WhatsApp Icon
Memberangkatkan 6 Mahasiswi ke IIQ Jakarta Melalui Beasiswa BAZNAS Kutim

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Sebanyak enam putri asal Kutai Timur diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.

Pelepasan sekaligus pengantaran enam calon mahasiswi tersebut dilaksanakan pada 24 Agustus 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian Baznas Kutim dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada generasi muda daerah, khususnya di bidang ilmu Al-Qur’an.

Enam putri Kutai Timur yang mendapatkan kesempatan melanjutkan kuliah di IIQ Jakarta yakni Rismayanti Indah asal Kecamatan Telen, Nur Husna dari Sangatta Utara, Sefiana dari Kombeng, Saripah Isbi Elpina dari Sangatta Utara, Selvia Erina dari Sangatta Selatan, serta Putri Ayunanda dari Busang.

Narasumber Drs. K.H. Masnip Sofwan selaku Ketua BAZNAS Kutai Timur menyampaikan bahwa keberangkatan keenam mahasiswi tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas Kutim dalam mendorong generasi muda agar mendapatkan pendidikan yang lebih baik sekaligus memperdalam ilmu Al-Qur’an.

Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di IIQ Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi bekal bagi para mahasiswi dalam meraih cita-cita, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kutai Timur setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami berharap anak-anak kita dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik Kutai Timur, serta nantinya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Masnip Sofwan.

Ia menambahkan, pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk membangun masa depan daerah. Karena itu, dukungan terhadap putra-putri daerah yang memiliki semangat belajar perlu terus diperkuat.

Keenam mahasiswi tersebut kini membawa harapan besar keluarga dan masyarakat Kutai Timur untuk menuntut ilmu di Jakarta. Mereka diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan menjadi generasi yang memiliki kompetensi sekaligus pemahaman keagamaan yang kuat.

Program pemberangkatan ini juga menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola Baznas dapat disalurkan dalam bentuk program pendidikan yang memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.

 

Baznas Kutai Timur berharap para penerima program dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

31/08/2026 | Kontributor: Humas Viral Kaltim
Rakoorda BAZNAS se-Kaltim Dirangkai BAZNAS Strategic Development, Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

Rapat Koordinasi Daerah (Rakoorda) BAZNAS se-Kalimantan Timur (Kaltim) dirangkaikan dengan kegiatan BAZNAS Strategic Development (BSD). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, tata kelola, serta kapasitas pimpinan dan pengelola BAZNAS di tingkat daerah.

Pembukaan Rakoorda dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, para bupati dan wali kota se-Kaltim, serta jajaran pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Setelah agenda pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan BAZNAS Strategic Development yang berlangsung hingga hari terakhir. BSD diisi dengan berbagai materi strategis, diskusi, serta evaluasi yang berkaitan dengan pengelolaan zakat dan penguatan kelembagaan BAZNAS di daerah.

Sejumlah materi penting diberikan oleh para narasumber dari BAZNAS RI, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, maupun lembaga terkait.

Materi pertama membahas peran Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama dalam tata kelola zakat di daerah, yang disampaikan Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., selaku Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, serta Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, selaku Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi manajemen konflik dan problem solving yang disampaikan Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., selaku Wakil Ketua BAZNAS RI.

Penguatan kelembagaan juga menjadi perhatian melalui materi BAZNAS sebagai LPNS yang kolektif dan berkorporasi yang disampaikan Hj. Saidah Sakwan, M.A., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah.

Sementara itu, materi mengenai profil amil disampaikan Sarniti selaku Direktur LSP Pusdiklat BAZNAS RI. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan wewenang pimpinan BAZNAS daerah yang disampaikan Khuzaifah Hanum.

Dalam upaya memperkuat kepercayaan masyarakat, BSD juga membahas strategi membangun kepercayaan publik melalui regulasi dan etika pengelolaan zakat yang disampaikan Mulya Dwi Harto.

Tak hanya itu, aspek komunikasi dan reputasi lembaga turut menjadi perhatian. Materi strategi mengelola reputasi lembaga dan manajemen komunikasi publik BAZNAS disampaikan Ndari Rumi Widyawati.

Dari sisi program, peserta mendapatkan materi program pendistribusian dan pendayagunaan ZIZ yang berdampak dan fundraise-able yang disampaikan H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan.

Penguatan penghimpunan zakat di daerah juga dibahas melalui materi optimalisasi fundraising BAZNAS daerah yang disampaikan Fitriansyah Agus Setiawan.

Sebagai bagian dari evaluasi, kegiatan BSD ditutup dengan materi evaluasi kinerja dan pelaporan pengelolaan zakat tahun 2025 serta semester I tahun 2026, yang kembali disampaikan H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si.

Melalui rangkaian Rakoorda dan BAZNAS Strategic Development ini, BAZNAS se-Kaltim diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat. Tidak hanya dari sisi penghimpunan, tetapi juga dalam pendistribusian, pendayagunaan, pelayanan kepada mustahik, serta membangun kepercayaan publik.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan strategi antara BAZNAS daerah dengan pemerintah serta BAZNAS RI, sehingga pengelolaan zakat di Kalimantan Timur dapat semakin profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

13/08/2026 | Kontributor: Humas Viral Kaltim
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Rehab 4 Rumah Senilai Rp200 Juta, Gandeng Brigif 32 Mangkalihat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah kepada empat penerima manfaat di Kecamatan Bengalon. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp200 juta, dengan masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta.

Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama BAZNAS Kutim dengan Brigif 32 Mangkalihat serta Kecamatan Bengalon. Sebelum bantuan diberikan, pihak Brigif bersama pemerintah kecamatan terlebih dahulu melakukan survei dan peninjauan terhadap kondisi rumah serta calon penerima bantuan.

Hasil survei tersebut kemudian diajukan kepada BAZNAS Kutim untuk dilakukan proses verifikasi dan persetujuan. Setelah dinyatakan memenuhi kriteria, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada masing-masing penerima.

“Bantuan ini diberikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati,” ujar Drs. K.H. Masnip Sofwan.

Dalam pelaksanaannya, bantuan tidak hanya berhenti pada penyaluran dana. Proses rehabilitasi rumah hingga selesai nantinya akan mendapat pendampingan dari pihak Brigif 32 Mangkalihat bersama Kecamatan Bengalon.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai peruntukan bantuan dan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi penerima.

Kolaborasi antara BAZNAS Kutim, Brigif 32 Mangkalihat dan Kecamatan Bengalon ini menjadi bagian dari upaya bersama membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran.

13/08/2026 | Kontributor: Humas Viral Kaltim
BAZNAS Kutim dan Brigif TP 32/Mangkalihat Gelar Khitan Massal, 52 Anak Fakir Miskin Terbantu

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan khitan massal bagi anak-anak dari keluarga fakir dan miskin.

Kegiatan tersebut digelar melalui kerja sama BAZNAS Kutim dengan Brigif TP 32/Mangkalihat dan diikuti sebanyak 52 anak, dengan total bantuan senilai Rp52 juta. Kegiatan berlangsung pada Minggu (9/8/2026).

Ketua BAZNAS Kutim, Drs. K.H. Masnip Sofwan, mengatakan kegiatan khitan massal tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, khitan massal tidak hanya menjadi bentuk bantuan sosial, tetapi juga diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua, khususnya keluarga kurang mampu.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada anak-anak dari keluarga fakir dan miskin. Kita berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka,” ujar Masnip Sofwan.

Di tengah kegembiraan anak-anak dan haru para orang tua, kehadiran Danbrigif TP 32/Mangkalihat, Kolonel Inf Agussalim Tuo, S.H., M.I.P., turut melengkapi suasana kebahagiaan dalam kegiatan tersebut.

“Melihat senyum di wajah anak-anak hari ini adalah kebahagiaan terbesar bagi kami. Tugas kami bukan hanya menjaga wilayah, tapi juga menjaga senyum anak-anak, menjaga masa depan mereka, dan memastikan mereka tumbuh dalam kasih sayang dan keamanan,” ujar Agussalim.

Ia menegaskan, keberadaan Brigif TP 32/Mangkalihat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga bagaimana prajurit dapat hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sekali Melangkah, Pantang Menyerah! Sekali kami berjanji melindungi dan menyayangi rakyat, maka kami tak akan pernah berhenti,” tegasnya.

Kegiatan khitan massal tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara BAZNAS dan TNI dalam memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

 

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kutim berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari zakat yang dihimpun dan disalurkan secara tepat sasaran.

13/08/2026 | Kontributor: Humas Viral Kaltim
BAZNAS RI dan LPAI Bangun Kolaborasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Keluarga Rentan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) membangun kolaborasi dalam menyelenggarakan program Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Keluarga Rentan melalui optimalisasi pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah bidang, meliputi pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Adapun penerima manfaat program ditujukan bagi anak yatim piatu, dhuafa, anak penyandang disabilitas, anak korban kekerasan, anak korban bencana, anak terlantar, hingga anak dalam situasi khusus, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. 

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi BAZNAS RI dan LPAI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Ketua Umum (Ketum) LPAI  Samsul Ridwan, serta Wakil Ketua Umum 3 LPAI Ir. Titik Suharyati. 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh berbagai program kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak dan penguatan keluarga rentan melalui potensi pengelolaan ZIS.

"Kami melihat banyak ruang program yang dapat disinergikan, mulai dari bantuan akses pendidikan dan beasiswa anak prasejahtera, bantuan kesehatan, penanganan stunting, hingga perlindungan anak di lingkungan khusus seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)," ujar Rizaludin.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar anak, Rizaludin menilai penguatan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak. 

"Ketika ekonomi keluarga kuat, anak-anak akan lebih terlindungi dari potensi kekerasan, penelantaran, maupun eksploitasi," kata Rizaludin

Untuk mendukung berbagai program tersebut, Rizaludin menjelaskan, BAZNAS memiliki sumber dana yang dihimpun dari berbagai instrumen. Selain dana zakat yang peruntukannya khusus bagi mustahik Muslim, BAZNAS juga mengelola dana infak terikat, sedekah, serta partisipasi CSR korporasi.

"Keberadaan dana infak dan CSR ini memberikan fleksibilitas bagi BAZNAS mendukung LPAI untuk menjangkau seluruh anak Indonesia dari kelompok masyarakat rentan secara inklusif termasuk anak-anak di wilayah perbatasan, daerah bencana, hingga luar negeri tanpa terkendala batasan-batasan teknis penyaluran," ujarnya.

Rizaludin berharap kolaborasi tersebut dapat segera diwujudkan dalam program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dari kelompok rentan. Ia menilai isu perlindungan anak dan kesehatan menjadi perhatian penting.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) LPAI  Samsul Ridwan mengapresiasi dukungan BAZNAS dalam membersamai LPAI memperkuat perlindungan anak Indonesia.

"Masalah perlindungan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Oleh karena itu, LPAI membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dengan lembaga-lembaga negara serta lembaga zakat nasional seperti BAZNAS," ujar Samsul Ridwan.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan anak-anak korban kekerasan, anak yatim piatu, anak di wilayah bencana, hingga anak pekerja migran di daerah perbatasan yang kehilangan hak dasar atas akta kelahiran, pendidikan, dan kesehatan, bisa mendapatkan hak-haknya kembali," ucapnya.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Divisi Ritel BAZNAS RI Arief Budiman, Kepala Divisi Digital Fahrudin, serta Kepala Divisi UPZ Nasional BAZNAS RI Tri Hadian, S.T.

12/08/2026 | Kontributor: Humas Baznas RI

Berita Terbaru

Mahasiswa STAIS Menjadikan BAZNAS Kutim Bahan Penelitian
Mahasiswa STAIS Menjadikan BAZNAS Kutim Bahan Penelitian
SANGATTA - 12 November 2025 Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Arya Nuraini berkunjung ke Kantor BAZNAS Kutai Timur sekaligus melakukan wawancara untuk bahan penelitian guna penyelesaian Tugas Mata Kuliah Pengantar Mikro Syariah. Wawancara tersebut berlangsung dengan Kepala Pelaksana Bapak Lukman Affandi, S.H.I., M.H. untuk mendiskusikan terkait kegunaan zakat.
BERITA12/11/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Pembekalan Kepada Calon Mustahik
Pembekalan Kepada Calon Mustahik
Para Calon Mustahik setelah dilakukan survei satu-persatu, kemudian mereka dikumpulkan untuk diberikan pengarahan terkait pemanfaatan zakat dan keistiqomahan dalam ibadah, dan menjelaskan terkait salah satu program BAZNAS berupa bantuan produktif agar dapat memberdayakan ekonomi secara mandiri sehingga manfaat berdampak panjang. Salah satu program produktif kami berbentuk modal usaha, bantuan alat produksi atau keterampilan yang memungkinkan Mustahik (penerima zakat) dapat memiliki pendapatan secara berkelanjutan yang langsung disampaikan oleh Bapak H. Moh. Abdullah, S.Pd.I., M.Pd. selaku Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dan Lukman Affandi, S.H.I., M.H. selaku Kepala Pelaksana. Kemudian, ditutup dengan bersama-sama membacakan doa untuk para Muzakki yang telah menyetorkan zakat di BAZNAS Kutai Timur.
BERITA11/11/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Beasiswa Berupa Uang Saku Untuk Warga Sangatta Selatan
Beasiswa Berupa Uang Saku Untuk Warga Sangatta Selatan
Telah disalurkan beasiswa kepada mahasiswa atas nama Daffa Muzakkir asal Kecamatan Sangatta Selatan yang telah resmi diterima di Al-Azhar dan telah tiba di Mesir, kemudian dilakukan survei dan beliau masuk kategori penerima bantuan BAZNAS Kutai Timur.Semoga bantuan ini dapat meringankan biaya hidup selama menempuh pendidikan di sana. Terimakasih kepada seluruh Muzakki semoga diganti menjadi keberkahan untukmu sekeluarga. aamiin
BERITA07/11/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Terapkan Sertifikasi Online, Dorong Pemerataan Kualitas Amil Zakat di Indonesia
BAZNAS RI Terapkan Sertifikasi Online, Dorong Pemerataan Kualitas Amil Zakat di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI menghadirkan Sertifikasi Jarak Jauh (SJJ) atau online bagi para amil zakat di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pemerataan kualitas dan profesionalisme amil di berbagai daerah. Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Optimalisasi Perjuangan Amil Dengan Sertifikasi Online” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (4/11/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Kepala LSP BAZNAS RI Dr. Muhammad Choirin, Lc, M.A., serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang hadir secara daring. Pimpinan BAZNAS RI, Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, menyambut baik kebijakan baru dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memungkinkan LSP BAZNAS menyelenggarakan Sertifikasi Jarak Jauh. Menurutnya, langkah ini menjadi solusi efisien sekaligus meringankan beban biaya bagi para calon peserta sertifikasi yang selama ini terkendala transportasi dan akomodasi ke kota besar. “Ini kabar baik bagi para amil di daerah, karena sertifikasi online memungkinkan mereka mengikuti uji kompetensi tanpa harus hadir secara fisik, dengan tetap mengacu pada standar pengawasan BNSP sehingga tidak mengurangi kualitas penilaiannya,” ujar Nadratuzzaman. Lebih lanjut, ia berharap agar langkah ini menjadi lompatan penting dalam mewujudkan profesionalisme para amil dan amilat. Dengan sertifikasi online ini, profesi amil tidak hanya diakui secara resmi, tetapi juga mendapatkan legitimasi personal yang kuat. "Kita sudah memiliki Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sehingga akan terasa kurang lengkap jika menjadi anggota AAZRI tanpa memiliki sertifikat profesi amil,” ujar Nadratuzzaman. Nadratuzzaman juga berharap, ke depannya, LSP BAZNAS RI bersama Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS bisa menyiapkan program pelatihan jarak jauh, seperti video pembelajaran yang mendukung sistem sertifikasi ini. "Dengan begitu, peserta sudah paham materinya sejak awal. Jadi ketika diskusi, bisa lebih fokus dan mendalam,” ujar Nadratuzzaman. “Profesi amil adalah profesi yang disebut langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Karena itu, jangan sampai Allah sudah mengakuinya, tapi manusia belum. Agar pengakuan itu lengkap, amil perlu mengikuti sertifikasi di LSP BAZNAS RI. Dengan begitu, akan bertemulah dua pengakuan: pengakuan ilahiyah dan pengakuan duniawi,” ucap Nadratuzzaman. Sementara itu, Kepala LSP BAZNAS RI Dr. Muhammad Choirin, Lc, M.A., menjelaskan, izin pelaksanaan Sertifikasi Jarak Jauh telah diperoleh melalui SK Ketua BNSP No. KEP.2251/BNSP/IX/2025. Ia menegaskan, meski dilakukan secara daring, proses asesmen tetap mengikuti ketentuan dan standar mutu yang ketat, termasuk penggunaan kamera pengawas selama ujian berlangsung. "Latar belakang sertifikasi online ini tidak terlepas dari kebijakan BNSP yang semula dikembangkan saat pandemi COVID-19. Setelah sempat dimoratorium, izin pelaksanaan kembali dibuka untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin tetap memperoleh sertifikasi secara efisien," ujarnya. Ia menambahkan, tingginya biaya transportasi dan akomodasi selama ini menjadi hambatan utama bagi calon peserta di daerah. Berdasarkan data 2025, pelaksanaan sertifikasi di luar Jakarta baru menjangkau kota besar seperti Semarang, Makassar, dan Pekanbaru. Akibatnya, jumlah amil tersertifikasi dari daerah dengan ongkos transportasi tinggi masih rendah. “Dengan sertifikasi online, amil dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan yang jauh dari kota besar, dapat mengikuti sertifikasi tanpa harus datang ke lokasi ujian. Ini akan membuka kesempatan lebih luas bagi pemerataan kualitas amil di seluruh tanah air,” ujarnya. Lebih lanjut, Choirin mengatakan, LSP BAZNAS telah menerbitkan 3.295 sertifikat profesi amil dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2018–2025). Meski demikian, Choirin mengakui bahwa peta sebaran peserta masih tersentralisasi di Pulau Jawa. "Melalui program Sertifikasi Jarak Jauh, kami menargetkan peningkatan signifikan di wilayah luar Jawa dengan membuka klaster-klaster sertifikasi baru," kata Choirin. Choirin menjelaskan, saat ini sekitar 15 persen asesor di LSP BAZNAS berasal dari kalangan ahli, termasuk komisioner bidang zakat dan wakaf, profesor ekonomi syariah, hingga praktisi berpengalaman di lembaga zakat nasional. “Dengan pengalaman dan kredibilitas asesor yang tinggi, kami optimistis penyelenggaraan SJJ tetap menjaga kualitas asesmen,” katanya. ------------- Informasi Pusdiklat 0822-2706-0666
BERITA04/11/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Salurkan Kaki Prostetik Bantu Penyandang Disabilitas di Kepulauan Seribu
BAZNAS Salurkan Kaki Prostetik Bantu Penyandang Disabilitas di Kepulauan Seribu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kaki prostetik kepada seorang penyandang disabilitas, Suryani, warga Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, di Klinik Tuna Daksa, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Suryani kehilangan kaki kanannya akibat komplikasi diabetes yang dideritanya. Selama empat bulan terakhir, ia harus menggunakan tongkat dan bergantung pada bantuan orang lain untuk beraktivitas. Kini, dengan bantuan kaki prostetik dari BAZNAS, Suryani mulai kembali berlatih berjalan dan beradaptasi dengan alat bantu barunya. Sekretaris Utama BAZNAS, H. Subhan Cholid, menyampaikan bahwa bantuan berupa pemberian kaki prostetik tersebut merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan agar dapat hidup lebih mandiri. “Kami di BAZNAS meyakini bahwa setiap mustahik memiliki hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Bantuan kaki prostetik ini bukan hanya alat bantu berjalan, tetapi juga simbol semangat agar penerima dapat kembali percaya diri, mandiri, dan produktif,” ujar Subhan di Jakarta, Senin (3/11/2025). Ia menegaskan, program bantuan alat bantu berjalan merupakan bagian dari misi BAZNAS dalam menebar manfaat zakat secara luas dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang hidup di daerah kepulauan dan sulit dijangkau. “BAZNAS terus berupaya menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, termasuk wilayah Kepulauan Seribu. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada mustahik yang terlewat dari perhatian, di mana pun mereka berada,” ucap Subhan. Subhan menambahkan, dukungan terhadap penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial. “Kami ingin kehadiran BAZNAS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan seperti ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat dapat mengembalikan harapan dan membuka peluang baru bagi para penerima,” kata Subhan. Sementara itu, Suryani mengaku sangat bersyukur atas bantuan kaki prostetik dari BAZNAS. Dengan kaki prostetik tersebut, ia merasa memiliki semangat baru untuk beraktivitas dan tidak lagi terlalu bergantung pada orang lain.
BERITA03/11/2025 | Humas Baznas RI
PENUTUPAN & PENGUKUHAN PELATIHAN BAZNAS TANGGAP BENCANA SE-KALTIM
PENUTUPAN & PENGUKUHAN PELATIHAN BAZNAS TANGGAP BENCANA SE-KALTIM
SANGATTA - 31 Oktober 2025 dilakukan penutupan sekaligus pengukuhan kepada para peserta Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Se-Kalimantan Timur dan Kecamatan Kutai Timur. Agenda ini ditutup langsung oleh Ketua BAZNAS Kutai Timur, Drs. KH. Masnip Sofwan bersama Jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur, BAZNAS Provinsi Kaltim dan Tim BTB BAZNAS RI. Agenda yang dilakukan di Halaman Masjid Agung Al Faruq yang juga satu wilayah dengan Kantor BAZNAS Kab. Kutai Timur ini diharapkan sebagai pembentukan sistem relawan tanggap bencana yang mandiri dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota, dapat bergerak cepat, dan terkoordinasi, untuk memberikan bantuan dan siap digerakkan kapan saja. "BAZNAS Kutai Timur mengucapkan terimakasih banyak kepada Tim BTB BAZNAS RI, Baznas Provinsi Kaltim, Baznas Kabupaten/Kota Se-Kaltim, dan rekan-rekan dari Kecamatan se-Kutai Timur. Semoga dengan adanya kegiatan ini kita dapat saling berkesinambungan saling berkoordinasi melalui grup yang sudah ada untuk saling menginfokan apabila terdapat bencana yang ada di daerah masing-masing. Kami mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama acara ini dilaksanakan, sampai ketemu di lain waktu. Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil'alamin Pelatihan Dasar Tanggap Bencana dinyatakan di tutup." tutup Ketua BAZNAS Kutim.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
DAY 3 SIMULASI PELATIHAN BTB SE-KALTIM
DAY 3 SIMULASI PELATIHAN BTB SE-KALTIM
Hari terakhir dalam Agenda Pelatihan BAZNAS Tanggap Bencana Se-Kaltim yaitu diisi oleh satu materi dari Pak Dede Nurjaman Staf BTB BAZNAS RI, kemudian dilanjut pengarahan sekaligus memimpin Simulasi Bencana oleh Pak Anda Staf BTB BAZNAS RI.Agenda outdoor yang dengan target untuk menyelamatkan 7 korban terluka, namun dikarenakan simulasi tetap diselingi tawa canda oleh para peserta agar tidak terlalu kaku dan meningkatkan bounding antar peserta.Walaupun dengan kondisi area yang cukup luas dan korban yang "bersembunyi" sehingga cukup sulit ditemukan, alhamdulillah 7 korban tersebut berhasil diselamatkan.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
DAY 2 PELATIHAN MANAJEMEN TINGKAT DASAR BTB SE-KALTIM
DAY 2 PELATIHAN MANAJEMEN TINGKAT DASAR BTB SE-KALTIM
SANGATTA - 30 Oktober 2025 Pada hari kedua Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana Se-Kaltim diisi langsung oleh Tim BTB BAZNAS RI yaitu Ibu Dian Aditya Mandana Putri selaku Kepala Divisi, Pak Anda dan Pak Dede Nurjaman. Agenda yang disampaikan mulai dari pengenalan tentang BTB, bentuk-bentuk bantuan darurat, cara menyalurkan bantuan, bagaimana cara mendokumentasikan dan menyampaikan hasil Disetiap materi diadakan diskusi tanya jawab yang antusias dari para peserta terkait kejadian yang sering dialami, selain itu dilakukan pula praktik secara langsung mulai dari menerima informasi bencana, mendokumentasikan dan memberitakan bantuan hingga penyaluran. Agenda ini diharapkan sebagai pembentukan sistem tanggap bencana yang mandiri dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota, dapat bergerak cepat, dan terkoordinasi, untuk memberikan bantuan dan siap digerakkan kapan saja.
BERITA30/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang Cisolok Sukabumi
BAZNAS Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang Cisolok Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejak Senin (27/10/2025), tim relawan BAZNAS telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan aksi tanggap darurat dan pelayanan kemanusiaan. Tim yang terdiri atas personel BTB dan relawan lokal melakukan berbagai kegiatan mulai dari aksi bersih-bersih (Aksi Resik), pendirian dapur air, hingga distribusi makanan siap saji bagi para penyintas dan relawan di lapangan. Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat para relawan yang langsung turun membantu masyarakat sejak hari pertama sebagai wujud nyata dari komitmen BAZNAS untuk selalu hadir bersama masyarakat dalam situasi darurat. “Kita tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tapi juga memastikan warga mendapat dukungan moral dan pelayanan dasar yang layak,” ujar Imdadun di Jakarta, Kamis (30/10/2025). Menurutnya, koordinasi antara BAZNAS, relawan, dan para pemangku kepentingan di daerah menjadi kunci keberhasilan penanganan awal bencana. “Sinergi ini penting agar setiap langkah penanganan lebih efektif dan tepat sasaran. Kita juga terus melakukan asesmen kebutuhan agar bantuan lanjutan bisa diberikan sesuai kondisi lapangan,” ucap Imdadun. Imdadun mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, BAZNAS Tanggap Bencana bersama relawan menyalurkan bantuan melalui dapur air yang melayani hingga 200 porsi per hari, serta mendistribusikan makanan siap saji kepada warga di titik-titik pengungsian. “Selain itu, tim juga melakukan asesmen di Kampung Pamokohan, Desa Sukarame, yang terdampak longsor,” jelasnya. Sementara itu, relawan BAZNAS Tanggap Bencana, Ade Hilman menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di Cisolok dan siap menambah dukungan bila situasi masih membutuhkan penanganan lanjutan. “Kami mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para penyintas dan mendukung program-program kemanusiaan BAZNAS agar penanganan bencana bisa berjalan berkelanjutan,” katanya.
BERITA30/10/2025 | Humas Baznas RI
APEL KESIAPSIAGAAN DAN PEMBUKAAN PELATIHAN BTB SE-KALTIM
APEL KESIAPSIAGAAN DAN PEMBUKAAN PELATIHAN BTB SE-KALTIM
SANGATTA - 29 Oktober 2025 telah dibuka secara resmi Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana Se-Kaltim oleh Bupati Kutai Timur, Drs. KH. Masnip Sofwan yang diikuti oleh 59 peserta terdiri dari 6 BAZNAS Kab/Kota di Kaltim (BAZNAS Paser, Berau, Bontang, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara) dan 13 Kecamatan Kabupaten Kutai Timur (Muara Bengkal, Kombeng, Bengalon, Teluk Pandan, Sangatta Utara, Sangkulirang, Karangan, Muara Ancalong, Rantau Pulung, Sangatta Selatan, Long Mesangat, Busang, Batu Ampar)Apel kesiapsiagaan dan pembukaan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Pimpinan BAZNAS Kab. Kutim, BAZNAS Provinsi Kaltim, Kepala Divisi dan Staf Baznas Tanggap Bencana BAZNAS RI, Kapolres Kutai Timur, Perwakilan Kodim 0909/Kutim, LANAL, Damkar, Kepala Pelaksana BPBD Kutim, Dewan Pengawas BAZNAS Kutim, hingga Perwakilan Camat Sangatta Utara dan Selatan.Agenda ini diharapkan sebagai pembentukan sistem tanggap bencana yang mandiri dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota, dapat bergerak cepat, dan terkoordinasi, untuk memberikan bantuan dan siap digerakkan kapan saja.
BERITA29/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Selenggarakan Bootcamp dan Grand Final Santripreneur 2025 Klaster Usaha Peternakan
BAZNAS Selenggarakan Bootcamp dan Grand Final Santripreneur 2025 Klaster Usaha Peternakan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses menggelar Bootcamp dan Grand Final Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Usaha Peternakan di Kopontren Al Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI, Sedekah Konsumen Alfamidi, dan Kopontren Al Ittifaq sebagai mitra pelaksana dalam mendukung kemandirian ekonomi santri di bidang peternakan. Program BAZNAS Santripreneur menjadi salah satu inisiatif unggulan BAZNAS RI untuk mencetak santri yang mandiri dan berdaya saing. Fokus program ini adalah pengembangan usaha produktif pesantren melalui pelatihan, pendampingan, dan permodalan. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah memberdayakan 1.485 mustahik di 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota. Tahun ini, sebanyak 50 peserta terbaik dari 2.902 pendaftar mengikuti bootcamp selama lima hari untuk memperdalam pengetahuan, membuat rencana bisnis, serta mengikuti penjurian grand final dengan total bantuan usaha hingga Rp500 juta. Kepala Departemen Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. Nayif Sujudi, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kompetisi yang dinilai efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi santri. “Kegiatan Santripreneur ini sangat efektif untuk meningkatkan daya perekonomian di pesantren. Harapan kami, kegiatan ini menjadi pilar penting dalam mencetak generasi santri yang tangguh dan adaptif terhadap era digital,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya mencetak santri yang unggul secara spiritual, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi umat. “Kami berharap para santri tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan, tetapi berani melangkah untuk berinovasi, mengembangkan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru. Santri bukan hanya ahli mengaji, tapi juga harus tangguh dan profesional di bidang ekonomi,” tambah Dr. Nayif. Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Sugeng Santoso, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai inisiatif BAZNAS sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kegiatan Santripreneur ini memiliki semangat yang sama dengan program pemerintah seperti kemandirian pangan dan penguatan koperasi desa. Santri pelaku usaha peternakan bisa menjadi bagian dari rantai pasok pangan nasional. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar hasilnya memberi dampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, Setia Irawan selaku CEO Kopontren Al Ittifaq, menegaskan pentingnya menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi umat. “Program ini bukan sekadar lomba, tapi proses belajar yang berkelanjutan. Santri perlu terus mengasah kemampuan, membangun jejaring, dan menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya. Santri yang kuat bukan hanya pandai mengaji, tapi juga mampu berwirausaha dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam penutupan kegiatan. Acara penutupan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini turut dihadiri perwakilan dari Kemenko Pangan RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kota Bandung, serta Divisi Ekonomi Perkotaan dan Divisi PUC BAZNAS RI. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan simbolis bantuan usaha kepada para pemenang dan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat dan dedikasi mereka selama bootcamp. Melalui program BAZNAS Santripreneur, BAZNAS RI terus berkomitmen mencetak santri yang berdaya, inovatif, dan mandiri secara ekonomi. Pesantren diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual sekaligus penggerak ekonomi umat di berbagai sektor, termasuk peternakan, pertanian, kuliner, dan industri kreatif, guna mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.
BERITA28/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Ajak Masyarakat Indonesia Perkuat Solidaritas Bantu Rehabilitasi Gaza Pasca Gencatan Senjata
BAZNAS Ajak Masyarakat Indonesia Perkuat Solidaritas Bantu Rehabilitasi Gaza Pasca Gencatan Senjata
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak bersama membantu masyarakat Palestina melalui penggalangan donasi guna mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascaperang secara terarah dan berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Membangun Kembali Gaza Pasca Gencatan Senjata”, yang selenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, pada Selasa (28/10/2025). Hadir, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Mohamad Arifin Purwakananta, serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang hadir secara daring. Dalam paparannya, Nadratuzzaman Hosen menegaskan, komitemen BAZNAS untuk berperan aktif dalam upaya rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina. Menurutnya, upaya membangun kembali Gaza membutuhkan sinergi dan kepedulian bersama. Selain doa, langkah konkret berupa pengumpulan dana kemanusiaan menjadi hal yang mendesak dilakukan. Ia menambahkan, di tengah gencatan gencatan senjata, BAZNAS juga terus berupaya menggerakkan kembali semangat penggalangan dana (fundraising) nasional agar kepedulian terhadap masyarakat Gaza tidak meredup. “Kita ingin membangun kembali semangat teman-teman di daerah untuk menggerakkan masyarakat membantu Gaza. Kita tidak bisa mengelak dari tanggung jawab moral sebagai umat Islam yang memiliki rasa persaudaraan dengan saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya. Untuk itu, Nadratuzzaman mengimbau seluruh BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota agar membuka kanal donasi seluas-luasnya, sehingga masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan mudah dan transparan. Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Mohamad Arifin Purwakananta, menjelaskan bahwa pemulihan Gaza akan difokuskan pada empat bidang utama, yakni pemulihan rumah dan infrastruktur, pemulihan ekonomi dan pasar, pemulihan air dan lingkungan, serta pemulihan sosial dan pendidikan. “Bidang-bidang ini sangat krusial. Banyak rumah, sekolah, rumah sakit, dan masjid yang hancur. Pemulihan ekonomi juga menjadi prioritas agar masyarakat bisa kembali berusaha dan menghidupkan pasar lokal. Selain itu, perlu juga dukungan untuk pemulihan trauma, pemberian beasiswa bagi anak yatim, serta pelatihan kerja,” jelas Arifin. Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan, kontribusi masyarakat Indonesia untuk Gaza selama ini sangat besar. BAZNAS telah menyalurkan 23 rombongan besar bantuan, disertai berbagai tambahan dukungan kemanusiaan lainnya. “Bantuan dari BAZNAS bukan hanya bersifat insidental, melainkan bagian dari upaya panjang yang telah dilakukan sejak lama. Sejak awal berdirinya, BAZNAS telah aktif menyalurkan bantuan hingga ke Gaza. Ini bukan sekadar aksi kemanusiaan, tetapi juga bentuk diplomasi kemanusiaan Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina,” ujar Arifin. Ia menambahkan, momentum saat ini menjadi waktu yang tepat bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali bergerak membantu Gaza. “Kami mengajak masyarakat, komunitas, hingga pelaku usaha untuk bersama-sama menggalang donasi. Tidak perlu menunggu kondisi sempurna untuk berbuat baik. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi rakyat Gaza,” katanya. Arifin mendorong BAZNAS pusat dan daerah untuk terus menggelorakan kampanye solidaritas bagi Palestina di sekolah, masjid, hingga komunitas sosial. “Kolaborasi antara BAZNAS pusat dan daerah menjadi kunci. Dengan sinergi ini, bantuan dari masyarakat Indonesia dapat tersalurkan tepat sasaran kepada saudara-saudara kita di Gaza,” ujarnya.
BERITA28/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Menerima Infak Palestina Rp701 Juta dari Syafana Islamic School
BAZNAS RI Menerima Infak Palestina Rp701 Juta dari Syafana Islamic School
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran infak Kemanusiaan Palestina Tahap 2 dari siswa-siswi Syafana Islamic School sebesar Rp 701.100.000, di gedung Secondary Syafana Islamic School yang berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Selasa (28/10/2025). Turut hadir dalam acara penyaluran infak ini Direktur Layanan BAZNAS RI H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA, CFRM, Chairperson Syafana Islamic School Hj. Ummu Latifah, Managing Director Syafana Islamic School, Dr. H. Nanang Firdaus Masduki, Lc., MM. “Hari ini kami bersyukur sekali melakukan kerja sama dan mendapatkan kepercayaan dari para siswa-siswi dan orang tua dari Syafana Islamic School yang telah menyalurkan donasi untuk Palestina,” ujar Rulli di gedung Syafana Islamic School, BSD, Tangerang Selatan. Menurut Rulli, penyaluran donasi kemanusiaan yang dilakukan oleh Syafana Islamic School merupakan bentuk kepedulian para siswa-siswa, orang tua serta para guru dan karyawan dalam membantu saudara-saudara di Palestina. Kepedulian ini kata Rulli, harus terus dipupuk dan dijaga apalagi di kalangan anak remaja, di mana permasalahan tentang kesehatan mental kerap menjadi topik utama. “Kepedulian itu ternyata secara signifikan dapat menyembuhkan kesehatan mental, artinya problem mental isu yang banyak dibicarakan itu ternyata solusinya adalah kepedulian dan ini sudah digerakkan di sekolah ini,” kata Rulli menyampaikan apresiasinya. Rulli menjelaskan, dana bantuan kemanusiaan untuk Palestina saat ini telah terkumpul sebanyak Rp300 miliar lebih dan telah memasuki tahap kedua, yakni tahap rekonstruksi. Pada fase rekonstruksi ini, BAZNAS RI ingin membangun kembali Gaza, rumah-rumah warga, fasilitas kesehatan, masjid, sekolah, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya. “Kita ingin membangun ulang Gaza, agar masyarakat Gaza bisa kembali hidup layak dan normal. Fase pemulihan ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama bukan hanya 1-2 tahun. Ini proses yang panjang sekali, oleh karena itu kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkannya,” ucapnya. Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Syafana Islamic School, Dr. H. Nanang Firdaus Masduki, Lc., MM. menyampaikan, dana sebesar Rp701.100.000 merupakan hasil gerakan donasi yang berasal dari para siswa-siswa, orang tua murid, guru, dan staf Syafana Islamic School. Nanang berharap, donasi tersebut dapat membantu rakyat Palestina untuk bisa memulai kembali kehidupan yang layak pasca perang. Oleh karena itu kata dia, penggalangan dana ini merupakan bentuk pembelajaran bagi siswa siswa Syafana untuk menumbuhkan rasa kepedulian mereka terhadap isu-isu kemanusiaan. Karenanya ia berharap, Syafana Islamic School bukan hanya menjadi wadah para siswa untuk belajar dan wadah para guru untuk mentransfer ilmu, tapi juga sebagai tempat untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kemanusiaan. “Nilai inilah yang kami bangun di Syafana,” ujarnya. Nanang berharap kerja sama dengan BAZNAS ini dapat mewujudkan cita-cita Syafana Islamic School untuk ikut terlibat dalam pembangunan kembali Gaza. Selain itu juga untuk menjaga kepercayaan para orang tua siswa yang turut berpartisipasi menyalurkan donasi untuk Palestina. “Kami mempercayai BAZNAS karena BAZNAS secara konsisten, transparan, dan saya menyaksikan langsung ketika penyerahan bantuan lewat Mesir ke Gaza karena kebetulan saya sedang ada di Mesir saat itu. Jadi ini penting untuk membangun kepercayaan para parent dan lingkungan masyarakat kita,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Osis Syafana Islamic School, Adzra Ashila Alifiya Prabowo (G11 Science 1) mengungkapkan, bantuan kemanusiaan yang telah dikumpulkan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan luka dan kerugian yang dialami oleh rakyat Palestina. Namun demikian ia berharap donasi dari sekolahnya ini dapat memberikan manfaat dan kehidupan yang lebih terang dan berkah bagi rakyat Palestina. “Penggalangan dana ini bukan sekadar mengumpulkan uang tapi juga menggali kepedulian teman-teman kami di Syafana untuk saudara-saudara kita di Palestina yang masih bertahan dalam kondisi sulit. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan untuk kita semua juga untuk Syafana Islamic School,” ujarnya.
BERITA28/10/2025 | Humas Baznas RI
DAY 1 PELATIHAN BAZNAS TANGGAP BENCANA SE-KALTIM
DAY 1 PELATIHAN BAZNAS TANGGAP BENCANA SE-KALTIM
Hari pertama agenda Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) diisi dengan materi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur Ibu Dr. Hj.Sulastin, S.Sos.,M.Kes.,M.M.,M.AP. dilanjut dengan Koordinator Pos BASARNAS Kutim Bapak Arief Setiawan, S.T., lalu dari Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sangatta Bapak Ahmad Fadli, S.Pd. dan ditutup oleh Ibu Dian Aditya Kepala Pelaksana BTB BAZNAS RI.Disetiap materi diadakan diskusi tanya jawab yang antusias dari para peserta terkait kejadian yang sering dialami, selain itu dilakukan pula praktik pertolongan pertama pada korban.Agenda ini diharapkan sebagai pembentukan sistem tanggap bencana yang mandiri dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota, dapat bergerak cepat, dan terkoordinasi, untuk memberikan bantuan dan siap digerakkan kapan saja.
BERITA28/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Raih Penghargaan Menyukseskan Penurunan Stunting dari DPPKB
BAZNAS Kutim Raih Penghargaan Menyukseskan Penurunan Stunting dari DPPKB
SANGATTA - 28 Oktober 2025 dalam agenda Launching Cap Jempol Stop Stunting Strategi Kolaborasi Penanganan KRS (Keluarga Risiko Stunting) BAZNAS Kabupaten Kutai Timur meraih penghargaan apresiasi Kerjasama Organisasi Mitra/DUDI/Lembaga Dalam Menyukseskan Program Bangga Kencana & Percepatan Penurunan Stunting. Pada penyerahan penghargaan tersebut Ketua BAZNAS Kutim, Drs. KH. Masnip Sofwan menerima secara langsung piagam yang diserahkan oleh Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. didampingi oleh Ketua DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B. S.H., M.Si. BAZNAS Kutai Timur menerima penghargaan tersebut bersama 9 instansi lain yaitu PT. KPC, PT. Indominco Mandiri, PT. PAMA, PT. DSN Group, PT. Ganda Alam Makmur, PT. Indexim Coalindo, PT. Bara Tabang, TP PKK Kutai Timur serta PDAM Kutai Timur.Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat mendukung BAZNAS Kutai Timur sehingga kami dapat terus menyalurkan bantuan kepada keluarga risiko stunting di 18 kecamatan se-kutai timur.
BERITA27/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Raih Penghargaan Top Excellent Award 2025
BAZNAS RI Raih Penghargaan Top Excellent Award 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan “Top Excellent Award 2025 - 5 Pilar Media” sebagai Trusted Zakat Fundraising in Innovative Social Responsibility Programs. Top Excellence Award 2025 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Five Pilar Event Management dan 5 Pilar Media Communication, bekerja sama dengan National Awarding Research Center serta diliput oleh 5 Pilar YouTube Channel. Penghargaan ini ditujukan bagi lembaga pendidikan, perusahaan, dan profesional yang berhasil menciptakan inovasi serta menjaga kredibilitas dan integritas di bidangnya masing-masing. Tujuannya, untuk mendorong para pelaku pendidikan dan profesional di Indonesia agar terus meningkatkan kualitas dan kepercayaan publik. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Ia menegaskan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta dukungan para muzaki yang terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa tata kelola zakat di BAZNAS semakin diakui publik, terutama dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan inovasi program sosial. Kami terus berkomitmen agar setiap rupiah zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ujar Kiai Noor, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10/2025). Ia menambahkan, inovasi menjadi kunci penting dalam menjaga relevansi dan efektivitas pengelolaan zakat di era modern. Menurutnya, BAZNAS terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk dunia usaha dan komunitas, melalui pendekatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan program zakat. “Kolaborasi dengan mitra strategis merupakan langkah nyata dalam memperluas dampak zakat. Melalui sinergi ini, BAZNAS tidak hanya menjadi lembaga penyalur dana sosial, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan,” imbuhnya. Penghargaan ini diserahkan dalam acara yang berlangsung di Sunlake Waterfront Sunter Hotel, Jakarta, dan diterima oleh Kepala Divisi Pengumpulan CSR BAZNAS RI. Apa yang kita lakukan semata-mata untuk kemaslahatan umat dan menjalankan tanggung jawab moral dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran. Penghargaan ini menjadi penyemangat agar kami terus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya. BAZNAS RI dalam beberapa tahun terakhir secara aktif menghadirkan berbagai inovasi program seperti Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Layanan Kesehatan Kapal Bergerak RSB, Santripreneur, Balai Ternak, ZChicken, Zmart, Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), juga berbagai program lainnya. Seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
BERITA27/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Raih Opini WTP Laporan Keuangan Tahun 2024
BAZNAS RI Raih Opini WTP Laporan Keuangan Tahun 2024
Opini WTP dalam audit laporan keuangan BAZNAS oleh KAP AR Utomo telah diraih BAZNAS RI sejak pertama audit laporan keuangan tahun 2002 hingga laporan tahun 2024. Pencapaian ini disampaikan dalam konferensi pers di kantor BAZNAS RI, Jakarta, yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Saidah Sakwan, MA, Sestama BAZNAS RI dan H. Subhan Cholid, Kamis (23/10/2025). Dalam dokumen audit laporan keuangan, BAZNAS RI berhasil mencatat kinerja keuangan dengan total pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mencapai Rp1,108 triliun, dengan rincian Rp874,1 miliar berasal dari zakat dan Rp254,9 miliar dari infak/sedekah. Sementara realisasi penyaluran sebesar Rp1,066 triliun untuk berbagai program pemberdayaan umat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti konkret integritas pengelolaan keuangan BAZNAS yang didukung oleh angka-angka kinerja yang transparan. Torehan ini menjadi komitmen akuntabilitas keuangan publik BAZNAS RI, yang mengelola dana ZIS dengan prinsip transparansi dan kehati-hatian. "Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini merupakan pertanggungjawaban kami kepada seluruh masyarakat, khususnya muzaki, mustahik, dan mitra LAZ di seluruh Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa dana yang dipercayakan kepada kami, yang berhasil dihimpun sebesar Rp1,108 triliun dengan komposisi zakat Rp 874,1 miliar dan infak/sedekah Rp 254,9 miliar, dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Alhamdulillah, dana sebesar Rp1,066 triliun telah kami salurkan untuk program-program pemberdayaan umat," ujar Kiai Noor. Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran amilin amilat BAZNAS dan tim audit. "Pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian dan besarnya amanah yang berhasil dikelola ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen kolektif seluruh pimpinan, deputi, sekretaris utama, direktur, kepala biro, kadiv, kabag serta amil dan amilat BAZNAS. Kami bertekad untuk terus menjaga dan meningkatkan standar akuntabilitas ini ke depannya," tambahnya. Kiai Noor menjelaskan bahwa proses audit dilakukan secara sangat komprehensif dan terperinci, mencakup seluruh realisasi pengumpulan dan penyaluran dana. "Tim audit telah menelaah semua data dengan cermat, termasuk komposisi penerimaan zakat dan infak/sedekah. Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini mencerminkan kondisi yang sebenarnya, alamiah, dan bebas dari manipulasi apa pun. Dengan demikian, diharapkan kepercayaan publik kepada BAZNAS akan terus meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat peran kami dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan," ujar Noor. Sejalan dengan hal tersebut, Managing Partner KAP AR Utomo, Ahmad Toha, menjelaskan bahwa Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini diterbitkan setelah melalui proses audit yang ketat dan berstandar tinggi terhadap seluruh transaksi keuangan, termasuk nilai pengumpulan dan penyaluran yang signifikan. "Proses audit kami mematuhi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, termasuk PSAK No. 109 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah. Kami menerbitkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian setelah penelaahan mendalam selama berbulan-bulan. Kami memperoleh keyakinan memadai bahwa Laporan Keuangan BAZNAS RI bebas dari kesalahan material," jelas Ahmad Toha. "Atas nama KAP AR Utomo, kami mengucapkan selamat kepada BAZNAS RI. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik," katanya.
BERITA23/10/2025 | Humas Baznas RI
Bersama Mendagri, BAZNAS RI Serahkan Dua Kapal Layanan Kesehatan Bergerak RSB bagi Kepulauan Sangihe dan Talaud
Bersama Mendagri, BAZNAS RI Serahkan Dua Kapal Layanan Kesehatan Bergerak RSB bagi Kepulauan Sangihe dan Talaud
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan sistem pengelolaan zakat nasional melalui integrasi fikih zakat klasik dan kontemporer. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan zakat di Indonesia tetap berpijak pada prinsip syariah sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan ekonomi masyarakat modern. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH Achmad Sudrajat LC, MA, CFRM, saat menjadi narasumber dalam forum internasional bertajuk Sistem Zakat dalam Madzhab Malik: Dimensi Budaya dan Pembangunan di Tengah Tantangan Kontemporer yang digelar di Ain Defla, Aljazair, Selasa (21/10/2025). Menurut Achmad Sudrajat, fikih zakat klasik seperti yang dikembangkan oleh Imam Syafi’i dan Imam Malik memuat prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman umat Islam, sementara fikih kontemporer membantu menyesuaikan prinsip-prinsip tersebut dengan kebutuhan dan perubahan zaman. “Fikih klasik memberikan pijakan syar’i, sementara fikih kontemporer memberi ruang inovasi. Dengan keduanya, pengelolaan zakat bisa tetap sah secara agama tapi juga relevan dengan kondisi modern,” kata Achmad Sudrajat. Ia menjelaskan, kajian fikih Imam Malik memiliki relevansi penting dalam konteks Indonesia yang mayoritas bermazhab Imam Syafi’i. Terdapat banyak titik temu antara kedua mazhab tersebut yang dapat memperkaya kebijakan dan praktik pengelolaan zakat di Indonesia secara kontekstual dan aplikatif. Ia mencontohkan pandangan mazhab Imam Malik yang memperbolehkan pembayaran zakat sebelum genap satu tahun (haul) jika ada kemaslahatan. Prinsip ini sejalan dengan praktik zakat penghasilan di Indonesia yang bisa ditunaikan saat menerima pendapatan. Achmad Sudrajat juga menyoroti perkembangan fatwa zakat kontemporer di Indonesia. Menurutnya, sejumlah keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti zakat profesi, zakat saham, zakat perusahaan, hingga zakat bagi pelaku ekonomi digital seperti youtuber dan selebgram, menunjukkan bahwa hukum Islam terus berkembang seiring dengan perubahan ekonomi dan teknologi. "Banyak sumber penghasilan baru muncul mulai dari konten kreator, influencer, hingga pelaku ekonomi kreatif lainnya dan semua itu perlu diatur secara fikih agar zakatnya jelas dan sah. Dengan demikian, zakat bisa menjangkau sektor-sektor baru tanpa kehilangan esensi spiritual dan sosialnya,” ujar Achmad Sudrajat. Menurut Achmad Sudrajat, integrasi antara fikih klasik dan kontemporer menjadi fondasi bagi modernisasi tata kelola zakat nasional. Melalui prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, BAZNAS berupaya memastikan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sah secara hukum Islam, tetapi juga sesuai peraturan negara dan memperkuat persaudaraan kebangsaan. Lebih lanjut, Achmad Sudrajat menyebutkan, penguatan fikih zakat kontemporer juga mendukung program strategis BAZNAS seperti Rumah Sehat BAZNAS, Desa Zakat, Santripreneur, dan BAZNAS Microfinance, dan program BAZNAS lainnya. Program-program tersebut menjadi bentuk nyata penerapan maqashid syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan potensi zakat di Indonesia yang mencapai sekitar Rp327 triliun per tahun, pedoman fikih dari mazhab Imam Malik dan Imam Syafi’i, serta fatwa-fatwa kontemporer, diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan zakat mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian,” ujar Achmad Sudrajat. “fikih zakat klasik memberi arah, fikih zakat kontemporer memberi langkah. Bila keduanya berjalan seiring, zakat tidak hanya menjadi kewajiban individual, tetapi juga kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat,” ujarnya.
BERITA22/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Perkuat Sistem Pelaporan Zakat melalui SiMBA
BAZNAS RI Perkuat Sistem Pelaporan Zakat melalui SiMBA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyelenggarakan Kelas Hukum Volume VIII* dengan tema “Sistem Pelaporan Zakat Nasional melalui SiMBA”, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Kegiatan ini diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI, Senin (20/10/2025). Hadir Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani (Pimpinan Bidang SDM, Keuangan & Hukum BAZNAS RI), narasumber Sugianto (Kepala Bagian Pelaporan Nasional BAZNAS RI), Mulya Dwi Harto (Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI), Sarniti (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BAZNAS RI) dan diikuti oleh amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota se Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, membuka acara dengan menekankan pentingnya integrasi sistem informasi dalam pelaporan zakat. “Pelaporan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga wujud pertanggungjawaban moral kepada masyarakat. Dengan SiMBA, kita membangun ekosistem pengelolaan zakat yang terintegrasi, terukur, dan terverifikasi,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Pelaporan Nasional BAZNAS RI Sugianto mengulas secara mendalam Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2023 tentang mekanisme pelaporan pelaksanaan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Dalam kesempatan ini, BAZNAS juga memaparkan struktur pelaporan berjenjang, mulai dari BAZNAS Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga tingkat nasional, serta kewajiban LAZ dalam menyampaikan laporan berkala yang telah diaudit. Sugianto menambahkan, penerapan * Sistem Manajemen Informasi Badan Amil Zakat Nasional (SiMBA) merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola zakat yang modern dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan Pemerintah terkait. “SiMBA bukan sekadar aplikasi, tapi tulang punggung akuntabilitas nasional zakat. Setiap transaksi harus tercatat, setiap laporan harus tepat waktu, dan setiap data harus akurat,” tegasnya. Lebih lanjut, Sugianto menegaskan, tidak menyampaikan laporan atau menyampaikan laporan yang tidak lengkap, tidak akurat, atau terlambat dapat berujung pada sanksi administratif berupa peringatan tertulis hingga tiga tahap, dan pada akhirnya dapat dilaporkan ke Menteri Agama jika tidak ada perbaikan. Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya audit syariah dan keuangan sebagai prasyarat pelaporan, serta kewajiban pelaporan kepada pemerintah daerah dan Menteri Agama sesuai tingkat kewenangan masing-masing lembaga. “Transparansi zakat bukan pilihan, tapi keharusan. Dan SiMBA adalah alat yang memastikan kita semua berjalan di rel yang sama,” tutupnya. Melalui Kelas Hukum Volume VIII ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan zakat di seluruh Indonesia, memastikan setiap rupiah zakat dikelola dengan amanah, dan membangun kepercayaan publik melalui sistem pelaporan yang andal dan terintegrasi.
BERITA21/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kutim Bantu Korban Kebakaran di Long Mesangat
BAZNAS Kutim Bantu Korban Kebakaran di Long Mesangat
BAZNAS Kabupaten Kutai Timur setelah menerima kabar dari pemerintah Kecamatan Long Mesangat bahwa ada warganya yang mengalami bencana kebakaran, BAZNAS dengan sigap membantu dengan menyalurkan bantuan berupa dana untuk pemulihan pasca bencana kepada bapak atas nama Tuin dari Desa Sumber Sari, Kecamatan Long Mesangat. Terimakasih kepada seluruh muzakki yang telah menyetorkan zakatnya melalui BAZNAS Kutai Timur sehingga dapat membantu meringankan beban Bapak Tuin. Semoga menjadi keberkahan untuk para Muzakki sekeluarga, aamiin.
BERITA21/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kutai Timur.

Lihat Daftar Rekening →