Berita Terbaru
Dukung Asta Cita, BAZNAS RI Optimalkan Program Beasiswa untuk Pembangunan SDM
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program beasiswa pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai kemiskinan, serta mendukung tercapainya Asta Cita dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, saat menjadi narasumber Kuliah Tamu bertajuk “Zakat sebagai Salah Satu Instrumen Pendukung Asta Cita - Pembangunan SDM di Indonesia” yang digelar di Universitas Islam Kadiri, Jawa Timur, Senin (15/9/2025).
Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, mengatakan, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Karena itu, zakat yang dihimpun BAZNAS tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Zakat adalah instrumen yang strategis untuk pembangunan. Melalui beasiswa, BAZNAS ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa tetap menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi. Ini menjadi jalan memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” ujar Haji Mo Mahdum.
Haji Mo Mahdum memaparkan, berdasarkan data Laporan Pengelolaan Zakat Nasional 2024, penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lain untuk sektor pendidikan mencapai Rp 1,29 triliun. Dana tersebut menjangkau lebih dari 2,6 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Haji Mo Mahdum menjelaskan, berbagai program beasiswa pendidikan yang dijalankan BAZNAS, diantaranya Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri untuk mahasiswa S1, Beasiswa Luar Negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3 di Timur Tengah, Malaysia, dan Rusia, Beasiswa Riset Zakat bagi mahasiswa S1, S2, S3 maupun kelompok riset, serta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly untuk mahasiswa S1.
“Selain itu, BAZNAS menginisiasi Beasiswa Filantropi Islam untuk mencetak amil profesional dengan kualifikasi S2 dan S3, serta Beasiswa Kaderisasi Seribu Ulama MUI (S3) yang ditujukan untuk melahirkan ulama berkompeten dalam pemikiran Islam dan syariah," jelas Haji Mo Mahdum.
"Tak hanya itu, BAZNAS juga mendukung pendidikan santri melalui Beasiswa Santri BAZNAS tingkat SMA/SMK/MA bagi santri berprestasi dari kalangan dhuafa, khususnya sebagai persiapan masuk ke perguruan tinggi negeri, serta Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus yang menyasar penyandang disabilitas, masyarakat di daerah 3T, serta komunitas adat," lanjutnya.
Hasil nyata mulai terlihat, Haji Mo Mahdum mengungkapkan, lebih dari 10 persen alumni beasiswa BAZNAS kini telah berubah status dari mustahik menjadi muzaki. “Transformasi mustahik menjadi muzaki adalah indikator keberhasilan program kami. Zakat benar-benar bisa mengangkat harkat sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Mahdum.
Haji Mo Mahdum mengatakan, dengan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun, BAZNAS optimistis peran zakat dalam pendidikan akan terus meningkat. "Penguatan kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk mengoptimalkan potensi tersebut," kata Haji Mo Mahdum.
Mo Mahdum menambahkan, zakat untuk pendidikan memiliki legitimasi syariah yang kuat. Fatwa MUI Nomor Kep.-120/MUI/II/1996 menyebut pemberian zakat untuk beasiswa sah karena termasuk dalam kategori fi sabilillah.
“Dengan dasar syariah yang jelas, BAZNAS mantap menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Harapannya, investasi zakat di sektor ini bisa lahirkan SDM unggul yang berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
BERITA16/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Perkuat Layanan Kebencanaan melalui Pelatihan SDM bersama BASARNAS dan BNPB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat layanan kebencanaan dalah salah satunya melalui pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hal tersebut ditandai dengan Pengukuhan Peserta Pelatihan Kebencanaan di Balai Diklat BASARNAS Bogor, Senin (15/9/2025). Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Direktur Bina Potensi BASARNAS Agus Haryono, S.S., M.B.A., Kepala Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan BASARNAS Heru Suhartanto, S.H., M.M., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB Dr. Kheriawan, M.M., serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayaguaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan, sinergi antara BAZNAS, BASARNAS, dan BNPB menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencarian, pertolongan, dan penanggulangan bencana di Indonesia.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan hadirnya SDM yang terlatih, tangguh, dan siap menjadi garda terdepan dalam penyelamatan serta pemulihan pascabencana. Kolaborasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Saidah.
Saidah menambahkan, kehadiran peserta pelatihan diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko bencana yang semakin beragam.
“Para peserta yang dikukuhkan hari ini diharapkan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. Mereka bukan hanya siap secara teknis, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan dalam setiap aksi penyelamatan,” ucap Saidah.
BAZNAS, lanjut Saidah, tidak hanya berperan dalam pendistribusian bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga aktif memperkuat kapasitas melalui kerja sama lintas lembaga.
“Dengan sinergi ini, kita ingin membangun sistem kebencanaan yang lebih kuat, komprehensif, dan berkelanjutan,” katanya.
Acara pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen bersama lembaga-lembaga terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana.
BERITA16/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Bantu Perbaikan Gizi Balita di Kaliagung, Kulon Progo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta bersama BAZNAS DIY berkolaborasi dengan Kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan monitoring dan evaluasi balita gizi kurang atau buruk dan stunting.
Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan gizi bertema “Tips Memilih Jajanan Sehat untuk Anak”. Setelah itu, tim kesehatan melakukan pengukuran berat badan (BB) dan panjang/tinggi badan (PB/TB) pada balita. Di akhir acara, para peserta juga mendapat paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur, susu formula, dan biskuit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 63,34 persen balita mengalami berat badan kurang (BB/U), dan 73,34 persen mengalami kondisi pendek (PB/U atau TB/U). Data ini menjadi alarm penting bahwa penanganan stunting perlu terus diperkuat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan, zakat memiliki peran besar tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Zakat tidak hanya menyentuh aspek ekonomi. Melalui program kesehatan seperti ini, kami ingin memastikan anak-anak Indonesia terpenuhi gizinya, sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat dan unggul,” kata Saidah, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Lebih jauh, Saidah menekankan, keberhasilan program penurunan stunting tidak bisa dilepaskan dari peran semua pihak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan langkah-langkah intervensi berjalan efektif.
“Stunting tidak bisa diatasi sendirian. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar hasilnya lebih optimal. BAZNAS hadir untuk memperkuat peran ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, program perbaikan gizi seharusnya tidak berhenti hanya pada kegiatan sesaat. Saidah mendorong agar intervensi dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan anak.
“Intervensi satu kali tidak cukup. Harus ada pemantauan, edukasi, dan dukungan gizi secara konsisten. Dengan begitu, angka stunting di Kulonprogo bisa terus ditekan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap peran zakat semakin nyata dirasakan masyarakat, khususnya dalam mencegah gizi buruk dan stunting. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan menjadi energi bersama untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan.
BERITA15/09/2025 | Humas Baznas RI
Ciptakan Kemandirian Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Resmikan Balai Ternak di Sumut
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Balai Ternak Sri Langkat Berkah Mulia yang berlokasi di Jalan Perniagaan, Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Balai Ternak Langkat yang merupakan Balai Ternak ke 49 dari 57 titik program Balai Ternak yang dikembangkan oleh BAZNAS RI. Melalui Balai Ternak, BAZNAS menargetkan terciptanya kemandirian ekonomi mustahik, peningkatan pendapatan keluarga, dan penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Acara peresmian turut dihadiri Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH. Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, Ketua BAZNAS Langkat, Thantawi Jauhari, MA beserta jajaran, Pimpinan BAZNAS Binjai, Forkopimda Kabupaten Langkat, serta Ketua Ormas Islam, LSM, dan tokoh masyarakat setempat, Sabtu (13/9/2025).
Program ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, dan BAZNAS Kabupaten Langkat, yang dikelola oleh 15 kepala keluarga (KK) penerima manfaat zakat sebagai Kelompok Ternak Sri Langkat Berkah Mulia. Jumlah ternak yang dikelola sebanyak 176 ekor, dengan rincian 8 ekor penjantan, 74 ekor induk betina, 94 ekor bakalan jantan.
Dalam sambutannya, Bupati Langkat memberikan apresiasi kepada BAZNAS atas hadirnya program Balai Ternak di wilayahnya. Ia berharap agar program serupa dapat diperluas ke seluruh kecamatan sehingga manfaatnya menjangkau masyarakat kurang mampu di berbagai daerah.
“Program Balai Ternak ini sangat bermanfaat, terutama dalam mendukung peningkatan ekonomi warga. Kami berharap program ini bisa terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaatnya,” ungkap Bupati Langkat.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Langkat dengan Pemerintah Daerah. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci keberhasilan berbagai program yang telah berjalan, termasuk Balai Ternak yang menjadi salah satu program unggulan BAZNAS.
Kiai Noor menekankan, Balai Ternak tidak hanya berfungsi sebagai program pemberdayaan ekonomi, tetapi juga sarana memperkuat ketahanan pangan lokal. Melalui pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi percontohan di daerah lain.
Dengan peresmian ini, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program-program inovatif yang berorientasi pada kemandirian umat.
"Harapannya, Balai Ternak Sri Langkat Berkah Mulia dapat berjalan dengan baik, berkembang berkesinambungan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Langkat serta sekitarnya," ucap Kiai Noor.
BERITA15/09/2025 | Humas Baznas RI
Program BMD BAZNAS Dorong Usaha Kuliner Masitoh Raih Omzet Hingga Rp26 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) berhasil memberdayakan mustahik asal Banjarmasin, Siti Masitoh dengan usaha kulinernya berupa rumah makan.
Setelah mendapat manfaat dari program BMD, Masitoh berhasil mengembangkan usahanya hingga memperoleh omzet sebesar Rp22 juta sampai Rp26 juta per bulan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA mengapresiasi keberhasilan usaha kuliner milik Masitoh. Menurut Saidah, keberhasilan ini merupakan bukti nyata manfaat program BMD untuk membantu para pelaku usaha mikro.
“Program BMD merupakan upaya strategis BAZNAS dalam rangka memberdayakan pelaku usaha mikro untuk tumbuh dan berkembang. Jadi keberhasilan Bu Masitoh adalah kebanggan bagi kita semua,” kata Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Saidah berharap, keberhasilan Masitoh dalam mengembangkan usaha rumah makan bisa menginspirasi dan memotivasi para mustahik, sekaligus mendorong program BMD ini agar lebih luas lagi menjangkau masyarakat.
“Karena tujuan besar dari program-program seperti ini adalah untuk mengantarkan mustahik menjadi muzaki,” kata dia.
Saidah menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan oleh BAZNAS. Dengan pemberian modal dan pendampingan yang diberikan, Masitoh berhasil mengembangkan usaha rumah makannya semakin ramai pembeli.
Sementara itu, penerima manfaat program BMD Banjarmasin Masitoh menyampaikan rasa syukurnya, "Alhamdulillah omzet sekarang bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per hari."
Masitoh juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS karena telah membantu bisnis kulinernya menjadi lebih baik dan berkembang. Masitoh mengaku merasakan betul manfaat dan dampak positif program BMD.
Modal yang didapatkan dari program BMD ia gunakan untuk peremajaan peralatan dapur, seperti kompor, panci, wajan, hingga perlengkapan makan. Termasuk juga membeli kursi agar pelanggan lebih nyaman ketika makan di tempat.
“Dulu sempat masak di rumah karena terbatasnya peralatan, jadi ribet bolak-balik dan makanan cepat dingin. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik,” tuturnya.
Melalui pendampingan berkelanjutan, BMD Banjarmasin berharap semakin banyak mustahik yang dapat mandiri secara ekonomi sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
BERITA15/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS Apresiasi Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II, Tegaskan Komitmen Bantu Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut kedatangan Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II yang juga terdiri atas personel BAZNAS, kini telah kembali ke tanah air pada Sabtu (13/9/2025). Hal ini menandakan misi penyaluran bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina via airdrop telah selesai dilaksanakan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani, hadir bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA., CFRM., dalam acara penyambutan yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Acara ini turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair S.M. Al-Shun, perwakilan Kedutaan Mesir dan Yordania, jajaran pejabat kementerian, serta tamu undangan lainnya.
Pimpinan BAZNAS, Kol. Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan misi kemanusiaan ini..
“BAZNAS RI mengucapkan puji syukur Alhamdulillah bahwa semua personel Satgas Garuda Merah Putih II yang didalamnya termasuk beberapa personel dari BAZNAS RI, atas ijin dan perlindungan dari Allah SWT telah berhasil dan sukses melaksanakan tugas bantuan kemanusiaan di Gaza Palestina melalui Airdrop.
Kolaborasi antara TNI dan BAZNAS RI yang merupakan perintah Presiden Prabowo bisa dilaksanakan dengan baik.
Tugas ini juga merupakan salah satu tanggungjawab BAZNAS RI kepada masyarakat Indonesia yang telah menitipkan bantuannya kepada BAZNAS RI. Tentu BAZNAS tetap akan menerima bantuan dari masyarakat, sehingga kita tetap bisa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang di Palestina,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah personel Satgas dan mitra, di antaranya Kolonel Pnb Puguh Yulianto, Letkol Cba Supriyanto, S.I.P., M.Si., Letkol Pnb Chandra Danang Jaya, serta media TVOne, yang diwakili Mohammad Fahrial Nugraha.
Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa misi kemanusiaan ke Palestina tidak lepas dari kerja sama lintas lembaga, termasuk BAZNAS.
“Total yang sudah didrop seberat 91,4 ton dengan jumlah 520 bakal yang diterjunkan di Gaza. Semua terselenggara atas kerja sama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, BAZNAS, kemudian atas perintah Panglima TNI, TNI AU melaksanakan penerbangan di Gaza,” kata Kasau.
Ia menambahkan bahwa misi ini menjadi bukti konsistensi bangsa Indonesia dalam solidaritas kemanusiaan internasional.
“Sekali lagi ini adalah komitmen bangsa Indonesia untuk ikut dalam solidaritas perjuangan kemanusiaan yang ada di saudara-saudara kita di Gaza,” tegasnya.
Walau misi airdrop telah usai, BAZNAS tetap membuka jalan kebaikan. Bersama pemerintah, TNI, dan mitra strategis, BAZNAS berkomitmen terus menyalurkan donasi rakyat Indonesia bagi warga Gaza melalui jalur darat maupun cara lain yang memungkinkan.
BERITA14/09/2025 | Humas Baznas RI
BAZNAS KUTIM Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kesehatan
BAZNAS Kab. Kutim menerima permohonan bantuan dari Dinas Sosial Kutai Timur untuk dapat membantu pasien kurang mampu yang menderita penyakit hepatitis asal Kecamatan Muara Wahau. Sesuai arahan Dinas Sosial Beliau disarankan untuk dipulangkan ke Lombok dan melakukan pengobatan lanjutan di sana dikarenakan ada keluarga yang menjaga dan mendampingi. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Kutai Timur menerima informasi Bapak Irwan yang memiliki istri menderita kanker leher asal kecamatan Sangkulirang, setelah dilakukan survei beliau hanya pekerja serabutan dengan penghasilan jauh dari standar UMK, bahkan untuk istri melakukan pengobatan di rumah sakit belum mampu sehingga istri hanya dirawat di rumah. Begitupun untuk Ibu Syarifah Fitri Kecamatan Sangatta Utara yang sedang berjuang melawan sakit diabetesnya. Alhamdulillah BAZNAS Kab. Kutim telah menyalurkan bantuan tersebut.Terimakasih banyak kepada Muzakki semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi keberkahan rezeki untuk kita semua. aamiin
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Bantuan Pengembangan UMKM Bagi Warga Kurang Mampu
SANGATTA - 12 September 2025 Para mustahik setelah dilakukan survei satu-persatu, kemudian mereka dikumpulkan untuk diberikan pengarahan terkait pemanfaatan zakat, kejujuran dan keistiqomahan beribadah oleh Ketua BAZNAS Kutim Bapak Drs. KH. Masnip Sofwan. Bantuan disalurkan kepada 18 warga yang masuk kategori asnaf miskin atau kurang mampu namun memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk dapat mengembangkan usaha dan terus menjalankannya khususnya di daerah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Tak lupa mendoakan pula para Muzakki yang telah menyetorkan zakat melalui BAZNAS Kutai Timur agar selalu diberikan kesehatan dan keberkahan rezeki. aamiin
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni dari Baznas Kutim
Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dengan salah satu agendanya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung program penanggulangan kemiskinan, telah disalurkan bantuan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Bapak Jaidah seorang lansia di Kecamatan Sangatta Utara. Program ini bertujuan untuk membantu khususnya lansia yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang tidak layak huni agar dapat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.
Penyerahan bantuan telah dilakukan bekerjasama dengan pemerintah setempat, sedangkan untuk proses rehab rumah berlangsung selama 40 hari ke depan. Terimakasih banyak kepada Muzakki semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi keberkahan rezeki untuk kita semua. aamiin
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
MUI Berkoordinasi dengan BAZNAS Kutai Timur Bahas Isbat Nikah
Sangatta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutai Timur mengunjungi Kantor BAZNAS Kabupaten Kutai Timur yang bertempat di Kompleks Masjid Agung Al-Faruq, Bukit Pelangi bersama Kementerian Agama Kutai Timur dan KUA untuk menindaklanjuti arahan Bupati terkait Isbat Nikah, dikarenakan ditemukan bahwa di daerah Sangatta khususnya masih banyak pasangan yang tidak tercatat menikah secara resmi. Akibat dari pernikahan tersebut setelah memiliki anak, anak tersebut terkendala dalam pembuatan akta kelahiran yang dapat memengaruhi proses pendidikan hingga kerjanya.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
HASIL AUDIT KEUANGAN UNTUK LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2024
Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur setelah dilakukan Audit Keuangan Untuk Tahun 2024 oleh Kantor Akuntan Pubilk AR Utomo kembali meraih hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). WTP adalah opini tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Instansi Daerah/Pusat yang menyatakan bahwa laporan tersebut disajikan secara wajar, sesuai standar akuntansi pemerintahan.Audit BAZNAS Kab. Kutai Timur ini adalah bentuk komitmen untuk melakukan transparansi pengelolaan keuangan dan peningkatan pelayanan publik yang lebih profesional. Terimakasih kepada seluruh Muzakki, Mustahik dan Masyarakat yang sudah mendukung Baznas Kab. Kutai Timur.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Pengajian dan Monitoring Evaluasi Penerima Bantuan Baznas Kutim
Sangatta - Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur kembali melakukan rutinitas pengajian sekaligus kegiatan monitoring dan evaluasi kepada para mustahik penerima bantuan Baznas Kutai Timur pada 09 September 2025 bertempat di Masjid Agung Al Faruq Sangatta.
Pada saat kajian diisi oleh Ustadz Syamsuri Ketua Ikatan Dai Kutai Timur sekaligus Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kutim. Alhamdulillah antusias para mustahik untuk hadir agar dapat bersilaturrahim dan saling berdiskusi baik tentang usaha ataupun keagamaannya cukup berjalan lancar. Semoga kedepannya semakin banyak mustahik yang dapat hadir
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Mengisi Materi HIV/AIDS dari Segi Agama
Sangkimah, Sangatta Selatan - Baznas Kabupaten Kutai Timur yang diwakili Ketua Drs. KH. Masnip Sofwan dan Staf Pendistribusian dan Pendayagunaan Abdul Aziz, SKM. menghadiri undangan dari Dinas Sosial untuk turut menghadiri agenda Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS dan Dampak Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja. Pada agenda tersebut Ketua BAZNAS Kab. Kutai Timur berkesempatan mengisi materi terkait HIV/AIDS dari segi agama untuk anak usia SMA/K.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Pimpinan BAZNAS Kutim Berkoordinasi dengan Bupati Bahas Penguatan Zakat
Sangatta – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur mengadakan pertemuan resmi dengan Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. pada 08 September 2025 bertempat di Kantor Bupati Kutim.
Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS dan khusus Perusahaan di Kutai Timur dalam pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah, serta mendukung program-program pemberdayaan masyarakat kurang mampu di wilayah Kutim.
Ketua BAZNAS Kutai Timur, Drs. KH. Masnip Sofwan, menyampaikan Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terhadap BAZNAS, terutama dalam hal fasilitasi regulasi dan sosialisasi zakat kepada ASN dan masyarakat umum.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kinerja BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni Baznas Kutim
Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dengan salah satu agendanya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung program penanggulangan kemiskinan, telah disalurkan bantuan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Bapak Jaidah seorang lansia di Kecamatan Muara Wahau. Program ini bertujuan untuk membantu khususnya lansia yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang tidak layak huni agar dapat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.
Penyerahan bantuan telah dilakukan bekerjasama dengan pemerintah setempat, sedangkan untuk proses rehab rumah berlangsung selama 40 hari ke depan. Terimakasih banyak kepada Muzakki semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi keberkahan rezeki untuk kita semua. aamiin
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni dari Baznas Kutim
Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dengan salah satu agendanya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung program penanggulangan kemiskinan, telah disalurkan bantuan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Ibu Ngadinem seorang lansia di Kecamatan Muara Wahau. Program ini bertujuan untuk membantu khususnya lansia yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang tidak layak huni agar dapat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.
Penyerahan bantuan telah dilakukan bekerjasama dengan pemerintah setempat, sedangkan untuk proses rehab rumah berlangsung selama 40 hari ke depan. Terimakasih banyak kepada Muzakki semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi keberkahan rezeki untuk kita semua. aamiin
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BAZNAS Kutim Salurkan Bantuan Satu Miliar Rupiah untuk Anak Yatim Piatu
SANGATTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Timur menyalurkan santunan pendidikan bagi anak yatim piatu dari keluarga kurang mampu (termasuk asnaf miskin) di tingkat sekolah dasar dengan total bantuan senilai Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). Penyerahan santunan ini dilakukan dalam momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Agung Sangatta, Ahad (8/9/2025).
Secara simbolis, bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kutai Timur Drs. KH. Masnip Sofwan didampingi Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. kepada 18 anak yatim piatu yang hadir mewakili 18 kecamatan di kabupaten kutai timur.
Program ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS Kutim dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak yatim piatu, memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.
Hingga berita ini diturunkan, santunan telah disalurkan ke 707 rekening anak penerima di 14 kecamatan dengan rincian berikut
-Busang: 6 anak
-Kaliorang: 35 anak
-Karangan: 44 anak
-Sangkulirang: 50 anak
-Sangatta Utara: 169 anak
-Sangatta Selatan: 102 anak
-Bengalon: 91 anak
-Kongbeng: 60 anak
-Muara Wahau: 50 anak
-Sandaran: 27 anak
-Long Mesangat: 12 anak
-Teluk Pandan: 20 anak
-Muara Bengkal: 30 anak
-Muara Ancalong: 11 anak
Sementara itu, tahap terakhir penyaluran bagi 4 kecamatan lain yaitu Batu Ampar, Telen, Rantau Pulung, dan Kaubun. Data masih dalam proses verifikasi oleh koordinator wilayah (Korwil) tiap kecamatan. BAZNAS Kutim memperkirakan jumlah penerima manfaat akan bertambah dari target awal 1.000 anak.
“Jumlah penerima sesuai rencana program 1.000 anak. Apabila nantinya melebihi target tersebut, tetap akan kami proses. Komitmen kami adalah memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” jelas Drs. KH. Masnip Sofwan Ketua BAZNAS Kutim.
Melalui santunan pendidikan senilai Rp1 miliar ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memupuk semangat berbagi dan kepedulian sosial di masyarakat, sejalan dengan spirit peringatan Maulid Nabi.
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
BANTUAN KESEHATAN SAKIT HEPATITIS
BAZNAS Kabupaten Kutai Timur menerima permohonan bantuan dari Dinas Sosial Kutai Timur untuk dapat membantu pasien yang menderita penyakit hepatitis asal Kecamatan Muara Wahau. Sesuai arahan Dinas Sosial Beliau disarankan untuk dipulangkan ke Lombok dan melakukan pengobatan lanjutan di sana dikarenakan ada keluarga yang menjaga dan mendampingi.
Alhamdulillah setelah dilakukan survei lebih lanjut oleh tim BAZNAS Kutim, telah diserahkan bantuan akomodasi dan kesehatan untuk bapak Muhammad Efendi dan setelah berita ini diturunkan Bapak Efendi sudah tiba di Lombok dan melakukan perawatan lebih lanjut.
Terimakasih banyak kepada Muzakki semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi keberkahan rezeki untuk kita semua. aamiin
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
5 Ragam Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia
Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, dengan beragamanyanya, perayaan Maulid bukan hanya sekadar acara religius, tapi juga dibungkus dengan kekayaan tradisi lokal yang unik dan penuh makna. Menariknya, hampir setiap daerah punya cara tersendiri untuk mengekspresikan rasa cinta kepada Rasulullah. berikut 5 tradisi maulid nabi yang patut kamu tau!
Gerantung
Melansir dari web resmi Antaranews.com, Tradisi Gerantung berasal dari Desa Dasan Beleq, Lombok Utara. Dalam tradisi ini unik, masyarakat membunyikan alat musik tradisional suku Dayak bernama gerantung, yang termasuk jenis idiofon dan dibuat dari logam campuran seperti besi, kuningan, serta perunggu. Pada peringatan Maulid Nabi, dentuman gerantung menggema tanpa henti selama lebih dari 24 jam, tepat hingga pergantian 12 Rabiul Awal.
Baayun Maulid
Melansir dari situs mediaindonesia.com , Tradisi yang satu ini berasal dari Kalimantan Selatan. masyarakat Banjar merayakan Maulid Nabi dengan tradisi khas yang disebut Baayun Maulid. Dalam prosesi ini, orang tua mengayun bayi atau anak-anak mereka sebagai ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. sambil diiringi dengan lantunan syair maulid mengiringi gerakan ayunan. Lewat syair tersebut, orang tua menyampaikan kasih sayang sekaligus doa-doa terbaik agar anak-anak tumbuh dalam keberkahan.
Ampyang
Mengutip informasi dari Antaranews.com, Tradisi Ampyang masih dilestarikan warga Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Menurut informasi dari situs resmi mediaindonesia.com, tradisi ini sudah ada sejak akhir abad ke-15 pada masa Tjie Wie Gwan, pendakwah Islam keturunan Tiongkok yang turut membangun Masjid At Taqwa Loram Kulon. Meski sempat terhenti di tahun 1960-an, tradisi ini kembali digelar sejak 1995 dan terus berlangsung hingga kini.
Ampyang sendiri merujuk pada kerupuk berbahan tepung berbentuk bulat dengan berbagai warna. Dalam perayaan, warga membuat gunungan makanan yang dihias ampyang, lalu membagikannya. Sajian khas yang sering hadir adalah nasi kepal yang dibungkus daun jati.
Bungo Lado
Kabupaten Padang Pariaman di Sumatera Barat memiliki tradisi unik bernama Bungo Lado dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut informsi resmi dari urau.co, Pada tradisi ini, masyarakat membuat pohon hias yang dipenuhi dengan uang kertas berbagai nominal hasil iuran bersama. Pohon tersebut kemudian diarak menuju masjid atau surau, lalu uang yang terpasang disumbangkan untuk kepentingan rumah ibadah.
Tradisi Bungo Lado bukan hanya wujud rasa syukur, tetapi juga menjadi ajang berlomba dalam kebaikan. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid, surau, dan kebutuhan umat secara lebih luas.
Maudu’ Lompoa
melansir dari Urau.co, tradisi Maudu’ Lompoa atau “Maulid Besar” adalah perayaan khas masyarakat Desa Cikoang, Takalar, Sulawesi Selatan, yang berakar dari ajaran Sayyid Jalaluddin al-Aidid sejak abad ke-17. Perayaan ini memadukan nilai agama dan budaya bahari melalui penyajian songkolo’, perahu hias, arak-arakan di Sungai Cikoang, pembacaan shalawat, dan ceramah. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Maudu’ Lompoa juga mempererat ikatan sosial masyarakat lewat semangat gotong royong dan rasa syukur bersama.
Beragam tradisi Maulid Nabi di Indonesia menunjukkan betapa kaya dan berwarnanya budaya bangsa dalam merayakan kelahiran Rasulullah SAW. Setiap daerah menghadirkan cara yang berbeda-beda, namun tetap mengandung makna syukur, doa, serta cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini bukan hanya warisan leluhur yang patut dijaga, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan memperkuat identitas keislaman yang berpadu harmonis dengan kearifan lokal.
Penulis & Poster : Mona - Tim PKL Mahasiswi STAIS
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim
Sejarah Maulid Nabi: Perjalanan Tradisi Memuliakan Kelahiran Rasulullah
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat dalam peradaban Islam selama berabad-abad. Perayaan yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal ini bukan hanya sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad, melainkan juga menjadi momentum untuk merefleksikan ajaran-ajaran mulia dan keteladanan Rasulullah yang patut diikuti oleh seluruh umat Islam.
Namun, perjalanan sejarah Maulid Nabi tidaklah sesederhana yang kita bayangkan. Tradisi ini mengalami evolusi yang panjang, mulai dari masa-masa awal Islam hingga berkembang menjadi perayaan besar yang kita kenal saat ini.
Akar Sejarah: Masa-Masa Awal Islam
Dalam periode kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, tidak ditemukan catatan khusus tentang perayaan hari kelahiran Nabi. Para sahabat, termasuk Khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, lebih fokus pada penerapan ajaran-ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiadaan perayaan khusus ini bukan berarti para sahabat tidak mencintai Rasulullah. Sebaliknya, mereka menunjukkan kecintaan melalui ketaatan penuh terhadap ajaran-ajarannya dan upaya menyebarkan Islam ke berbagai penjuru dunia.
Dinasti Fatimiyah: Pionir Perayaan Maulid
Jejak formal pertama perayaan Maulid Nabi dapat ditelusuri pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir (969-1171 M). Dinasti yang bermazhab Syiah Ismailiyah ini mulai mengadakan perayaan resmi untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad, Imam Ali, Fatimah az-Zahra, dan beberapa tokoh penting lainnya dalam Islam.
Al-Maqrizi, seorang sejarawan terkenal, mencatat bahwa Khalifah al-Mu'izz li-Din Allah (953-975 M) adalah penguasa pertama yang secara resmi menetapkan Maulid Nabi sebagai hari perayaan negara. Pada masa ini, istana akan menggelar jamuan besar, membagikan makanan kepada rakyat, dan mengadakan pembacaan riwayat hidup Nabi Muhammad.
Era Ayyubiyah: Kelanjutan dan Pengembangan
Setelah runtuhnya Dinasti Fatimiyah, tradisi Maulid Nabi dilanjutkan dan bahkan dikembangkan oleh Dinasti Ayyubiyah di bawah pemerintahan Salahuddin al-Ayyubi dan penerusnya. Salah satu tokoh penting dalam pengembangan tradisi Maulid adalah al-Malik al-Muzhaffar Abu Sa'id Kukburi (w. 1233 M), penguasa Irbil di Kurdistan.
Kukburi dikenal sebagai sosok yang sangat mengagungkan perayaan Maulid. Ia menggelar perayaan yang meriah dengan mengundang para ulama, sufi, dan cendekiawan dari berbagai daerah. Perayaan ini berlangsung selama berhari-hari dengan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pembacaan shalawat, qasidah, dan riwayat hidup Nabi.
Penyebaran ke Dunia Islam
Dari Timur Tengah, tradisi Maulid Nabi mulai menyebar ke berbagai wilayah Islam lainnya. Di Andalusia (Spania Muslim), perayaan Maulid berkembang dengan corak yang berbeda, lebih menekankan pada aspek sastra dan seni. Para penyair Muslim Andalusia menciptakan qasidah-qasidah indah untuk memuji Nabi Muhammad.
Di Asia Selatan, tradisi Maulid dibawa oleh para pedagang dan ulama yang datang dari Arab dan Persia. Di sini, perayaan Maulid berkembang dengan karakteristik lokal yang unik, menggabungkan tradisi Islam dengan budaya setempat.
Kedatangan ke Nusantara
Tradisi Maulid Nabi tiba di Nusantara bersamaan dengan masuknya Islam pada abad ke-13 dan 14. Para wali dan ulama yang menyebarkan Islam di tanah Jawa menggunakan perayaan Maulid sebagai salah satu media dakwah yang efektif.
Sunan Bonang, salah seorang Wali Songo, dikenal sebagai pencipta "Suluk Wijil" yang berisi pujian kepada Nabi Muhammad. Demikian pula dengan Sunan Kalijaga yang menciptakan berbagai karya seni Islam untuk mempermudah penyebaran ajaran Islam, termasuk melalui perayaan Maulid.
Perkembangan Modern
Dalam era modern, perayaan Maulid Nabi telah berkembang menjadi tradisi yang beragam di seluruh dunia Islam. Setiap negara dan wilayah memiliki cara tersendiri dalam memperingati kelahiran Rasulullah, mulai dari upacara resmi kenegaraan hingga perayaan komunitas di tingkat akar rumput.
Di Indonesia, Maulid Nabi diperingati dengan berbagai kegiatan seperti pengajian akbar, pawai, pembacaan shalawat, dan penyajian makanan tradisional. Tradisi "barzanji" atau pembacaan riwayat hidup Nabi juga menjadi bagian integral dari perayaan Maulid di Indonesia.
Kontroversi dan Pandangan Ulama
Sepanjang sejarahnya, tradisi Maulid Nabi tidak lepas dari kontroversi. Beberapa ulama mempertanyakan dasar hukum perayaan ini dalam Islam, mengingat tidak ada precedent langsung dari masa Nabi dan para sahabat.
Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa perayaan Maulid diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam. Imam as-Suyuthi, seorang ulama besar abad ke-15, bahkan menulis risalah khusus yang membenarkan perayaan Maulid dengan argumen bahwa tujuannya adalah untuk mengingat dan meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah.
Makna dan Hikmah
Terlepas dari kontroversi yang ada, perayaan Maulid Nabi memiliki makna dan hikmah yang mendalam. Pertama, ia menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan dan pengorbanan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam. Kedua, perayaan ini mendorong umat Islam untuk mempelajari dan meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, Maulid Nabi menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan di antara umat Islam. Keempat, perayaan ini dapat menjadi media dakwah yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas.
Sejarah Maulid Nabi menunjukkan bagaimana sebuah tradisi keagamaan dapat berkembang dan beradaptasi dengan berbagai konteks zaman dan budaya. Dari awalnya sebagai perayaan istana pada masa Dinasti Fatimiyah, kini Maulid Nabi telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di seluruh dunia Islam.
Yang terpenting bukanlah bentuk perayaannya, melainkan substansi dan tujuannya: mengenang, mempelajari, dan meneladani sosok Muhammad SAW sebagai uswah hasanah (teladan terbaik) bagi seluruh umat manusia. Dengan demikian, perayaan Maulid Nabi dapat menjadi momentum yang bermakna untuk terus meningkatkan kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah SAW.
Penulis : Cita Permata - Tim Mahasiswi PKL STAISPoster : Virda - Tim Mahasiswi PKL STAIS
Sumber Referensi:
1. "Maulid Nabi Muhammad" - Wikipedia Bahasa Indonesia
2. "Mawlid" - Wikipedia (English)
3. Universitas Muhammadiyah Surakarta. "Maulid Nabi Perspektif Al-Qur'an dan Sunnah"
4. UIN Sunan Kalijaga. "Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam"
5. Dompet Dhuafa. "Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW, Asal-Usul dan Perkembangannya"
6. Gramedia Literasi. "Apa Itu Maulid Nabi: Pengertian, Sejarah dan Keutamaannya"
7. Cambridge Core. "International Journal of Middle East Studies"
8. ALA Journals. "Reference & User Services Quarterly"
9. Islamic Awareness. "Dated and Datable Texts Mentioning Prophet Muhammad"
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Kutim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kutai Timur.
Lihat Daftar Rekening →