Amin. Penyampaian materi mengenai pencegahan, penanganan, serta evaluasi bencana, khususnya kebakaran. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah evakuasi, tata cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif oleh para peserta yang turut tanya jawab di sesi diskusi oleh para pemateri.

Kemudian, diakhir dilakukan simulasi bencana kebakaran dari Damkar Kutai Timur oleh bapak Bhakti Ramli, Pak Pendi, Ibu Novrianti, dan Pak Hassanudin. Belajar langsung mengetahui APAR yang masih berfungsi dengan baik ataupun yang tidak, praktek penggunaan APAR hingga melakukan pemadaman api, hal ini sangat-sangat menyenangkan dan memberikan pemahaman baru kepada para siswa dan tenaga pendidik.

Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.

11/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kutim
Catch Up Bareng Penerima Beasiswa BAZNAS Kutai Timur

Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur sejak 2023 telah mendanai beasiswa untuk Putra/i kebanggaan Kutai Timur dengan latar belakang ekonomi yang kurang beruntung untuk berkuliah S1 di IAI SEBI Depok, Ibnu Katsir Jember dan Universitas Al-Azhar. Pada kesempatan Jum'at, 08 Mei 2026 lalu kami melakukan kegiatan monitoring evaluasi (Monev) untuk melihat perkembangan ataupun kendala yang dihadapi selama menempuh pendidikan sekaligus menjadi ajang silaturrahim antar Penerima Beasiswa dan tim BAZNAS Kutai Timur.

Agenda ini dihadiri oleh 20 penerima yang berkuliah di IAI SEBI dan 4 penerima yang berkuliah di Universitas Al-Azhar. Semoga agenda rutin ini dapat terus terjaga dan mampu mencetak penerus Kutai Timur yang berlandaskan Qur'ani.

08/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kutim
Selamat Menunaikan Ibadah Haji Bagi Rombongan Kutai Timur

Segenap Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Kutai Timur Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Haji 1447 H / 2026 M untuk Rombongan Haji Kutai Timur yang insyaAllah berangkat Ahad, 03 Mei 2026.

Semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan serta kembali dengan selamat ke tanah air menjadi haji mabrur. Aamiin

03/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kutim
Bantu Usaha Kecil Kakek Hastomo 73 Tahun

22 April 2026 BAZNAS Kutai Timur bersama Ibu Ani dari Dinas Sosial dan Bu Nahriah Hasbullah selaku ibu RT setempat meninjau bantuan untuk Pak Hastomo asal Kecamatan Sangatta Selatan, kakek berusia 73 tahun yang tinggal sendiri di sebuah rumah yang sangat sederhana. Untuk makan hanya masak dengan kayu bakar, bahkan tidur tanpa alas kasur. Untuk buang air beliau menumpang di rumah tetangga. Pada kunjungan tersebut juga BAZNAS Kutai Timur menyalurkan bantuan awal berupa paket sembako untuk meringankan hidup beliau karena kondisi dapur yang sangat memprihatinkan.

Alhamdulillah berkat bantuan informasi dari RT dan Dinas Sosial kami dapat langsung sigap mengirimkan bantuan sesuai kebutuhan Pak Hastomo yaitu dukungan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berupa uang secara transfer yang telah diterima tanggal 28 April 2026.

Terimakasih semoga bantuan ini menjadi amal jariyah untuk seluruh Muzakki dan membawa kebahagiaan untuk Mustahik. Aamiin

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kutim

Berita Terbaru

Dirgahayu Kabupaten Kutai Timur ke-26 Tahun
Dirgahayu Kabupaten Kutai Timur ke-26 Tahun
Segenap Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Kutai Timur Mengucapkan "Selamat Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur ke-26". Semoga ini menjadi momentum memperkuat rasa persatuan, kemandirian, dan daya saing daerah.
BERITA12/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Bantu Biaya Pengobatan Bapak Arif, Pekerja Serabutan yang Alami Patah Kaki
BAZNAS Kutim Bantu Biaya Pengobatan Bapak Arif, Pekerja Serabutan yang Alami Patah Kaki
Sangatta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan kepeduliannya kepada warga yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada Bapak Arif Rahman, seorang pekerja serabutan yang mengalami patah kaki akibat kecelakaan dan saat ini harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Bapak Arif diketahui hidup dalam kondisi serba terbatas. Selain bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bersama istrinya juga menumpang tinggal di rumah kerabat karena belum memiliki tempat tinggal sendiri. Situasi ekonomi yang sulit membuatnya kesulitan membiayai pengobatan kontrol patah kaki, termasuk transportasi bahkan untuk ongkos makan sehari-hari dikarenakan harus berhenti bekerja. Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kutim segera merespons dengan menyalurkan bantuan dana sebagai bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki. Bapak Arif mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu saya untuk bisa terus menjalani pengobatan. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikan para donatur,” ucapnya. BAZNAS Kutim terus berkomitmen menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, terutama kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Melalui program bantuan kesehatan ini, diharapkan tidak ada warga kurang mampu yang terabaikan haknya untuk mendapatkan layanan medis yang layak.
BERITA08/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Program Zmart, ZChicken, dan Z-Auto diluncurkan BAZNAS di Kabupaten Jepara
Program Zmart, ZChicken, dan Z-Auto diluncurkan BAZNAS di Kabupaten Jepara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali memperkuat peran zakat sebagai instrumen penggerak ekonomi umat melalui peluncuran tiga program unggulan: Zmart, ZChicken, dan Z-Auto di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025). Peluncuran tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara ini menjadi momentum penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi mustahik, selaras dengan Asta Cita ke-3 Pemerintahan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui kewirausahaan dan UMKM. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sumber keberkahan bagi umat dan negara. “Dana yang disalurkan BAZNAS ini adalah dana suci, dana zakat. Karena itu harus dikelola dengan hati yang suci dan digunakan untuk hal-hal yang suci pula. Kami ingin setiap program BAZNAS menjadi jalan untuk memuliakan umat,” ujar Saidah dalam sambutannya. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan zakat, termasuk melalui kebijakan pengumpulan zakat bagi ASN. “Langkah yang diambil Pak Bupati Jepara sudah sesuai dengan perintah agama. Dalam ayat zakat disebutkan khudz min amwalihim, yang artinya ambillah zakat. Itu adalah fi’il amr, perintah Allah kepada ulil amri. Maka ketika Bupati mengeluarkan edaran zakat, itu bagian dari menjalankan perintah Allah. Insyaallah daerah yang menegakkan zakat akan diberi ketenangan dan keberkahan,” tutur Saidah. Dalam laporannya, Saidah juga menyinggung capaian nasional penghimpunan zakat yang terus meningkat. “Ketika saya mulai bertugas, penghimpunan zakat nasional berada di angka Rp23 triliun. Tahun kemarin meningkat menjadi Rp41 triliun, dan tahun ini target kami Rp50 triliun. Semua ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya. Ia kemudian berpesan kepada para penerima manfaat agar menggunakan bantuan secara amanah. “Dana zakat ini bukan hanya untuk modal usaha, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas keluarga. Saya berpesan, setiap keluarga mustahik harus punya satu sarjana. Itulah cara kita memutus rantai kemiskinan,” ujarnya. Dalam pelaksanaan program ini, BAZNAS menyalurkan bantuan sebesar Rp827.500.000 untuk 87 mustahik di Kabupaten Jepara, terdiri atas Program Zmart senilai Rp375.000.000 untuk 50 mustahik, ZChicken senilai Rp412.500.000 untuk 35 mustahik, dan Z-Auto senilai Rp40.000.000 untuk 2 mustahik. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, mengapresiasi langkah BAZNAS RI yang terus hadir mendampingi masyarakat hingga tingkat daerah. “Program BAZNAS seperti Zmart, ZChicken, dan Z-Auto ini luar biasa. Memberikan peluang besar bagi warga Jepara untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Kami dari Pemerintah Kabupaten siap mendukung, termasuk dalam pelatihan usaha lanjutan maupun kerja sama pesanan produk dari para mustahik,” ungkap Bupati. Ia menambahkan, pemerintah daerah juga terus menguatkan peran zakat di lingkungan ASN. “Kami telah mengeluarkan keputusan agar ASN menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Ini bukan kewajiban yang memaksa, tapi panggilan moral untuk berbagi. Zakat sangat bermanfaat bagi masyarakat dan mampu mengurangi kemiskinan di Jepara,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, menilai, kehadiran BAZNAS telah membawa dampak nyata dalam pemberdayaan masyarakat. “BAZNAS ini lembaga luar biasa. Kehadirannya dirasakan langsung oleh rakyat, tidak hanya di pusat tapi sampai ke kabupaten seperti Jepara. Hari ini Jepara termasuk penerima bantuan terbesar di Jawa Tengah. Kami di Komisi VIII akan terus mendukung agar program-program seperti ini semakin luas dan bermanfaat,” kata Wachid. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Wakil Ketua IV, Bapak Sholahudin Aly, SH, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, Ir. Sholih, MM, beserta jajarannya. Turut hadir para pimpinan Forkopimda, kepala OPD, tamu undangan, dan para penerima manfaat program. Untuk diketahui, Program Zmart, ZChicken, dan Z-Auto merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi BAZNAS yang dirancang untuk mendorong kemandirian usaha mustahik. Program Zmart berfokus pada usaha ritel mikro dan telah menjangkau 3.831 mustahik di 34 provinsi dan 83 kabupaten/kota hingga Agustus 2025. ZChicken bergerak di bidang kuliner ayam goreng cepat saji dan telah memberdayakan 2.185 mustahik di 11 provinsi dan 64 kabupaten/kota, sedangkan Z-Auto yang bergerak di bidang otomotif telah membantu 577 mustahik di 18 provinsi dan 77 kabupaten/kota.
BERITA08/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI dan BNN Bersinergi Entaskan Kemiskinan demi Cegah Peredaran Narkoba
BAZNAS RI dan BNN Bersinergi Entaskan Kemiskinan demi Cegah Peredaran Narkoba
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengoptimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan BNN. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan, khususnya di kawasan rawan narkotika. Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Turut hadir Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., Sestama BNN RI, Irjen Pol. Tantan Sulistyana, S.H., S.I.K.,M.M., Plt Dep Dayamas BNN RI, Drs. Yuki Ruchimat, Direktur Kerja Sama BNN RI, Dr. R.M. Aria T.M. Wibisono, beserta jajaran. Dalam sambutannya, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan apresiasi atas kerja sama strategis ini. Ia menilai kolaborasi antara BAZNAS dan BNN menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan zakat serta mengoptimalkan manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. "BAZNAS berkomitmen memberikan fasilitasi dan pelayanan terbaik agar zakat yang ditunaikan oleh semua masyarakat, termasuk para pegawai BNN dapat disalurkan secara tepat sasaran dan membawa dampak nyata bagi para mustahik," kata Arifin. Lebih lanjut, Arifin menekankan, BAZNAS berpegang pada prinsip 3A dalam pengelolaan zakat, yaitu aman syariah, aman regulasi, dan aman NKRI. “Seluruh kegiatan BAZNAS dilaksanakan sesuai syariah, mematuhi regulasi, serta mendukung tujuan negara. Dana zakat yang dihimpun tidak digunakan untuk kepentingan negara, tetapi untuk membantu negara membangun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. "Melalui sinergi ini, kami (BAZNAS) berharap dapat mendorong masyarakat agar berdaya secara ekonomi sekaligus mempersempit ruang bagi penyalahgunaan narkotika," ucap Arifin. Sementara itu, Sekretaris Utama BNN RI, Irjen Pol. Tantan Sulistyana, S.H., S.I.K., M.M., menilai kerja sama dengan BAZNAS merupakan langkah penting dalam memperkuat strategi penanggulangan narkotika melalui pendekatan sosial dan ekonomi. Menurutnya, permasalahan narkotika di Indonesia sangat kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk lembaga seperti BAZNAS. “Melalui kerja sama ini, kami berharap zakat yang dihimpun dapat memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), khususnya bagi masyarakat miskin di kawasan rawan narkotika,” ujar Tantan. “Banyak masyarakat di daerah rawan narkotika yang menganggur dan tidak memiliki pekerjaan, sehingga rentan direkrut oleh jaringan pengedar. Melalui dukungan BAZNAS, mereka dapat memperoleh pelatihan dan bantuan ekonomi agar mandiri serta terhindar dari rayuan para bandar narkoba,” kata Tantan. Lebih lanjut, Tantan menyampaikan, di lingkungan BNN terdapat potensi besar untuk mendukung program zakat, dengan sekitar 5.600 ASN dan 4.000-an personel mitra, sehingga totalnya sekitar 10.000 pegawai. Potensi ini diharapkan dapat dimaksimalkan untuk mendukung penghimpunan zakat melalui BAZNAS. Sebagai bentuk komitmen, lanjut Tantan, BNN juga siap memfasilitasi kegiatan sosialisasi zakat bagi seluruh pegawai di 34 provinsi dan 182 kabupaten/kota. “Kami siap memfasilitasi sosialisasi baik secara langsung maupun hybrid. Saya sendiri akan menjadi yang pertama menunaikan zakat melalui virtual account, dan saya berharap langkah ini dapat diikuti para pejabat serta seluruh pegawai BNN,” kata Tantan. Ia menegaskan, sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada penghimpunan zakat, tetapi juga berkembang menjadi kerja sama di bidang sosial, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat. “Semoga kolaborasi ini menjadi pintu masuk bagi upaya bersama dalam membangun masyarakat yang sejahtera, produktif, dan bebas narkotika,” ucapnya.
BERITA08/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Gelar Bootcamp Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Industri Kreatif
BAZNAS Gelar Bootcamp Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Industri Kreatif
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka secara resmi Bootcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Usaha Industri Kreatif, yang diselenggarakan di IPB University, Bogor, Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, khususnya melalui pengembangan wirausaha santri di berbagai daerah. Dengan tagline “Santri Mandiri, Ekonomi Berdikari”, program ini terselenggara melalui kolaborasi antara BAZNAS RI dan IPB University, khususnya melalui Lembaga Riset Internasional Pembangunan Sosial, Ekonomi, dan Kawasan (LRI) serta Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3). Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, M.Pd., NLP, menyampaikan, BAZNAS terus berkomitmen menumbuhkan kemandirian ekonomi umat melalui program-program pemberdayaan berbasis pesantren. Salah satunya adalah Program Santripreneur, yang menjadi program prioritas nasional. “BAZNAS Santripreneur hadir untuk melahirkan generasi santri yang produktif, inovatif, dan mandiri secara ekonomi sesuai prinsip syariah. Program ini tidak hanya memberi bantuan modal, tapi juga pendampingan dan pelatihan agar santri benar-benar siap menjadi pelaku usaha,” ujar Fikri. Ia menambahkan, program ini menyasar santri tingkat akhir dan alumni pesantren, baik yang sudah memiliki usaha maupun yang baru ingin memulai. Melalui pendekatan pelatihan dan mentoring bisnis, santri didorong untuk mengembangkan potensi ekonomi pesantren dan menjadi pelaku usaha yang berdaya saing. Program BAZNAS Santripreneur telah berjalan sejak tahun 2022 dan menunjukkan capaian yang signifikan. Hingga tahun 2025, program ini telah membantu dan mendampingi 1.205 santri dari 948 pondok pesantren di 225 kabupaten/kota pada 28 provinsi di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan rata-rata pendapatan usaha santri sebesar 30,3 persen, dari Rp3.158.947 sebelum pendampingan menjadi Rp4.106.632 setelah menerima dukungan program dari BAZNAS. Melanjutkan keberhasilan tersebut, pada tahun 2025 BAZNAS kembali menyelenggarakan Santripreneur Kompetisi 2025 dengan tiga fokus usaha, yaitu peternakan, industri kreatif, dan travel haji serta umrah. Kompetisi ini menarik minat besar dari para santri di seluruh Indonesia. Proses seleksi yang berlangsung dari Agustus hingga September 2025 diikuti oleh 2.900 pendaftar. Dari jumlah tersebut, terpilih 100 peserta terbaik dan selanjutnya diseleksi menjadi 50 finalis yang mengikuti bootcamp di IPB University. “Santri-santri yang hadir di sini adalah peserta terpilih yang telah melalui seleksi yang ketat. Mereka akan mendapatkan pelatihan intensif dan pendampingan dari para pakar profesional di bidang usaha masing-masing. Harapannya, kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan meningkatkan kapasitas usaha,” tambahnya. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Arya Hadi Dharmawan, M.Sc.Agr, selaku Kepala LRI IPB University, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun antara BAZNAS dan IPB. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sinergi penting antara lembaga zakat dan dunia akademik dalam memperkuat kapasitas wirausaha santri. “Kegiatan ini adalah bentuk nyata sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam membangun kapasitas santri agar menjadi pelaku usaha yang unggul, kreatif, dan berdaya saing. Melalui kegiatan seperti ini, kita menggabungkan ilmu, iman, dan amal dalam satu gerakan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Prof. Arya. Sementara itu, Prof. Dr. rer.nat. Jaenal Effendi, S.Ag., MA, Kepala PSP3 IPB University, menjelaskan, bootcamp ini merupakan lanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir antara IPB University dan BAZNAS dalam pendampingan kewirausahaan santri. “Alhamdulillah, kami di IPB bersyukur dapat terus bekerja sama dengan BAZNAS. Program ini menjadi wadah bagi para santri yang memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk menjadi wirausahawan yang bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, dari kegiatan ini lahir santri-santri yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga berjiwa entrepreneur yang menggerakkan ekonomi umat,” tutur Prof. Jaenal. Melalui Bootcamp Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Industri Kreatif, BAZNAS RI berharap program ini dapat menjadi katalisator dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi umat yang lebih kuat dan berkeadilan.
BERITA07/10/2025 | Humas Baznas RI
Kordinasi dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PAI ke BAZNAS Kutim
Kordinasi dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PAI ke BAZNAS Kutim
Sangatta – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Kutai Timur melakukan kunjungan koordinasi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur pada Selasa, 07 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin sinergi dalam mendukung program-program keagamaan di lingkungan sekolah, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kegiatan pendidikan dan sosial keagamaan. Tim MGMP PAI Kutim menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah strategis dalam menguatkan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga zakat untuk mendukung siswa-siswi yang kurang mampu. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kutim, Drs. KH. Masnp Sofwan, menyambut baik inisiatif dari MGMP PAI. Ia menyatakan kesiapan BAZNAS untuk bersinergi dengan para guru agama dalam menyukseskan berbagai program pendidikan berbasis keislaman. Kunjungan koordinasi ini ditutup dengan diskusi terbuka mengenai rencana program bersama ke depan, seperti pengumpulan ZIS di lingkungan sekolah seperti adanya rencana program GALIBU (Gerakan Infak Lima Ribu), hingga penyaluran beasiswa pendidikan. Melalui sinergi ini, diharapkan pendidikan agama Islam di Kutai Timur semakin kuat dan berdampak positif bagi perkembangan karakter para generasi muda maupun para pengajar.
BERITA07/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Distribusikan 5000 Paket Sajian Berkah Bergizi di Sukabumi
BAZNAS Distribusikan 5000 Paket Sajian Berkah Bergizi di Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan melaksanakan kegiatan “Sajian Berkah Bergizi” dengan mendistribusikan 5.000 paket makanan siap santap kepada masyarakat miskin dan santri pondok pesantren di wilayah Pelabuhanratu dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan melalui pengoperasian dapur umum lapangan yang dikelola secara gotong royong bersama masyarakat sekitar. Dua dapur umum didirikan di Desa Citepus dan Desa Sukamaju, wilayah yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, nelayan, dan pekerja sektor informal. Selain melibatkan masyarakat dalam proses memasak dan pengemasan, bahan-bahan untuk paket makanan juga dibeli dari pedagang kecil di pasar tradisional setempat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memperkuat ekonomi lokal di tengah kegiatan sosial kemanusiaan. “Kami ingin memastikan bantuan pangan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi para pelaku ekonomi kecil di sekitar lokasi kegiatan. Dengan membeli bahan dari pedagang lokal, dampaknya bisa berlapis, menolong warga yang membutuhkan sekaligus memberdayakan ekonomi rakyat,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/10/2025). Menurut Saidah, distribusi paket makanan ini merupakan bagian dari strategi BAZNAS dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi, terutama bagi kelompok rentan seperti santri dan keluarga prasejahtera. “Banyak masyarakat di pelosok yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian karena kondisi ekonomi. Melalui Bank Makanan, kami ingin menghadirkan solusi cepat, bergizi, dan bermartabat bagi mereka,” kata Saidah. Ia menambahkan, kolaborasi antara lembaga zakat, masyarakat, dan pesantren menjadi kunci keberhasilan program ini. Partisipasi warga yang turut membantu proses masak hingga distribusi menunjukkan kuatnya nilai solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat. “Semangat berbagi dan kebersamaan inilah yang menjadi ruh zakat. BAZNAS hadir bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan kemandirian umat,” tutur Saidah menegaskan. Program Bank Makanan BAZNAS merupakan salah satu upaya memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan dan membutuhkan melalui pendekatan kolaboratif, yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat rentan dengan menyediakan makanan sehat dan bergizi.
BERITA06/10/2025 | Humas Baznas RI
Setelah dibantu BAZNAS, Zmart di Jateng Merai Omset 17 Juta Perbulan
Setelah dibantu BAZNAS, Zmart di Jateng Merai Omset 17 Juta Perbulan
Program Zmart yang digulirkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Salah satunya dialami Faizatun Nasiroh, pedagang kelontong asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang kini berhasil meraih omzet sekitar Rp17 juta hingga Rp21 juta per bulan setelah mendapatkan pendampingan dari program tersebut. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan bahwa Zmart merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam memberdayakan mustahik melalui penguatan usaha ritel mikro. “Program Zmart ini kami rancang untuk membantu para mustahik yang memiliki usaha kecil, terutama warung kelontong, agar lebih berkembang dan berdaya saing. Bantuan tidak hanya berupa modal usaha, tapi juga branding, pendampingan, hingga manajemen usaha yang lebih baik,” ujar Saidah di Jakarta, Senin (6/10/2025). Saidah menegaskan, keberhasilan Faizatun menjadi bukti nyata zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga mustahik. Semakin banyak mustahik yang terbantu, semakin besar pula kontribusi zakat dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. “Ketika mustahik bertransformasi menjadi muzaki, di situlah tujuan utama zakat tercapai. Hal ini yang terus BAZNAS dorong melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk Zmart,” ucap Saidah. Sementara itu, Faizatun mengaku bersyukur atas dukungan BAZNAS yang membuat usahanya semakin berkembang. Ia mengaku sempat bingung mengatur modal dan stok barang, tapi setelah ada pendampingan Zmart, usahanya lebih tertata dan omzet pun stabil. “Alhamdulillah, setelah dibantu program Zmart BAZNAS, warung saya jadi lebih tertata dan barang dagangan juga lebih lengkap. Pendapatan harian jadi lebih pasti, di kisaran tujuh ratus ribu rupiah,” tutur Faizatun dengan penuh syukur. Ia menambahkan, bantuan dari BAZNAS tidak hanya memberikan modal, namun juga menghadirkan pengetahuan baru dalam mengelola warung secara lebih profesional. Hal itu membuat dirinya semakin percaya diri dalam menjalankan usaha yang kini mampu menopang kebutuhan keluarga. “Harapannya, warung ini bisa terus maju dan besar. Saya berterima kasih kepada BAZNAS dan semua yang telah berzakat, karena zakat mereka telah membuka jalan rezeki dan harapan baru bagi saya dan keluarga,” ungkapnya.
BERITA06/10/2025 | Humas Baznas RI
Pelepasan Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan STAIS dari BAZNAS Kutim
Pelepasan Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan STAIS dari BAZNAS Kutim
Sangatta - 06 Oktober 2025 BAZNAS Kabupaten Kutai Timur melakukan ceremony pelepasan 5 Mahasiswi PKL STAIS oleh Ketua Drs. KH. Masnip Sofwan langsung diserahkan kembali kepada Dosen Pembimbing STAIS Ibu Imrona Hayati, M.Pd.Pak Masnip berharap selama 1 bulan lebih Tim PKL belajar langsung di BAZNAS baik dalam ruangan hingga turun ke lapangan dapat meningkatkan wawasan mahasiswi PKL dalam terjun langsung berhubungan dengan masyarakat dan menjadi bekal dikemudian hari.Ibu Imrona pun menyampaikan terimakasih maupun permohonan maaf bila banyak kekurangan mahasiswi dalam bertutur kata dan kedepannya jika melakukan penelitian dapat bekerjasama dengan lebih baik.
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Zakat dan Solidaritas Sosial: Senjata Ampuh Melawan Kemiskinan
Zakat dan Solidaritas Sosial: Senjata Ampuh Melawan Kemiskinan
Oleh: Inayatullah A. Hasyim Ketua LAZ Islamic Relief Indonesia. Dalam pusaran zaman yang kian kompleks, kemiskinan tetap menjadi duri dalam daging kemanusiaan. Ia bukan hanya sekadar persoalan angka dan statistik, melainkan luka mendalam yang menggerus martabat dan, dalam tingkat yang ekstrem, dapat menggerus keyakinan. Islam memandang kemiskinan sebagai ujian sekaligus tantangan kolektif yang harus dihadapi dengan kekuatan iman, akal, dan sistem yang berkeadilan. Nabi Muhammad Saw. telah mengingatkan kita akan bahaya laten dari kemelaratan melalui sabdanya yang tajam: "Hampir saja kemiskinan itu menjadi kekafiran." (HR. Al-Baihaqi). Peringatan Nabi ini bukanlah hukuman bagi mereka yang tertimpa kesulitan hidup, melainkan sirene peringatan bagi segenap komunitas, terlebih para pemangku amanah, tentang efek domino yang diakibatkan oleh kemiskinan. Saat seseorang dicekik oleh kesulitan hidup yang akut, benteng imannya bisa goyah. Keputusasaan dapat menjadi gerbang menuju tindakan di luar batas, bahkan kealpaan terhadap Sang Pemberi Rezeki. Maka, membiarkan saudara sebangsa terbelit kemiskinan adalah bentuk kelalaian terhadap ancaman yang mengintai fondasi akidah umat. Gema peringatan Nabi ini bergaung lantang dalam ucapan Sang Pelindung Kaum Mustadh'afin, Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah, yang dengan semangat membara menyatakan: "Seandainya kemiskinan itu adalah seorang manusia, niscaya akan aku bunuh dia." Ini adalah deklarasi perang. Sebuah tekad bulat untuk tidak berkompromi dengan musuh kemanusiaan yang bernama kemiskinan. Ali melihat kemiskinan sebagai lawan yang harus dihadapi dan dikalahkan, bukan ditakuti atau diratapi. "Membunuh" kemiskinan berarti membangun peradaban yang memanusiakan manusia, mengembalikan hak mereka untuk hidup layak, dan memberdayakan potensi mereka yang terpasung. Dalam konteks kekinian, ini diterjemahkan sebagai komitmen total untuk menata ulang sistem ekonomi yang timpang, memperkuat jaring pengaman sosial, dan memastikan akses keadilan bagi semua. Lalu, bagaimanakah Islam merancang strategi ofensif untuk "membunuh" kemiskinan ini? Di sinilah kita menyelami kedalaman fikih zakat dan solidaritas sosial yang menjadi pilar ekonomi Islam. Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawi, dalam karyanya yang monumental, "Daur al-Qiyam wa al-Akhlaq fi al-Iqtishad al-Islami" (Peran Nilai dan Moral dalam Ekonomi Islam), dengan cermat menjelaskan hakikat zakat yang sesungguhnya. Beliau menulis: "Maka zakat itu bukanlah sedekah sukarela, bukan pula pemberian yang bersifat pilihan. Ia adalah hak yang diwajibkan, sebuah kewajiban yang pasti, yang disyariatkan oleh (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, untuk hikmah-hikmah yang agung dan kemaslahatan yang besar. Di dalamnya terdapat penyucian bagi jiwa orang-orang kaya dari sifat pelit dan kikir, dan di dalamnya pula terdapat pembersihan bagi jiwa orang-orang miskin dari rasa dendam dan iri hati. Serta, di dalamnya terdapat penguatan bagi ikatan persaudaraan antara berbagai lapisan masyarakat." Kutipan Al-Qardhawi ini menerangi jalan. Zakat bukan sekadar ritual pemindahan harta, melainkan sebuah rekayasa sosial-ilahiah yang brilian. Ia adalah instrumen aktif untuk melakukan redistribusi kekayaan secara sistematis, mencegah penumpukan kapital (QS. Al-Hasyr: 7), dan pada saat yang bersamaan, melakukan terapi spiritual bagi kedua belah pihak: si kaya dan si miskin. Zakat membersihkan hati yang kaya dari karat cinta dunia dan membersihkan hati yang miskin dari api dengki. Pada akhirnya, ia merajut benang-benang persaudaraan yang mungkin putus akibat kesenjangan. Namun, bagi Al-Qardhawi, zakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan sistem ekonomi yang beretika. Ekonomi Islam bukanlah ekonomi bebas nilai, melainkan ekonomi yang digerakkan oleh nilai-nilai luhur seperti keadilan, amanah, dan kepedulian. Konsep 'iffah (menjaga kehormatan) mendorong si miskin untuk berusaha mandiri, sementara konsep sakh?' (kedermawanan) dan mas'uliyyah (tanggung jawab) mendorong si kaya untuk bergerak aktif mengentaskan kemiskinan. Dalam konteks Indonesia, potensi zakat, infak, dan sedekah adalah lautan ketakwaan yang belum sepenuhnya digali. Dengan populasi muslim terbesar di dunia, jika kesadaran berzakat dikelola dengan profesionalitas dan integritas tinggi, dana yang terkumpul akan menjadi modal sosial yang dahsyat. Dana ini harus dialihkan dari pola karitatif yang bersifat temporer menuju pendekatan pemberdayaan yang transformatif: membuka akses pendidikan dan kesehatan, menyediakan modal usaha bagi sektor riil, dan melatih keterampilan yang dibutuhkan zaman. Oleh sebab itu, perang melawan kemiskinan adalah jihad peradaban. Ia memerlukan tiga senjata utama: pertama, senjata spiritual dengan menghidupkan kesadaran akan bahaya kemiskinan dan keutamaan solidaritas. Kedua, senjata sistemik dengan memperkuat lembaga zakat dan wakaf menjadi lembaga modern yang transparan dan berdaya dampak. Ketiga, senjata kebijakan dengan memastikan negara hadir menciptakan ekosistem yang adil, di mana kesenjangan dapat dipersempit dan mobilitas sosial terbuka lebar. Dengan merenungkan hadis Nabi, meneladani semangat Ali bin Abi Thalib, dan mendalami pandangan Syaikh Al-Qardhawi, kita diingatkan bahwa membunuh kemiskinan adalah tugas suci kita bersama. Zakat dan solidaritas sosial adalah senjata ampuh warisan Nabi yang terbukti keandalannya. Mari bergabung bersama Islamic Relief, sebuah Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Agama untuk menjadi bagian dari pengentasan kemiskinan tersebut. Kami punya beragam program, antara lain, Islamic Ultra Poor Graduation yang diharapkan bisa menjadi wasilah mengangkat orang dari kubangan kemiskinan. Hanya dengan cara seperti itulah kita dapat mewujudkan masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur — negeri yang baik dan mendapat ampunan Tuhan. Wallahu a'lam bish-shawab.
BERITA03/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Zakat melalui Program ZCD untuk Pemberdayaan Kelompok Mustahik Hortikultura
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Zakat melalui Program ZCD untuk Pemberdayaan Kelompok Mustahik Hortikultura
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi umat melalui penyaluran bantuan zakat produktif. Kali ini, bantuan disalurkan melalui program Zakat Community Development (ZCD) kepada kelompok mustahik di sektor hortikultura. Program ZCD ini menyasar masyarakat kurang mampu yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan, seperti sayuran tomat, cabai, kacang panjang dan komoditas lokal lainnya. Ketua BAZNAS Kutim menyampaikan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik, agar mereka dapat naik kelas menjadi muzaki di masa depan, minimal menjadi orang yang berinfak atau munfik. Program ZCD BAZNAS menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi instrumen penting dalam pembangunan ekonomi umat. Dengan pendekatan komunitas dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan para mustahik tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga mampu tumbuh secara ekonomi dan sosial.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Rehab Rumah
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Rehab Rumah
Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dengan salah satu agendanya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung program penanggulangan kemiskinan, telah disalurkan bantuan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Muara Ancalong dan Kombeng. Program ini bertujuan untuk membantu khususnya lansia yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang tidak layak huni agar dapat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.Terimakasih seluruh Muzaki dan untuk pemerintah setempat yang telah membantu melakukan penyerahan dan mendampingi proses rehab yang akan berlangsung selama 40 hari ke depan.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Siapkan ICONZ ke-9 sebagai Pusat Inovasi dan Kolaborasi Zakat Dunia
BAZNAS RI Siapkan ICONZ ke-9 sebagai Pusat Inovasi dan Kolaborasi Zakat Dunia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mematangkan persiapan penyelenggaraan International Conference on Zakat (ICONZ) ke-9. Forum tahunan ini akan menjadi ajang strategis untuk memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mendorong pengembangan filantropi, serta meningkatkan kesejahteraan umat di tingkat global. International Conference on Zakat (ICONZ) ke-9 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Desember 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia. ICONZ ke-9 yang bertema “Penguatan Kebijakan dan Inovasi Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat” akan mempertemukan pemangku kepentingan zakat, filantropi, dan akademisi dari berbagai negara. Melalui forum ini, diharapkan lahir terobosan baru yang memperkuat kontribusi zakat dalam mengatasi persoalan kemiskinan dunia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menilai ICONZ sebagai forum yang konsisten berkontribusi dalam penguatan khazanah keilmuan zakat. “ICONZ telah dirancang sejak beberapa tahun lalu dan kini memasuki penyelenggaraan ke-9. Hasilnya luar biasa, sepanjang perjalanan itu, forum ini berhasil melahirkan banyak gagasan besar dan menjadikan Indonesia bagian penting dalam kajian zakat, infak, dan sedekah di tingkat global,” kata Kiai Noor dalam sambutannya pada Road to ICONZ ke-9 yang digelar virtual dan disiarkan di kanal YouTube BAZNAS TV, Kamis (2/10/2025). Kiai Noor menegaskan empat poin utama dari ICONZ ke-9. Pertama, forum ini menjadi wadah penggalian ilmu zakat dari berbagai perspektif. Kedua, ICONZ membuka ruang untuk memperkuat hubungan antarnegara yang memiliki organisasi zakat. Ketiga, forum ini diharapkan memperluas kerja sama dengan filantropi global, tidak terbatas pada negara berpenduduk muslim. "Dengan demikian, ICONZ tidak membatasi peserta hanya dari negara-negara yang memiliki organisasi zakat, tetapi juga bisa mengundang filantropi global lainnya. Kita tahu bahwa saat ini banyak filantropi berkembang di negara-negara Barat, misalnya Bill Gates dan lainnya. Harapan kami, ICONZ dapat bekerja sama dan melibatkan mereka dalam aksi-aksi kemanusiaan maupun filantropi internasional," jelasnya Lebih lanjut, Kiai Noor menyebut poin keempat yakni memastikan misi ICONZ ke-9 berjalan dengan semangat kebersamaan. Termasuk di dalamnya aksi kemanusiaan untuk Palestina maupun negara lain yang membutuhkan. “Zakat untuk dunia, bukan hanya untuk dunia Islam,” tegasnya. Ia menambahkan, perubahan sosial yang cepat, perkembangan teknologi disruptif, serta tuntutan akuntabilitas dan transparansi yang semakin tinggi, menuntut pengelolaan zakat dilakukan dengan cara yang lebih modern. “Inovasi adalah kunci, dan kolaborasi adalah bahan bakarnya. Untuk itu BAZNAS menginisiasi forum ini sebagai rumah besar, Laboratorium Manajemen Zakat (LMZ),” ujarnya. “Melalui forum ini, kami berharap lahir rekomendasi kebijakan inovatif yang memperkuat tata kelola zakat nasional, terjalin kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah, dan lembaga zakat, meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan zakat yang modern dan profesional, serta menjadi jembatan untuk mempromosikan ICONZ ke-9 sebagai ajang kolaborasi global dan pusat inovasi zakat dunia,” ujar Kiai Noor. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, SE., M.Ec., menegaskan, posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menjadikan forum ini sangat penting. “Kehidupan perzakatan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Zakat yang terkumpul dari umat Islam bisa berdampingan dengan rencana anggaran belanja pemerintah nasional dalam mensejahterakan masyarakat,” katanya. Zainulbahar menargetkan agar zakat dapat berkontribusi lebih signifikan dalam pengentasan kemiskinan. “Harapan kita, dengan langkah-langkah baru, jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia yang kini sekitar 2 juta orang dapat dientaskan pada 2030, sehingga menuju Indonesia Emas 2045, tingkat kemiskinan bisa 0 persen,” ucapnya. Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si., menegaskan zakat memiliki posisi strategis dalam pembangunan sosial nasional. Ia menekankan, strategi percepatan pengentasan kemiskinan memerlukan sinergi semua pihak, baik APBN, APBD, maupun filantropi. Bantuan sosial dipandang hanya sebagai intervensi sementara, sementara program pemberdayaan menjadi kunci agar masyarakat miskin bisa naik kelas. "Pengelolaan zakat nasional memberi dampak nyata. Pada 2024, jumlah mustahik yang berhasil keluar dari kemiskinan meningkat 133 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini memperlihatkan potensi zakat yang dihimpun dengan baik dapat membawa perubahan besar," ucapnya.
BERITA02/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Pangan bagi Penyintas Kebakaran di Tamansari Jakarta Barat
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Pangan bagi Penyintas Kebakaran di Tamansari Jakarta Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, pendirian tenda pelayanan dapur air, hingga penyediaan air mineral untuk warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin (30/9/2025) malam itu menghanguskan pemukiman padat penduduk. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik dari sebuah kipas angin. Akibat musibah tersebut, sebanyak 316 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.256 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Menanggapi kejadian tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menyampaikan rasa keprihatinannya. Ia menegaskan, BAZNAS hadir untuk membantu meringankan beban para korban melalui aksi nyata di lapangan. “BAZNAS hadir melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk meringankan beban para korban kebakaran. Bantuan ini adalah wujud kepedulian umat yang disalurkan melalui zakat, infak, dan sedekah. Kami berharap, apa yang diberikan bisa membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (2/10/2025). Saidah mengatakan, dalam kondisi darurat seperti kebakaran, penyediaan minuman dan makanan siap saji sangat diperlukan bagi para pengungsi. Karena itu, lanjutnya, BAZNAS mengutamakan bantuan pangan cepat dan praktis sebagai langkah awal dalam mendampingi warga yang terdampak. "Kebutuhan air dan makanan siap saji tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga dapat dirancang agar tetap mengandung nutrisi yang seimbang," jelas Saidah Menurutnya, selama masa pengungsian, ketersediaan pangan sangat terbatas di lokasi kejadian. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian utama BAZNAS dalam penyaluran bantuan di lokasi bencana. Ia menambahkan, Tim BTB BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat kelurahan, serta pihak terkait untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif. “Kolaborasi ini penting agar masyarakat terdampak segera mendapatkan hak mereka dengan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya. “Bencana ini bukan hanya menghilangkan rumah, tapi juga harapan dan sumber penghidupan. BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir menjadi bagian dari solusi agar masyarakat terdampak bisa segera pulih,” ucap Saidah. Hingga kini, penanganan korban kebakaran masih terus berjalan, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Bersama MBAStack Limited Distribusikan Paket Logistik Keluarga untuk Masyarakat Ekonomi Rentan di Jakarta
BAZNAS Bersama MBAStack Limited Distribusikan Paket Logistik Keluarga untuk Masyarakat Ekonomi Rentan di Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama mitra MBAStack Limited (Singkatan: MBA) menyalurkan bantuan kepada 100 keluarga rentan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi sulit secara ekonomi. Saidah menjelaskan, bantuan tersebut diberikan untuk masyarakat rentan di wilayah Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Sasaran utama adalah keluarga dengan penghasilan tidak tetap serta kelompok yang terdampak langsung akibat melemahnya daya beli masyarakat. “Paket Logistik Keluarga ini juga kami distribusikan di Kampung Pemulung, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Lokasi ini dipilih karena banyak warganya yang berprofesi sebagai pemulung, dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu,” ucap Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/10/2025). Saidah menjelaskan, penerima bantuan di Kampung Pemulung didominasi oleh janda, yatim piatu, dan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan dari BAZNAS benar-benar sampai kepada mereka yang sangat membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita,” ucapnya. Saidah juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada MBA yang telah bersinergi dengan BAZNAS. “Mudah-mudahan kerja sama ke depan dapat terus berlanjut dan berkembang.” Sementara itu, perwakilan MBA Tuan Stephen Francis menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan BAZNAS dalam program ini. Menurutnya, kerja sama ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara lembaga dan mitra mampu menghasilkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. “Kami merasa senang dapat ikut berkontribusi dalam upaya membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan,” ujarnya. “Kami berharap masyarakat yang menerima bantuan bisa merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan ingin melihat mereka bangkit,” ungkapnya. Selain itu, pihak MBA juga menegaskan kolaborasi sosial semacam ini akan terus mereka dorong di masa depan. “Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan BAZNAS dalam program-program pemberdayaan yang berkesinambungan, sehingga manfaatnya bisa lebih luas dan dirasakan oleh masyarakat rentan di berbagai wilayah,” jelasnya.
BERITA02/10/2025 | Humas Baznas RI
Kerahkan BTB ke Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, BAZNAS RI Salurkan Bantuan Rp300 Juta
Kerahkan BTB ke Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, BAZNAS RI Salurkan Bantuan Rp300 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengerahkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan menyalurkan bantuan senilai Rp300 juta untuk membantu rekonstruksi ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Peristiwa tragis itu terjadi saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah. Di saat bersamaan, tengah berlangsung pengecoran lantai atas bangunan musala. Diduga beban berlebih menyebabkan konstruksi tidak mampu menahan tekanan hingga akhirnya runtuh. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut dan menegaskan, BAZNAS akan hadir mendampingi pesantren dalam masa darurat hingga pemulihan. “Peristiwa ini sangat mengguncang, apalagi terjadi di tengah ibadah. Kami hadir langsung ke lokasi sebagai bentuk empati dan komitmen BAZNAS untuk mendampingi para korban dan pihak pesantren. Bantuan awal Rp300 juta kami salurkan hari ini, dan Tim BTB sudah bergerak sejak awal kejadian,” ujar Noor Achmad saat mengunjungi Musala Ponpes Al Khoziny, Selasa (30/9/2025). Menurutnya, BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, tenaga medis, dan relawan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan optimal. “Fokus utama kami saat ini adalah membantu penyelamatan dan penanganan korban luka-luka. Selanjutnya, kami akan pastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan pesantren dan para santri,” tambahnya. Kiai Noor juga menegaskan pentingnya penerapan standar keamanan dalam pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan. Menurutnya, keselamatan para santri harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembangunan. “Meskipun demikian, kita tidak menyalahkan siapapun atas musibah tersebut karena pembangunan pesantren seringkali berjalan karena semangat keberaamaan yang besar,” tegas Kiai Noor. “Kami ikut belasungkawa yang mendalam atas wafatnya korban dan semoga korban yang masih tertimbun dapat segera dievakuasi dalam keadaan selamat, dan kami berharap keluarga yang ditinggalkan dapat sabar dan tawakal,” ucapnya. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., beserta jajaran.
BERITA01/10/2025 | Humas Baznas RI
Label Taat Zakat BAZNAS RI Perkuat Reputasi Perusahaan
Label Taat Zakat BAZNAS RI Perkuat Reputasi Perusahaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Fundraising Forum kembali memperkenalkan label “Taat Zakat” sebagai apresiasi bagi perusahaan yang menunaikan zakat. Label ini diharapkan mampu memperkuat reputasi dan kepercayaan publik terhadap perusahaan. Acara yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (30/9/2025), diikuti 100 mitra zakat perusahaan, regulator, asosiasi, hingga praktisi zakat, dengan berfokus diskusi pada aspek regulasi, fikih, dan muamalah zakat perusahaan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menjelaskan BAZNAS berperan sebagai fasilitator sekaligus katalisator dalam pengelolaan zakat perusahaan. Ia juga memperkenalkan label “Taat Zakat” sebagai bentuk apresiasi bagi perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS. “Konsepnya mirip label halal. Kalau label halal menandakan produk bersih dan baik, label Taat Zakat menunjukkan perusahaan bersih secara syariah karena telah dibersihkan dengan zakat. Dari hasil riset kami, label ini berdampak positif bagi perusahaan, mulai dari peningkatan branding, kepercayaan publik, reputasi, hingga manfaat perpajakan,” jelas Rizaludin. Rizaludin menjelaskan, label Taat Zakat tersebut berlaku satu tahun dan memuat logo BAZNAS beserta nomor khusus yang dapat ditampilkan perusahaan di berbagai media promosi. “Label ini tidak dijual. Perusahaan yang menunaikan zakat berapapun itu jumlahnya, baik Rp10 juta maupun ratusan miliar tetap mendapat label yang sama. Tujuannya untuk menegaskan bahwa zakat adalah gaya hidup korporasi sekaligus pelindung harta,” ujarnya. Selain itu, Rizaludin menjelaskan, zakat perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS dapat diarahkan sesuai preferensi perusahaan. “Mau untuk Papua, atau daerah lain, semua bisa. BAZNAS punya jaringan 34 provinsi dan 450 kabupaten/kota. Jadi zakat benar-benar bisa disalurkan sesuai kebutuhan,” ujarnya. Melalui forum ini, lanjut Rizaludin, BAZNAS berharap terjalin kolaborasi yang semakin solid dalam pengelolaan zakat perusahaan. Dengan demikian, zakat tidak hanya memperkuat kepedulian sosial, tetapi juga mendorong tercapainya kesejahteraan umat. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menekankan pentingnya kesadaran perusahaan dalam menunaikan zakat. Menurutnya, zakat tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem korporasi atau perusahaan. "BAZNAS selalu memberikan support kepada teman-teman terutama korporasi dalam menunaikan zakat perusahaannya karena dana zakat yang disalurkan akan memperkuat ekosistem perusahaan," kata Saidah Lebih lanjut, Saidah mencontohkan praktik zakat yang dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui BAZNAS, zakat BSI telah memberikan beasiswa kepada 5.000 calon pemimpin muda Indonesia. “Artinya, zakat tidak hanya bermanfaat bagi mustahik, tetapi juga memperkuat perusahaan itu sendiri karena bisa merekrut talenta terbaik yang lahir dari dana zakat,” tambahnya. Saidah menegaskan, BAZNAS berkomitmen memastikan dana zakat perusahaan terkelola secara aman dari sisi syariah, regulasi, maupun keberlanjutan bisnis. “Program-program yang ada di BAZNAS terbuka untuk kolaborasi dengan zakat-zakat perusahaan. Kami pastikan zakat aman syar`i, aman regulasi, aman NKRI, dan juga aman untuk korporasi. Jadi zakat berdampak ini akan memberikan dampak secara pribadi maupun korporasi,” kata Saidah. Pada kesempatan tersebut, Ahli Fikih Zakat dan Muamalah, Ustaz Oni Sahroni, yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya perusahaan memahami tata cara perhitungan zakat. “Pertama, tentukan waktu berzakat, biasanya mengikuti periode akuntansi perusahaan. Kedua, hitung total aset dan pisahkan dana yang tidak wajib dizakati, misalnya wakaf atau dana dari non-muslim. Kalau mencapai nisab setara 85 gram emas, wajib dizakati 2,5 persen,” ujar Ustaz Oni. Oni menekankan, zakat perusahaan adalah kewajiban syariah yang tak bisa ditunda. “Baik di sektor riil maupun pasar modal, selama aktivitasnya halal dan memenuhi kriteria, wajib zakat,” tegasnya.
BERITA01/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Stimulan Pendidikan Anak Kurang Mampu
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Stimulan Pendidikan Anak Kurang Mampu
BAZNAS Kutai Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyaluran bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Alhamdulillah bantuan yang diberikan adalah pelunasan biaya sekolah yang menunggak dikarenakan tidak cukupnya penghasilan keluarga. Program ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan yang layak.
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Penyerahan Bantuan Produktif Kepada Mustahik
Penyerahan Bantuan Produktif Kepada Mustahik
Para mustahik setelah dilakukan survei satu-persatu, kemudian mereka dikumpulkan untuk diberikan pengarahan terkait pemanfaatan zakat, kejujuran dan keistiqomahan beribadah oleh Ketua BAZNAS Kutim Bapak Drs. KH. Masnip Sofwan. Bantuan disalurkan kepada 18 warga yang masuk kategori asnaf miskin atau kurang mampu namun memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk dapat mengembangkan usaha dan terus menjalankannya khususnya di daerah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.Tak lupa mendoakan pula para Muzakki yang telah menyetorkan zakat melalui BAZNAS Kutai Timur agar selalu diberikan kesehatan dan keberkahan rezeki. aamiin
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Umumkan Juara Kompetisi Santripreneur Digital Marketing Haji dan Umrah 2025
BAZNAS RI Umumkan Juara Kompetisi Santripreneur Digital Marketing Haji dan Umrah 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menutup kegiatan Bootcamp Santripreneur Kompetisi Digital Marketing Travel Haji dan Umrah 2025, serta mengumumkan peserta terbaik kompetisi tersebut, yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jawa Barat, Senin (29/9/2025). Adapun tiga peserta terbaik Boothcamp Santripreneur Digital Marketing Haji dan Umrah BAZNAS RI 2025, juara pertama diraih oleh Haflatus Zahroh dari Pondok Pesantren Al-Muqri Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, posisi kedua ditempati oleh Wardah dari Pondok Pesantren Daru Tahfizh Al Qur’an Assyifa, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dan juara ketiga diraih oleh Siti Nur’azizah dari Pondok Pesantren Nurul Hasanah, Kabupaten Lebak, Banten. Ketiga peserta terbaik Santripreneur BAZNAS 2025 tersebut mendapatkan bantuan modal usaha, pelatihan intensif melalui bootcamp serta pendampingan usaha. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., memberikan apresiasi kepada para peserta Santripreneur BAZNAS 2025. Menurutnya, program Santripreneur bukan hanya sebatas kompetisi, melainkan wadah untuk melahirkan wirausaha santri yang siap berkembang dan menjadi role model bagi ekosistem ekonomi pesantren. "Tahun 2025, BAZNAS membuka kesempatan bagi 300 santripreneur dari tiga klaster utama, yakni travel haji dan umrah, peternakan, serta industri kreatif. Dari klaster travel haji dan umrah, tercatat ada 100 penerima manfaat yang berasal dari 94 pondok pesantren di 15 provinsi dan 65 kabupaten/kota," jelas Achmad. Ia menambahkan, sejak 2022 program Santripreneur telah memberikan manfaat kepada 1.205 santri dan alumni di 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota. Para peserta mengembangkan usaha di berbagai bidang, mulai dari jasa, kuliner, industri kreatif, pertanian, hingga travel haji dan umrah. “Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari syiar zakat, membangun kemandirian pesantren, serta memperkuat peran santri dalam ekosistem ekonomi nasional,” jelasnya. Sementara itu, Direktur Penyusunan Strategi dan Tata Kelola pada Deputi Bidang Pengawasan, Pemantauan, dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji, Badan Penyelenggara Haji RI, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menilai program Santripreneur BAZNAS sangat relevan dengan besarnya potensi ekonomi haji dan umrah di Indonesia. Ia menyampaikan, nilai ekonomi haji mencapai sekitar Rp30 triliun, sementara umrah jauh lebih besar hingga Rp600 triliun per tahun. "Ini peluang yang luar biasa, tapi masih banyak ruang kosong yang belum kita isi,” kata Chandra. Melalui program ini, menurut Chandra, BAZNAS ikut membangun generasi muda yang mandiri dan mampu mengisi ruang-ruang tersebut. “Santri bisa menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih kuat,” tambahnya. Chandra juga menyinggung peran ekonomi digital yang mulai digerakkan kembali sejak 2023. Menurutnya, langkah ini diharapkan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan Kementerian Haji, serta mendorong pemberdayaan santri secara optimal. Pada kesempatan tersebut, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Bekasi, KH. Munib Maksum, turut mengapresiasi terselenggaranya program Santripreneur BAZNAS. “Saya bangga BAZNAS mengadakan acara ini, terlebih karena melibatkan santri pada klaster haji dan Umrah. Kami juga bersyukur Asrama Haji Bekasi masih dipercaya untuk menjadi bagian dari program ini,” kata Munib. Lebih lanjut, Munib mengatakan, santri penghafal Al-Qur’an tentu menjaga hafalan 30 juznya, tetapi jika tidak didukung dengan ekonomi yang memadai, akan menemui kesulitan. "Ini menjadi tantangan kita bersama," ucapnya. Munib berharap, dengan adanya program Santripreneur, para santri bisa sukses sebagai pengusaha yang mampu menjaga akidah Islam dengan kuat, bisa menciptakan lapangan kerja, sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat.
BERITA29/09/2025 | Humas Baznas RI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kutai Timur.

Lihat Daftar Rekening →