Berita Terbaru
BAZNAS RI Raih Penghargaan Top Excellent Award 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan “Top Excellent Award 2025 - 5 Pilar Media” sebagai Trusted Zakat Fundraising in Innovative Social Responsibility Programs.
Top Excellence Award 2025 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Five Pilar Event Management dan 5 Pilar Media Communication, bekerja sama dengan National Awarding Research Center serta diliput oleh 5 Pilar YouTube Channel.
Penghargaan ini ditujukan bagi lembaga pendidikan, perusahaan, dan profesional yang berhasil menciptakan inovasi serta menjaga kredibilitas dan integritas di bidangnya masing-masing. Tujuannya, untuk mendorong para pelaku pendidikan dan profesional di Indonesia agar terus meningkatkan kualitas dan kepercayaan publik.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Ia menegaskan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta dukungan para muzaki yang terus mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa tata kelola zakat di BAZNAS semakin diakui publik, terutama dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan inovasi program sosial. Kami terus berkomitmen agar setiap rupiah zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ujar Kiai Noor, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10/2025).
Ia menambahkan, inovasi menjadi kunci penting dalam menjaga relevansi dan efektivitas pengelolaan zakat di era modern. Menurutnya, BAZNAS terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk dunia usaha dan komunitas, melalui pendekatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan program zakat.
“Kolaborasi dengan mitra strategis merupakan langkah nyata dalam memperluas dampak zakat. Melalui sinergi ini, BAZNAS tidak hanya menjadi lembaga penyalur dana sosial, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Penghargaan ini diserahkan dalam acara yang berlangsung di Sunlake Waterfront Sunter Hotel, Jakarta, dan diterima oleh Kepala Divisi Pengumpulan CSR BAZNAS RI.
Apa yang kita lakukan semata-mata untuk kemaslahatan umat dan menjalankan tanggung jawab moral dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran. Penghargaan ini menjadi penyemangat agar kami terus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
BAZNAS RI dalam beberapa tahun terakhir secara aktif menghadirkan berbagai inovasi program seperti Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Layanan Kesehatan Kapal Bergerak RSB, Santripreneur, Balai Ternak, ZChicken, Zmart, Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), juga berbagai program lainnya. Seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
BERITA27/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Raih Opini WTP Laporan Keuangan Tahun 2024
Opini WTP dalam audit laporan keuangan BAZNAS oleh KAP AR Utomo telah diraih BAZNAS RI sejak pertama audit laporan keuangan tahun 2002 hingga laporan tahun 2024.
Pencapaian ini disampaikan dalam konferensi pers di kantor BAZNAS RI, Jakarta, yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Saidah Sakwan, MA, Sestama BAZNAS RI dan H. Subhan Cholid, Kamis (23/10/2025).
Dalam dokumen audit laporan keuangan, BAZNAS RI berhasil mencatat kinerja keuangan dengan total pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mencapai Rp1,108 triliun, dengan rincian Rp874,1 miliar berasal dari zakat dan Rp254,9 miliar dari infak/sedekah.
Sementara realisasi penyaluran sebesar Rp1,066 triliun untuk berbagai program pemberdayaan umat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti konkret integritas pengelolaan keuangan BAZNAS yang didukung oleh angka-angka kinerja yang transparan.
Torehan ini menjadi komitmen akuntabilitas keuangan publik BAZNAS RI, yang mengelola dana ZIS dengan prinsip transparansi dan kehati-hatian.
"Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini merupakan pertanggungjawaban kami kepada seluruh masyarakat, khususnya muzaki, mustahik, dan mitra LAZ di seluruh Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa dana yang dipercayakan kepada kami, yang berhasil dihimpun sebesar Rp1,108 triliun dengan komposisi zakat Rp 874,1 miliar dan infak/sedekah Rp 254,9 miliar, dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Alhamdulillah, dana sebesar Rp1,066 triliun telah kami salurkan untuk program-program pemberdayaan umat," ujar Kiai Noor.
Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran amilin amilat BAZNAS dan tim audit.
"Pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian dan besarnya amanah yang berhasil dikelola ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen kolektif seluruh pimpinan, deputi, sekretaris utama, direktur, kepala biro, kadiv, kabag serta amil dan amilat BAZNAS. Kami bertekad untuk terus menjaga dan meningkatkan standar akuntabilitas ini ke depannya," tambahnya.
Kiai Noor menjelaskan bahwa proses audit dilakukan secara sangat komprehensif dan terperinci, mencakup seluruh realisasi pengumpulan dan penyaluran dana.
"Tim audit telah menelaah semua data dengan cermat, termasuk komposisi penerimaan zakat dan infak/sedekah. Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini mencerminkan kondisi yang sebenarnya, alamiah, dan bebas dari manipulasi apa pun. Dengan demikian, diharapkan kepercayaan publik kepada BAZNAS akan terus meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat peran kami dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan," ujar Noor.
Sejalan dengan hal tersebut, Managing Partner KAP AR Utomo, Ahmad Toha, menjelaskan bahwa Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini diterbitkan setelah melalui proses audit yang ketat dan berstandar tinggi terhadap seluruh transaksi keuangan, termasuk nilai pengumpulan dan penyaluran yang signifikan.
"Proses audit kami mematuhi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, termasuk PSAK No. 109 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah. Kami menerbitkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian setelah penelaahan mendalam selama berbulan-bulan. Kami memperoleh keyakinan memadai bahwa Laporan Keuangan BAZNAS RI bebas dari kesalahan material," jelas Ahmad Toha.
"Atas nama KAP AR Utomo, kami mengucapkan selamat kepada BAZNAS RI. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik," katanya.
BERITA23/10/2025 | Humas Baznas RI
Bersama Mendagri, BAZNAS RI Serahkan Dua Kapal Layanan Kesehatan Bergerak RSB bagi Kepulauan Sangihe dan Talaud
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan sistem pengelolaan zakat nasional melalui integrasi fikih zakat klasik dan kontemporer. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan zakat di Indonesia tetap berpijak pada prinsip syariah sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan ekonomi masyarakat modern.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH Achmad Sudrajat LC, MA, CFRM, saat menjadi narasumber dalam forum internasional bertajuk Sistem Zakat dalam Madzhab Malik: Dimensi Budaya dan Pembangunan di Tengah Tantangan Kontemporer yang digelar di Ain Defla, Aljazair, Selasa (21/10/2025).
Menurut Achmad Sudrajat, fikih zakat klasik seperti yang dikembangkan oleh Imam Syafi’i dan Imam Malik memuat prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman umat Islam, sementara fikih kontemporer membantu menyesuaikan prinsip-prinsip tersebut dengan kebutuhan dan perubahan zaman.
“Fikih klasik memberikan pijakan syar’i, sementara fikih kontemporer memberi ruang inovasi. Dengan keduanya, pengelolaan zakat bisa tetap sah secara agama tapi juga relevan dengan kondisi modern,” kata Achmad Sudrajat.
Ia menjelaskan, kajian fikih Imam Malik memiliki relevansi penting dalam konteks Indonesia yang mayoritas bermazhab Imam Syafi’i. Terdapat banyak titik temu antara kedua mazhab tersebut yang dapat memperkaya kebijakan dan praktik pengelolaan zakat di Indonesia secara kontekstual dan aplikatif.
Ia mencontohkan pandangan mazhab Imam Malik yang memperbolehkan pembayaran zakat sebelum genap satu tahun (haul) jika ada kemaslahatan. Prinsip ini sejalan dengan praktik zakat penghasilan di Indonesia yang bisa ditunaikan saat menerima pendapatan.
Achmad Sudrajat juga menyoroti perkembangan fatwa zakat kontemporer di Indonesia. Menurutnya, sejumlah keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti zakat profesi, zakat saham, zakat perusahaan, hingga zakat bagi pelaku ekonomi digital seperti youtuber dan selebgram, menunjukkan bahwa hukum Islam terus berkembang seiring dengan perubahan ekonomi dan teknologi.
"Banyak sumber penghasilan baru muncul mulai dari konten kreator, influencer, hingga pelaku ekonomi kreatif lainnya dan semua itu perlu diatur secara fikih agar zakatnya jelas dan sah. Dengan demikian, zakat bisa menjangkau sektor-sektor baru tanpa kehilangan esensi spiritual dan sosialnya,” ujar Achmad Sudrajat.
Menurut Achmad Sudrajat, integrasi antara fikih klasik dan kontemporer menjadi fondasi bagi modernisasi tata kelola zakat nasional. Melalui prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, BAZNAS berupaya memastikan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sah secara hukum Islam, tetapi juga sesuai peraturan negara dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.
Lebih lanjut, Achmad Sudrajat menyebutkan, penguatan fikih zakat kontemporer juga mendukung program strategis BAZNAS seperti Rumah Sehat BAZNAS, Desa Zakat, Santripreneur, dan BAZNAS Microfinance, dan program BAZNAS lainnya. Program-program tersebut menjadi bentuk nyata penerapan maqashid syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan potensi zakat di Indonesia yang mencapai sekitar Rp327 triliun per tahun, pedoman fikih dari mazhab Imam Malik dan Imam Syafi’i, serta fatwa-fatwa kontemporer, diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan zakat mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian,” ujar Achmad Sudrajat.
“fikih zakat klasik memberi arah, fikih zakat kontemporer memberi langkah. Bila keduanya berjalan seiring, zakat tidak hanya menjadi kewajiban individual, tetapi juga kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat,” ujarnya.
BERITA22/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Perkuat Sistem Pelaporan Zakat melalui SiMBA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyelenggarakan Kelas Hukum Volume VIII* dengan tema “Sistem Pelaporan Zakat Nasional melalui SiMBA”, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.
Kegiatan ini diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI, Senin (20/10/2025). Hadir Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani (Pimpinan Bidang SDM, Keuangan & Hukum BAZNAS RI), narasumber Sugianto (Kepala Bagian Pelaporan Nasional BAZNAS RI), Mulya Dwi Harto (Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI), Sarniti (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BAZNAS RI) dan diikuti oleh amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota se Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, membuka acara dengan menekankan pentingnya integrasi sistem informasi dalam pelaporan zakat.
“Pelaporan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga wujud pertanggungjawaban moral kepada masyarakat. Dengan SiMBA, kita membangun ekosistem pengelolaan zakat yang terintegrasi, terukur, dan terverifikasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pelaporan Nasional BAZNAS RI Sugianto mengulas secara mendalam Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2023 tentang mekanisme pelaporan pelaksanaan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.
Dalam kesempatan ini, BAZNAS juga memaparkan struktur pelaporan berjenjang, mulai dari BAZNAS Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga tingkat nasional, serta kewajiban LAZ dalam menyampaikan laporan berkala yang telah diaudit.
Sugianto menambahkan, penerapan *
Sistem Manajemen Informasi Badan Amil Zakat Nasional (SiMBA) merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola zakat yang modern dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan Pemerintah terkait.
“SiMBA bukan sekadar aplikasi, tapi tulang punggung akuntabilitas nasional zakat. Setiap transaksi harus tercatat, setiap laporan harus tepat waktu, dan setiap data harus akurat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sugianto menegaskan, tidak menyampaikan laporan atau menyampaikan laporan yang tidak lengkap, tidak akurat, atau terlambat dapat berujung pada sanksi administratif berupa peringatan tertulis hingga tiga tahap, dan pada akhirnya dapat dilaporkan ke Menteri Agama jika tidak ada perbaikan.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya audit syariah dan keuangan sebagai prasyarat pelaporan, serta kewajiban pelaporan kepada pemerintah daerah dan Menteri Agama sesuai tingkat kewenangan masing-masing lembaga.
“Transparansi zakat bukan pilihan, tapi keharusan. Dan SiMBA adalah alat yang memastikan kita semua berjalan di rel yang sama,” tutupnya.
Melalui Kelas Hukum Volume VIII ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan zakat di seluruh Indonesia, memastikan setiap rupiah zakat dikelola dengan amanah, dan membangun kepercayaan publik melalui sistem pelaporan yang andal dan terintegrasi.
BERITA21/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Kutim Bantu Korban Kebakaran di Long Mesangat
BAZNAS Kabupaten Kutai Timur setelah menerima kabar dari pemerintah Kecamatan Long Mesangat bahwa ada warganya yang mengalami bencana kebakaran, BAZNAS dengan sigap membantu dengan menyalurkan bantuan berupa dana untuk pemulihan pasca bencana kepada bapak atas nama Tuin dari Desa Sumber Sari, Kecamatan Long Mesangat.
Terimakasih kepada seluruh muzakki yang telah menyetorkan zakatnya melalui BAZNAS Kutai Timur sehingga dapat membantu meringankan beban Bapak Tuin. Semoga menjadi keberkahan untuk para Muzakki sekeluarga, aamiin.
BERITA21/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Membantu Pedagang di Bukittinggi Hingga Mampu Kuliahkan Anak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Daerah (BMD) Bukittinggi sukses memberdayakan mustahik binaannya, Nelvawati, pedagang sarapan pagi di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat yang kini mampu meningkatkan omzet hingga Rp6 juta per bulan dan membiayai pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan BMD Bukittinggi dalam membina mustahik hingga mencapai kemandirian. Ia juga menyatakan rasa bangga atas capaian Nelvawati yang berhasil mengembangkan usahanya.
“Zakat produktif melalui BMD terbukti efektif dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil. Keberhasilan Ibu Nelvawati menjadi bukti bahwa zakat memiliki kekuatan besar dalam mengubah kehidupan. Melalui pengelolaan yang profesional, dana zakat bisa menjadi instrumen pemberdayaan yang nyata, membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Menurut Saidah, kisah sukses Nelvawati menjadi inspirasi bahwa semangat kerja keras, disertai dukungan zakat yang tepat sasaran, dapat melahirkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga mustahik.
“BAZNAS hadir bukan hanya untuk memberi bantuan sesaat, tetapi untuk membangun ketahanan ekonomi umat. Kami juga ingin setiap zakat yang disalurkan punya nilai manfaat yang terus berlanjut, bukan hanya sekali pakai,” ujar Saidah.
“BAZNAS juga akan terus dorong agar program BMD ini bisa menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia dan lebih banyak pelaku usaha kecil seperti Bu Nelvawati,” tambahnya.
Saidah juga berterima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. “Keberhasilan para mustahik ini hasil dari kepercayaan dan keikhlasan para muzaki. Kami akan terus menjaga amanah ini,” ucap Saidah.
Sementara itu, penerima manfaat program BMD Kota Bukittinggi, Nelvawati, menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS.
“Dulu sebelum ada bantuan, omzet saya cuma sekitar Rp3,5 juta sebulan. Setelah dibantu BAZNAS, alhamdulillah sekarang bisa sampai Rp6 juta per bulan,” kata Nelvawati.
Nelvawati mengatakan, bantuan modal itu ia gunakan untuk membeli bahan baku dan menambah variasi menu jualan, mulai dari lontong sayur, pical, hingga sop daging, di warungnya yang berlokasi di Kelurahan Guguak Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, dari hasil jualan ini saya bisa bantu ekonomi keluarga dan sekolahkan anak sampai kuliah. Itu kebanggaan tersendiri buat saya sebagai seorang ibu,” ujar Nelvawati.
Selain itu, Nelvawati juga mencoba mengembangkan usaha baru dengan menjual produk herbal seperti susu etawa. Ia berharap ke depan usahanya bisa terus berkembang agar dapat memberi manfaat lebih banyak bagi orang lain.
“Terima kasih kepada para muzaki yang sudah menyalurkan zakatnya lewat BAZNAS. Kami benar-benar merasakan manfaatnya. Saya berharap suatu saat bisa menjadi muzaki juga, agar bisa membantu orang lain seperti saya dibantu,” ucapnya.
BERITA21/10/2025 | Humas Baznas RI
Monitoring Evaluasi dan Pengajian Penerima Manfaat BAZNAS Kutim
SANGATTA - Jum'at, 17 Oktober 2025 BAZNAS Kabupaten Kutai Timur mengadakan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) sekaligus Pengajian kepada para penerima manfaat (Mustahik) bantuan pendayagunaan.Alhamdulillah disela-sela waktu mencari nafkah para mustahik tetap dapat menyempatkan waktunya untuk berkumpul bersama, dari mendengarkan kajian hingga berdiskusi terkait keagamaan ataupun usaha yang sedang dijalankan.
Semoga agenda ini dapat terus rutin berjalan tiap bulannya, untuk memonitor perkembangan para mustahik. Dengan harapan yang sebelumnya usaha terkendala menjadi lebih meningkat penghasilannya, dari yang sebelumnya menerima bantuan minimal dapat menjadi seorang munfiq (orang yang bersedekah), ataupun bahkan dapat menjadi Muzakki. aamiin
BERITA17/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Bantuan Kemanusiaan Indonesia Melalui BAZNAS Diterima Warga Palestina
Bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang berasal dari masyarakat Indonesia telah diterima oleh warga Gaza, Palestina. Sebanyak 35.000 paket bantuan tersebut berhasil didistribusikan di tengah masa gencatan senjata.
Warga Gaza menyambut dengan penuh rasa haru dan bahagia atas datangnya bantuan dari BAZNAS RI ini. Di tengah situasi yang masih memprihatinkan akibat dampak konflik, kehadiran bantuan tersebut menjadi angin segar dan sumber penguatan bagi mereka.
Paket bantuan berisi bahan pangan pokok dan makanan siap saji, seperti beras, tepung, mi instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, jus, energy bar, kurma, kacang, serta saus dan bumbu-bumbu.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan kemanusiaan tersebut kepada masyarakat Gaza. Ia mengatakan, kabar bahwa bantuan telah sampai di Gaza menjadi sebuah kelegaan dan kebahagiaan bagi BAZNAS dan seluruh muzaki.
“Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Indonesia yang dihimpun melalui BAZNAS akhirnya sampai ke tangan masyarakat Palestina. Ini kabar yang sangat menggembirakan, karena di tengah situasi yang sulit, bantuan ini benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Palestina,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Kiai Noor mengatakan, momentum gencatan senjata menjadi kesempatan penting untuk menyalurkan bantuan yang sebelumnya tertunda akibat kondisi keamanan. “Begitu ada akses terbuka, tim kami bersama mitra langsung bergerak agar bantuan segera tiba di Gaza,” kata Kiai Noor.
“Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat Indonesia yang kami salurkan secara hati-hati melalui mitra terpercaya di lapangan. Kami memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Lebih lanjut Kiai Noor mengatakan, selain memberikan bantuan kemanusiaan, BAZNAS juga berencana mendukung rekonstruksi di Palestina.
“BAZNAS juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan para mitra internasional untuk mempersiapkan program jangka panjang, termasuk dukungan terhadap pemulihan infrastruktur, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Palestina,” ungkapnya.
Kiai Noor juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan donasinya melalui BAZNAS. Ia berharap, kepedulian ini menjadi ladang amal sekaligus mempererat persaudaraan umat Islam di seluruh dunia.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semoga setiap rupiah yang disalurkan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan, serta menjadi bukti nyata bahwa Indonesia selalu hadir bersama Palestina,” ucap Kiai Noor.
BERITA17/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI Dorong Kolaborasi Global untuk Kemanusiaan di WZWF Malaysia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan dukungan penuh terhadap The WZWF Kuching Declaration 2025 yang dihasilkan pada ajang World Zakat and Waqf Forum (WZWF) ke-14 di Kuching, Malaysia. Deklarasi tersebut menegaskan komitmen global untuk memperkuat tata kelola zakat dan wakaf, mendorong transformasi digital, serta membangun solidaritas kemanusiaan lintas negara.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Dr. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, M.Ec., Ph.D., menyampaikan, resolusi ini sejalan dengan arah kebijakan BAZNAS dalam memperluas peran zakat dan wakaf sebagai instrumen kesejahteraan dunia.
“BAZNAS RI menyambut baik semangat Deklarasi Kuching 2025 yang menegaskan zakat dan wakaf bukan hanya instrumen keagamaan, tetapi fondasi peradaban baru yang menjunjung keadilan sosial, solidaritas kemanusiaan, dan tanggung jawab global,” ujar Prof. Nadra, di Malaysia, Rabu (15/10/2025).
Ia menambahkan, poin kesepuluh dalam resolusi, yaitu Amanah for Humanity: Rebuilding Palestine, menjadi salah satu fokus penting bagi BAZNAS RI dalam memperkuat kolaborasi antarnegara.
“Komitmen bersama untuk membantu rekonstruksi Palestina menunjukkan bahwa zakat dan wakaf dapat menjadi kekuatan nyata dalam membangun perdamaian dan kemandirian umat. Indonesia melalui BAZNAS siap menjadi bagian aktif dalam mekanisme kolaboratif ini,” tegasnya.
Selain dukungan terhadap aspek kemanusiaan, Prof. Nadra juga menyoroti pentingnya implementasi transformasi digital dan tata kelola berbasis data sebagaimana tercantum dalam poin ketiga deklarasi.
“Digitalisasi zakat dan wakaf harus menjadi agenda bersama lembaga-lembaga dunia agar pengelolaan dana umat semakin transparan, akuntabel, dan dapat diukur dampaknya,” jelasnya.
Melalui forum WZWF 2025, BAZNAS RI mendorong penguatan kerja sama riset, pengembangan sistem global zakat-wakaf, serta penyusunan kerangka akuntabilitas internasional 2026–2030 sebagaimana diamanatkan dalam resolusi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas lembaga zakat dunia dalam menjawab tantangan kemiskinan, ketimpangan, dan krisis kemanusiaan global.
“BAZNAS RI percaya, sinergi antarnegara dan lembaga zakat akan melahirkan Global Zakat and Waqf Order yang lebih adil, modern, dan berkelanjutan. Kami siap berkontribusi melalui kolaborasi, inovasi digital, dan inisiatif kemanusiaan,” ucapnya.
BERITA16/10/2025 | Humas Baznas RI
Rapat Koordinasi Pengelolaan ZIS Bendahara Pengumpul Zakat
Rabu, 15 Oktober 2025 BAZNAS Kabupaten Kutai Timur Bersama Bankkaltimtara melakukan Rapat Koordinasi Pengelolaan ZIS dengan Bendahara Dinas/Instansi Kabupaten Kutai Timur. Agenda diawali dengan doa oleh Kepala Pelaksana Lukman Affandi, M.H. dan sambutan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Kutai Timur Drs. KH. Masnip Sofwan yang mengucapkan terimakasih kepada Bendahara yang telah hadir dan menyampaikan program kerja BAZNAS yang sudah berjalan sendiri maupun melalui kerjasama dengan instansi lain.
"Bapak/Ibu berkat dana yang kita kumpulkan BAZNAS dapat menyalurkan bantuan salah satunya untuk lansia fakir/miskin yang selalu kami salurkan tiap bulannya, adapula yang bekerjasama dengan Dinas Sosial untuk BAZNAS Tanggap Bencana seperti Kebakaran, Banjir. Kerjasama dengan Perkim untuk rehab rumah, dengan Dinas Pendidikan kami salurkan tiap tahun bantuan pendidikan anak kurang mampu, beasiswa kuliah di SEBI Depok, Ibnu Katsir Jember dan Al-Azhar Mesir. Kami juga menyalurkan bantuan untuk seluruh pesantren di Kutai Timur, tiap bulan satu pesantren itu 5-10 juta disalurkan untuk santri yang miskin (misal 200 santri, 100 nya miskin, maka 100 nya kami bantu). Kemudian Rumah Sakit Kudungga Kami juga kerjasama disana biaya perawatan dan pengobatan warga kurang mampu yang tidak bisa dihandle BPJS, dan masih banyak lagi." pungkasnya
Lalu, agenda dibuka langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Keuangan dan Kepegawaian Bapak Dr. Drs. H. Sudirman Latief, S.H., M.Si. beliau menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi rapat koordinasi ini untuk memaksimalkan pengelolaan zakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sehingga apa yang sudah diprogramkan bisa efektif.
"Lewat tangan-tangan kita menyelamatkan saudara kita yang mungkin tidak kepikiran untuk memberikan saudara kita (yang membutuhkan), lewat tangan kitalah (bendaharawan) kita tarik lalu disetor ke BAZNAS (Bank Kaltimtara) kemudian diurus oleh pengurus BAZNAS untuk kemudian dibelanjakan sesuai yg disampaikan tadi. Dengan anggaran yg relatif terbatas tapi karena berkahnya, justru berdasarkan laporan pak ketua tadi keliatannya lebih besar manfaatnya. Bisa dibayangkan kita tidak bisa hitung berapa besar manfaatnya, Allah yang akan membalasnya, yakinlah." jelas Bapak Sudirman Latief.
Agenda ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara BAZNAS dengan para bendahara pengumpul zakat. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab antara BAZNAS Kutai Timur, Bank Kaltimtara dan OPD terkait yang berlangsung sangat antusias. Lalu, ditutup dengan arahan untuk saling mengatur jadwal pertemuan sosialisasi di setiap OPD. Terimakasih kepada seluruh Forkopimda yang telah hadir semoga koordinasi ini dapat merekatkan silaturrahim dan menjalin kerjasama yang lebih baik lagi.
BERITA15/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS RI Resmikan RSB Pohuwato Gorontalo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pohuwato, sebagai upaya memperluas layanan kesehatan gratis dan berkualitas bagi masyarakat tidak mampu di Provinsi Gorontalo.
Saat ini, RSB Pohuwato merupakan RSB pertama dan satu-satunya di Provinsi Gorontalo. Berdirinya RSB Pohuwato menambah panjang deretan Rumah Sehat BAZNAS, ada total 36 RSB di seluruh Indonesia saat ini, yang telah berdiri dan dalam proses pembangunan.
Acara peresmian berlangsung di lokasi RSB Pohuwato, Rabu (15/10/2025). Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, Wakil Bupati Pohuwato Iwan Syafruddin Adam, S.H., Anggota DPD RI H. Syarief Mbuinga, S.Pd.I., SE., MM., beserta jajaran.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM, menyampaikan BAZNAS selalu memastikan penyaluran zakat ini secara tepat sasaran, salah satunya melalui program Rumah Sehat BAZNAS di Pohuwato ini.
“Kami bersyukur atas peresmian Rumah Sehat BAZNAS Pohuwato ini. Ini merupakan bukti bahwa zakat tidak hanya bicara tentang santunan, tetapi juga tentang penguatan layanan dasar umat, salah satunya kesehatan,” ujarnya.
Achmad mengatakan, Rumah Sehat BAZNAS diharapkan tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga pusat edukasi kesehatan masyarakat. "Kita ingin para mustahik tidak hanya sembuh dari penyakit, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga."
“Zakat punya potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui program seperti Rumah Sehat, kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar memberi dampak nyata—mengobati yang sakit, memberdayakan yang lemah, dan menyehatkan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Syafruddin Adam, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas berdirinya Rumah Sehat BAZNAS di wilayahnya.
“Kami bersyukur, masyarakat Pohuwato kini memiliki Rumah Sehat BAZNAS yang sudah lama dinantikan. Banyak warga bertanya kapan layanan ini dimulai, dan hari ini menjadi momentum terbaik bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung keberlanjutan program BAZNAS.
Adapun Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Pohuwato Mohammad Muzali Hunowu, SS. menuturkan, proses pendirian RSB Pohuwato tidak lepas dari dukungan penuh BAZNAS RI dan sinergi berbagai pihak di daerah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, lahan tempat berdirinya RSB merupakan hibah dari Pemerintah Daerah Pohuwato, sebelumnya bekas Puskesmas Marisan dengan luas hampir satu hektare.
“Kami akan terus mengembangkan layanan ini. Saat ini masih Klinik Pratama, insya Allah ke depan bisa menjadi klinik utama dengan layanan rawat inap. Kami juga mengajak perusahaan dan muzaki di daerah untuk turut berpartisipasi memperkuat layanan kesehatan gratis ini,” ujar Muzali.
Rumah Sehat BAZNAS Pohuwato merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Pohuwato, dan Pemerintah Daerah Pohuwato. RSB ini dihadirkan untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan gratis bagi para mustahik, sekaligus mendukung program kesehatan nasional secara preventif, promotif, dan rehabilitatif.
Dalam tahun-tahun terakhir, penerima manfaat RSB terus meningkat, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 248.331 penerima manfaat di seluruh Indonesia, dan terus bertambah, karena masifnya tenaga medis RSB dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
BERITA15/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Standarisasi Amil di World Zakat & Waqaf Forum 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menegaskan pentingnya transformasi digital dan standarisasi amil dalam memperkuat tata kelola zakat dan wakaf global.
Hal ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, MS., MEc., Ph.D., dalam the 14th Annual Meeting and International Conference, World Zakat & Waqf Forum (WZWF) 2025 yang digelar pada tanggal 13-15 Oktober di Kuching, Sarawak, Malaysia.
Dalam forum tahunan yang dihadiri berbagai lembaga zakat dan wakaf dunia tersebut, Prof. Nadra menyampaikan, BAZNAS memiliki pengalaman positif dalam penerapan transformasi digital, yang terbukti mampu meningkatkan pengumpulan zakat nasional secara signifikan.
“Transformasi digital di BAZNAS telah memberikan dampak nyata terhadap pengumpulan zakat. Di tingkat nasional, sekitar 60 persen dana zakat kini dihimpun melalui kanal digital, sementara di daerah mencapai 20 persen,” ungkapnya, Selasa (14/10/2025).
Selain digitalisasi, BAZNAS juga mendorong penerapan sistem sertifikasi dan standarisasi bagi para amil di berbagai negara. Menurut Prof. Nadra, profesionalisme pengelola zakat menjadi kunci penting dalam menjamin akuntabilitas dan keberlanjutan lembaga zakat.
“Setiap lembaga zakat dan wakaf perlu memiliki sistem sertifikasi bagi amil dan nazhir. Indonesia sudah memulainya melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS yang kini bisa dilakukan secara daring. Langkah ini penting untuk memastikan para pengelola zakat bekerja secara profesional dan kredibel,” jelasnya.
Prof. Nadra menambahkan, BAZNAS berupaya menghadirkan solusi implementatif dalam forum internasional ini, bukan sekadar wacana normatif. “Kami tidak hanya membicarakan tantangan, tetapi juga berbagi pengalaman konkret yang bisa diadopsi oleh lembaga zakat lainnya,” ujarnya.
Selain membahas kerja sama digital dan sertifikasi amil, forum juga menyoroti pembentukan WZWF Global Fund, yang diharapkan menjadi wadah penggalangan dana bersama untuk membantu negara-negara miskin. Prof. Nadra menegaskan, inisiatif ini hanya bisa berjalan efektif melalui sistem digital yang transparan dan terintegrasi.
Keaktifan BAZNAS di WZWF 2025 ini juga sejalan dengan Misi ke-9 yakni berperan aktif dan menjadi referensi bagi gerakan zakat dunia.
Konferensi Internasional WZWF 2025 merupakan ajang pertemuan para pegiat zakat dan wakaf dunia untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pengelolaan zakat dan wakaf secara global guna mencapai tujuan menyejahterakan masyarakat dunia.
BERITA14/10/2025 | Humas Baznas RI
35.000 Paket Bantuan Kemanusiaan Palestina BAZNAS Berhasil Masuk Gaza
Sebanyak 35.000 paket bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akhirnya berhasil masuk ke Gaza setelah sebelumnya sempat tertahan di perbatasan Rafah, Mesir.
Paket bantuan pangan terdiri atas bahan-bahan pokok dan makanan siap saji yang dapat langsung dikonsumsi oleh warga di Gaza. Paket-paket tersebut berisi beras, tepung, mie instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, jus, energy bar, kurma, kacang, serta saus dan bumbu-bumbu.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyambut baik gencatan senjata yang memberi ruang bagi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia bersyukur karena pada momen inilah berbagai bantuan, termasuk dari masyarakat Indonesia, akhirnya bisa kembali menjangkau rakyat Palestina.
“Alhamdulillah, akhirnya bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia yang diamanatkan melalui BAZNAS bisa masuk ke Gaza. Setelah sekian lama tertahan di perbatasan, paket-paket ini sudah memasuki wilayah Gaza untuk didistribusikan bagi saudara-saudara kita di sana,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis, di Jakarta (13/10/2025).
Kiai Noor juga menegaskan, momentum gencatan senjata ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkuat aksi kemanusiaan.
“BAZNAS akan terus berupaya semaksimal mungkin selama akses masih terbuka. Gencatan senjata ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kepedulian, untuk terus membantu saudara-saudara kita di Palestina yang masih bertahan dalam kondisi sulit,” tuturnya.
Kiai Noor berharap,"Semoga bantuan yang sudah masuk ke Gaza ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di sana, serta menjadi penguat semangat bagi mereka untuk terus bertahan di tengah kondisi sulit."
BAZNAS memiliki komitmen kuat dalam membantu masyarakat Palestina sesuai komitmen Presiden Prabowo dalam Sidang Majelis Umum PBB yang menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.
BERITA13/10/2025 | Humas Baznas RI
Ketua BAZNAS Kutai Timur Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-26 Kabupaten Kutai Timur
Sangatta – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur, Drs. KH. Masnip Sofwan, turut hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur yang digelar secara khidmat di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur pada Ahad, 12 Oktober 2025.
Upacara yang dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, dan berbagai elemen organisasi ini menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah dan perjuangan terbentuknya Kabupaten Kutai Timur sekaligus sebagai ajang refleksi bersama untuk terus membangun daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kutim menyampaikan apresiasinya atas perjalanan pembangunan daerah selama 26 tahun terakhir dan menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus bersinergi mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah dan profesional.
“Momentum HUT Kutim ini menjadi pengingat bahwa kita semua memiliki peran dalam membangun daerah. BAZNAS siap terus mendukung visi pembangunan Kutai Timur yang lebih sejahtera dan religius melalui pemanfaatan zakat secara tepat sasaran. Bahkan di tahun ini Rencana Strategis (Renstra) BAZNAS sudah menyesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutai Timur 2025-2029,” ujar Drs. KH. Masnip Sofwan.
Upacara HUT ke-26 ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya lokal, penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh berprestasi, serta doa bersama untuk kemajuan dan keselamatan daerah.
Dengan semangat kebersamaan, BAZNAS Kutim berharap peringatan HUT ke-26 ini menjadi pemacu semangat seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak maju, membangun Kutai Timur yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
BERITA12/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Dirgahayu Kabupaten Kutai Timur ke-26 Tahun
Segenap Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Kutai Timur Mengucapkan "Selamat Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur ke-26".
Semoga ini menjadi momentum memperkuat rasa persatuan, kemandirian, dan daya saing daerah.
BERITA12/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Bantu Biaya Pengobatan Bapak Arif, Pekerja Serabutan yang Alami Patah Kaki
Sangatta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan kepeduliannya kepada warga yang membutuhkan. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada Bapak Arif Rahman, seorang pekerja serabutan yang mengalami patah kaki akibat kecelakaan dan saat ini harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit.
Bapak Arif diketahui hidup dalam kondisi serba terbatas. Selain bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bersama istrinya juga menumpang tinggal di rumah kerabat karena belum memiliki tempat tinggal sendiri. Situasi ekonomi yang sulit membuatnya kesulitan membiayai pengobatan kontrol patah kaki, termasuk transportasi bahkan untuk ongkos makan sehari-hari dikarenakan harus berhenti bekerja.
Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kutim segera merespons dengan menyalurkan bantuan dana sebagai bentuk kepedulian dan amanah dari para muzakki.
Bapak Arif mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu saya untuk bisa terus menjalani pengobatan. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikan para donatur,” ucapnya.
BAZNAS Kutim terus berkomitmen menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, terutama kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Melalui program bantuan kesehatan ini, diharapkan tidak ada warga kurang mampu yang terabaikan haknya untuk mendapatkan layanan medis yang layak.
BERITA08/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Program Zmart, ZChicken, dan Z-Auto diluncurkan BAZNAS di Kabupaten Jepara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali memperkuat peran zakat sebagai instrumen penggerak ekonomi umat melalui peluncuran tiga program unggulan: Zmart, ZChicken, dan Z-Auto di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025).
Peluncuran tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara ini menjadi momentum penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi mustahik, selaras dengan Asta Cita ke-3 Pemerintahan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui kewirausahaan dan UMKM.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sumber keberkahan bagi umat dan negara.
“Dana yang disalurkan BAZNAS ini adalah dana suci, dana zakat. Karena itu harus dikelola dengan hati yang suci dan digunakan untuk hal-hal yang suci pula. Kami ingin setiap program BAZNAS menjadi jalan untuk memuliakan umat,” ujar Saidah dalam sambutannya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan zakat, termasuk melalui kebijakan pengumpulan zakat bagi ASN.
“Langkah yang diambil Pak Bupati Jepara sudah sesuai dengan perintah agama. Dalam ayat zakat disebutkan khudz min amwalihim, yang artinya ambillah zakat. Itu adalah fi’il amr, perintah Allah kepada ulil amri. Maka ketika Bupati mengeluarkan edaran zakat, itu bagian dari menjalankan perintah Allah. Insyaallah daerah yang menegakkan zakat akan diberi ketenangan dan keberkahan,” tutur Saidah.
Dalam laporannya, Saidah juga menyinggung capaian nasional penghimpunan zakat yang terus meningkat. “Ketika saya mulai bertugas, penghimpunan zakat nasional berada di angka Rp23 triliun. Tahun kemarin meningkat menjadi Rp41 triliun, dan tahun ini target kami Rp50 triliun. Semua ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia kemudian berpesan kepada para penerima manfaat agar menggunakan bantuan secara amanah. “Dana zakat ini bukan hanya untuk modal usaha, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas keluarga. Saya berpesan, setiap keluarga mustahik harus punya satu sarjana. Itulah cara kita memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program ini, BAZNAS menyalurkan bantuan sebesar Rp827.500.000 untuk 87 mustahik di Kabupaten Jepara, terdiri atas Program Zmart senilai Rp375.000.000 untuk 50 mustahik, ZChicken senilai Rp412.500.000 untuk 35 mustahik, dan Z-Auto senilai Rp40.000.000 untuk 2 mustahik.
Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, mengapresiasi langkah BAZNAS RI yang terus hadir mendampingi masyarakat hingga tingkat daerah.
“Program BAZNAS seperti Zmart, ZChicken, dan Z-Auto ini luar biasa. Memberikan peluang besar bagi warga Jepara untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Kami dari Pemerintah Kabupaten siap mendukung, termasuk dalam pelatihan usaha lanjutan maupun kerja sama pesanan produk dari para mustahik,” ungkap Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga terus menguatkan peran zakat di lingkungan ASN. “Kami telah mengeluarkan keputusan agar ASN menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Ini bukan kewajiban yang memaksa, tapi panggilan moral untuk berbagi. Zakat sangat bermanfaat bagi masyarakat dan mampu mengurangi kemiskinan di Jepara,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, menilai, kehadiran BAZNAS telah membawa dampak nyata dalam pemberdayaan masyarakat.
“BAZNAS ini lembaga luar biasa. Kehadirannya dirasakan langsung oleh rakyat, tidak hanya di pusat tapi sampai ke kabupaten seperti Jepara. Hari ini Jepara termasuk penerima bantuan terbesar di Jawa Tengah. Kami di Komisi VIII akan terus mendukung agar program-program seperti ini semakin luas dan bermanfaat,” kata Wachid.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Wakil Ketua IV, Bapak Sholahudin Aly, SH, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, Ir. Sholih, MM, beserta jajarannya. Turut hadir para pimpinan Forkopimda, kepala OPD, tamu undangan, dan para penerima manfaat program.
Untuk diketahui, Program Zmart, ZChicken, dan Z-Auto merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi BAZNAS yang dirancang untuk mendorong kemandirian usaha mustahik.
Program Zmart berfokus pada usaha ritel mikro dan telah menjangkau 3.831 mustahik di 34 provinsi dan 83 kabupaten/kota hingga Agustus 2025. ZChicken bergerak di bidang kuliner ayam goreng cepat saji dan telah memberdayakan 2.185 mustahik di 11 provinsi dan 64 kabupaten/kota, sedangkan Z-Auto yang bergerak di bidang otomotif telah membantu 577 mustahik di 18 provinsi dan 77 kabupaten/kota.
BERITA08/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS RI dan BNN Bersinergi Entaskan Kemiskinan demi Cegah Peredaran Narkoba
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengoptimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan BNN. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan, khususnya di kawasan rawan narkotika.
Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Turut hadir Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., Sestama BNN RI, Irjen Pol. Tantan Sulistyana, S.H., S.I.K.,M.M., Plt Dep Dayamas BNN RI, Drs. Yuki Ruchimat, Direktur Kerja Sama BNN RI, Dr. R.M. Aria T.M. Wibisono, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan apresiasi atas kerja sama strategis ini. Ia menilai kolaborasi antara BAZNAS dan BNN menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan zakat serta mengoptimalkan manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
"BAZNAS berkomitmen memberikan fasilitasi dan pelayanan terbaik agar zakat yang ditunaikan oleh semua masyarakat, termasuk para pegawai BNN dapat disalurkan secara tepat sasaran dan membawa dampak nyata bagi para mustahik," kata Arifin.
Lebih lanjut, Arifin menekankan, BAZNAS berpegang pada prinsip 3A dalam pengelolaan zakat, yaitu aman syariah, aman regulasi, dan aman NKRI. “Seluruh kegiatan BAZNAS dilaksanakan sesuai syariah, mematuhi regulasi, serta mendukung tujuan negara. Dana zakat yang dihimpun tidak digunakan untuk kepentingan negara, tetapi untuk membantu negara membangun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
"Melalui sinergi ini, kami (BAZNAS) berharap dapat mendorong masyarakat agar berdaya secara ekonomi sekaligus mempersempit ruang bagi penyalahgunaan narkotika," ucap Arifin.
Sementara itu, Sekretaris Utama BNN RI, Irjen Pol. Tantan Sulistyana, S.H., S.I.K., M.M., menilai kerja sama dengan BAZNAS merupakan langkah penting dalam memperkuat strategi penanggulangan narkotika melalui pendekatan sosial dan ekonomi.
Menurutnya, permasalahan narkotika di Indonesia sangat kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk lembaga seperti BAZNAS.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap zakat yang dihimpun dapat memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), khususnya bagi masyarakat miskin di kawasan rawan narkotika,” ujar Tantan.
“Banyak masyarakat di daerah rawan narkotika yang menganggur dan tidak memiliki pekerjaan, sehingga rentan direkrut oleh jaringan pengedar. Melalui dukungan BAZNAS, mereka dapat memperoleh pelatihan dan bantuan ekonomi agar mandiri serta terhindar dari rayuan para bandar narkoba,” kata Tantan.
Lebih lanjut, Tantan menyampaikan, di lingkungan BNN terdapat potensi besar untuk mendukung program zakat, dengan sekitar 5.600 ASN dan 4.000-an personel mitra, sehingga totalnya sekitar 10.000 pegawai. Potensi ini diharapkan dapat dimaksimalkan untuk mendukung penghimpunan zakat melalui BAZNAS.
Sebagai bentuk komitmen, lanjut Tantan, BNN juga siap memfasilitasi kegiatan sosialisasi zakat bagi seluruh pegawai di 34 provinsi dan 182 kabupaten/kota. “Kami siap memfasilitasi sosialisasi baik secara langsung maupun hybrid. Saya sendiri akan menjadi yang pertama menunaikan zakat melalui virtual account, dan saya berharap langkah ini dapat diikuti para pejabat serta seluruh pegawai BNN,” kata Tantan.
Ia menegaskan, sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada penghimpunan zakat, tetapi juga berkembang menjadi kerja sama di bidang sosial, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Semoga kolaborasi ini menjadi pintu masuk bagi upaya bersama dalam membangun masyarakat yang sejahtera, produktif, dan bebas narkotika,” ucapnya.
BERITA08/10/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Gelar Bootcamp Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Industri Kreatif
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka secara resmi Bootcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Usaha Industri Kreatif, yang diselenggarakan di IPB University, Bogor, Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, khususnya melalui pengembangan wirausaha santri di berbagai daerah.
Dengan tagline “Santri Mandiri, Ekonomi Berdikari”, program ini terselenggara melalui kolaborasi antara BAZNAS RI dan IPB University, khususnya melalui Lembaga Riset Internasional Pembangunan Sosial, Ekonomi, dan Kawasan (LRI) serta Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3).
Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, M.Pd., NLP, menyampaikan, BAZNAS terus berkomitmen menumbuhkan kemandirian ekonomi umat melalui program-program pemberdayaan berbasis pesantren. Salah satunya adalah Program Santripreneur, yang menjadi program prioritas nasional.
“BAZNAS Santripreneur hadir untuk melahirkan generasi santri yang produktif, inovatif, dan mandiri secara ekonomi sesuai prinsip syariah. Program ini tidak hanya memberi bantuan modal, tapi juga pendampingan dan pelatihan agar santri benar-benar siap menjadi pelaku usaha,” ujar Fikri.
Ia menambahkan, program ini menyasar santri tingkat akhir dan alumni pesantren, baik yang sudah memiliki usaha maupun yang baru ingin memulai. Melalui pendekatan pelatihan dan mentoring bisnis, santri didorong untuk mengembangkan potensi ekonomi pesantren dan menjadi pelaku usaha yang berdaya saing.
Program BAZNAS Santripreneur telah berjalan sejak tahun 2022 dan menunjukkan capaian yang signifikan. Hingga tahun 2025, program ini telah membantu dan mendampingi 1.205 santri dari 948 pondok pesantren di 225 kabupaten/kota pada 28 provinsi di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan rata-rata pendapatan usaha santri sebesar 30,3 persen, dari Rp3.158.947 sebelum pendampingan menjadi Rp4.106.632 setelah menerima dukungan program dari BAZNAS.
Melanjutkan keberhasilan tersebut, pada tahun 2025 BAZNAS kembali menyelenggarakan Santripreneur Kompetisi 2025 dengan tiga fokus usaha, yaitu peternakan, industri kreatif, dan travel haji serta umrah. Kompetisi ini menarik minat besar dari para santri di seluruh Indonesia. Proses seleksi yang berlangsung dari Agustus hingga September 2025 diikuti oleh 2.900 pendaftar. Dari jumlah tersebut, terpilih 100 peserta terbaik dan selanjutnya diseleksi menjadi 50 finalis yang mengikuti bootcamp di IPB University.
“Santri-santri yang hadir di sini adalah peserta terpilih yang telah melalui seleksi yang ketat. Mereka akan mendapatkan pelatihan intensif dan pendampingan dari para pakar profesional di bidang usaha masing-masing. Harapannya, kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan meningkatkan kapasitas usaha,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Arya Hadi Dharmawan, M.Sc.Agr, selaku Kepala LRI IPB University, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun antara BAZNAS dan IPB. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sinergi penting antara lembaga zakat dan dunia akademik dalam memperkuat kapasitas wirausaha santri.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam membangun kapasitas santri agar menjadi pelaku usaha yang unggul, kreatif, dan berdaya saing. Melalui kegiatan seperti ini, kita menggabungkan ilmu, iman, dan amal dalam satu gerakan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Prof. Arya.
Sementara itu, Prof. Dr. rer.nat. Jaenal Effendi, S.Ag., MA, Kepala PSP3 IPB University, menjelaskan, bootcamp ini merupakan lanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir antara IPB University dan BAZNAS dalam pendampingan kewirausahaan santri.
“Alhamdulillah, kami di IPB bersyukur dapat terus bekerja sama dengan BAZNAS. Program ini menjadi wadah bagi para santri yang memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk menjadi wirausahawan yang bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, dari kegiatan ini lahir santri-santri yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga berjiwa entrepreneur yang menggerakkan ekonomi umat,” tutur Prof. Jaenal.
Melalui Bootcamp Santripreneur Kompetisi 2025 Klaster Industri Kreatif, BAZNAS RI berharap program ini dapat menjadi katalisator dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi umat yang lebih kuat dan berkeadilan.
BERITA07/10/2025 | Humas Baznas RI
Kordinasi dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PAI ke BAZNAS Kutim
Sangatta – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Kutai Timur melakukan kunjungan koordinasi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur pada Selasa, 07 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin sinergi dalam mendukung program-program keagamaan di lingkungan sekolah, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kegiatan pendidikan dan sosial keagamaan.
Tim MGMP PAI Kutim menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah strategis dalam menguatkan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga zakat untuk mendukung siswa-siswi yang kurang mampu.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kutim, Drs. KH. Masnp Sofwan, menyambut baik inisiatif dari MGMP PAI. Ia menyatakan kesiapan BAZNAS untuk bersinergi dengan para guru agama dalam menyukseskan berbagai program pendidikan berbasis keislaman.
Kunjungan koordinasi ini ditutup dengan diskusi terbuka mengenai rencana program bersama ke depan, seperti pengumpulan ZIS di lingkungan sekolah seperti adanya rencana program GALIBU (Gerakan Infak Lima Ribu), hingga penyaluran beasiswa pendidikan.
Melalui sinergi ini, diharapkan pendidikan agama Islam di Kutai Timur semakin kuat dan berdampak positif bagi perkembangan karakter para generasi muda maupun para pengajar.
BERITA07/10/2025 | Humas BAZNAS Kutim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kutai Timur.
Lihat Daftar Rekening →